TIFFANEWS.CO.ID – Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa, menegaskan bahwa pengelolaan kawasan perbatasan tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri. Menurutnya, keamanan dan ketertiban di wilayah tapal batas hanya bisa terwujud jika semua pihak berjalan bersama.
Paskalis menyampaikan, sinergi perlu dibangun antara pemerintah, aparat keamanan, serta tokoh-tokoh masyarakat seperti tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh perempuan. Mereka dinilai memiliki peran penting karena hidup dan beraktivitas langsung di wilayah perbatasan.
Hal itu disampaikan Paskalis saat pertemuan Komisi II DPR RI bersama Pemerintah Provinsi Papua Selatan, Forkopimda, serta para tokoh masyarakat di Swiss-Belhotel Merauke, Rabu (4/2/2026).
Menurutnya, sinergitas harus menjadi agenda strategis, bukan hanya di tingkat daerah, tetapi juga nasional. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga vertikal, masyarakat adat, dan aparat keamanan perlu membangun kerja sama yang solid dan terkoordinasi.

“Kalau kita jalan sendiri-sendiri, susah. Tapi kalau kita jalan sama-sama, saling jaga, Papua Selatan bisa aman dan kuat di tapal batas NKRI,” kata Paskalis.
Ia menambahkan, pembangunan Papua Selatan perlu dilakukan dengan pendekatan yang terintegrasi dan berkelanjutan. Papua Selatan tidak hanya menjadi wilayah perbatasan, tetapi juga harus menjadi contoh pengelolaan wilayah yang baik.
“Ini akan memperkuat posisi Papua Selatan dalam bingkai kebangsaan dan memberi kontribusi nyata bagi pembangunan nasional,” ujarnya. (***)




