TIFFANEWS.CO.ID – Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas III Manokwari menerima kunjungan kehormatan Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) Republik Indonesia, Dr. Farid Junaedi, Bc.IP., S.Sos., M.H., Kamis (5/2/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Irjen KemenHAM didampingi Kepala Kantor Wilayah KemenHAM Papua Barat, Fatrixs C. Manufandu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Papua Barat, Hensah, serta Kepala Bidang Instrumen dan Penguatan HAM (IDPHAM) Papua Barat, Burhani Hadad.
Rombongan diterima langsung oleh Kepala Lapas Perempuan Kelas III Manokwari, Lince Bela, bersama jajaran pejabat struktural dan pegawai Lapas Perempuan Manokwari dalam suasana penuh kehangatan dan antusiasme.
Kunjungan ini tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara Kementerian HAM di tingkat pusat dan daerah, sekaligus memastikan nilai-nilai Hak Asasi Manusia benar-benar diterapkan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan.

Melalui kegiatan tersebut, Inspektur Jenderal KemenHAM meninjau langsung pelayanan, pembinaan, serta pemenuhan hak-hak warga binaan di Lapas. Dalam arahannya, Farid Junaedi menegaskan bahwa sistem pemasyarakatan pada hakikatnya bertujuan membentuk warga binaan menjadi manusia yang lebih baik.
Ia menjelaskan bahwa pemasyarakatan saat ini telah mengalami pergeseran paradigma, dari pendekatan pemenjaraan dan balas dendam (retributif) menuju pendekatan pemulihan, pembinaan, dan reintegrasi sosial, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.
Menurut Farid, meskipun tahanan dan narapidana merupakan individu yang melakukan pelanggaran hukum dan dijatuhi sanksi pidana, mereka tetap memiliki hak asasi yang melekat dan wajib diperlakukan secara manusiawi.
“Penerapan nilai-nilai HAM tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus benar-benar dirasakan oleh seluruh warga binaan,” tegasnya.
Ia juga memberi motivasi kepada warga binaan dan jajaran pemasyarakatan dengan menekankan bahwa penjara bukanlah akhir dari segalanya.
“Penjara bukan akhir dari segalanya, karena banyak pemimpin besar yang justru lahir dari balik penjara,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh jajaran pemasyarakatan untuk terus memberikan pembinaan yang berlandaskan nilai kemanusiaan dan keadilan, serta menumbuhkan harapan agar warga binaan dapat kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan bermanfaat.
Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan Kelas III Manokwari, Lince Bela, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan serta perhatian yang diberikan oleh Inspektur Jenderal KemenHAM beserta jajaran.
“Kunjungan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat pelayanan, meningkatkan kualitas pembinaan, serta memastikan setiap langkah sejalan dengan nilai-nilai HAM yang dijunjung tinggi oleh Kementerian,” ujarnya.
Secara terpisah, kegiatan penanaman nilai-nilai Penghormatan, Perlindungan, Pemenuhan, Penegakan, dan Pemajuan HAM (P5HAM) juga dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Manokwari dan diikuti oleh seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). (*)




