TIFFANEWS.CO.ID – Ikatan Sarjana Katolik (ISKA) Papua Selatan menggelar pertemuan kedua di Hotel Halogen Merauke sebagai langkah konkret memperkuat peran organisasi dalam mendukung Gereja, masyarakat, dan pembangunan daerah Papua Selatan.
Pertemuan tersebut membahas dua agenda strategis, yakni persiapan pelantikan pengurus ISKA Papua Selatan serta perencanaan seminar provinsi yang akan dirangkaikan dengan rapat kerja organisasi pada Februari 2026 mendatang. Kedua agenda ini menjadi fondasi penting dalam membangun struktur organisasi yang solid, terarah, dan berkelanjutan.
Ketua Terpilih ISKA Papua Selatan, Joseph Albin Gebze, menegaskan bahwa kehadiran ISKA Papua Selatan merupakan energi baru bagi para intelektual Katolik di wilayah ini.
“ISKA Papua Selatan adalah tanggung jawab bersama para sarjana Katolik terhadap Gereja Katolik, masyarakat Papua Selatan, dan pemerintah daerah,” ujarnya kepada Tiffa News pada Senin (12/1/2026).
Sebagai bagian dari ISKA Nasional, ISKA Papua Selatan mengusung tema nasional periode 2022–2026, “Menjunjung Martabat Kemanusiaan dan Kesetaraan.” Tema tersebut akan diimplementasikan melalui berbagai kegiatan seperti seminar, webinar, dan bakti sosial yang berorientasi pada nilai kemanusiaan, keadilan, dan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan ISKA Papua Selatan juga akan diselaraskan dengan Bulan Kitab Suci Nasional yang mengangkat tema “Allah Sumber Keadilan,” sebagai landasan moral dalam mendorong peran aktif intelektual Katolik untuk membangun masyarakat Papua Selatan yang adil, harmonis, dan sejahtera.
Dalam diskusi, peserta membahas secara mendalam persiapan teknis pelantikan pengurus, mulai dari penyusunan susunan acara, pengiriman undangan kepada pimpinan Gereja Katolik, tokoh pemuda Katolik, hingga tokoh masyarakat. Selain itu, konsep awal seminar provinsi turut dibahas dengan fokus pada isu pengembangan sumber daya manusia, peran agama dalam membangun keharmonisan sosial, serta kontribusi intelektual Katolik dalam pembangunan daerah.
Koordinator Bidang Humas ISKA Papua Selatan, Antonius Bambang, menyampaikan bahwa keberadaan ISKA Papua Selatan menjadi wadah strategis bagi para sarjana Katolik untuk terorganisir dan berkontribusi secara nyata.
“ISKA menjadi platform bagi para intelektual Katolik di Papua Selatan untuk menyalurkan ide, gagasan, dan potensi demi kemajuan Gereja dan masyarakat,” katanya.
ISKA Papua Selatan diharapkan dapat menjadi mitra strategis Gereja dan pemerintah daerah serta berperan sebagai agen perubahan positif bagi pembangunan Papua Selatan. (***)




