TIFFA NEWSTIFFA NEWS
  • HOME
  • BERITA
  • OLAHRAGA
  • KAMTIBMAS
  • POLITIK
  • PPS
  • NUSANTARA
  • GALERI
  • OPINI
  • OTHERS
    • PUSTAKA
    • BUDAYA
    • EKONOMI
    • HANKAM
    • HAM
    • JEJAK
    • GAYA HIDUP
    • INTAN JAYA
    • SOSOK
Search
Reading: Titus Pekei Apresiasi Pemkab Deiyai Lestarikan Tradisi Noken
Share
TIFFA NEWSTIFFA NEWS
Search
  • HOME
  • BERITA
  • OLAHRAGA
  • KAMTIBMAS
  • POLITIK
  • PPS
  • NUSANTARA
  • GALERI
  • OPINI
  • OTHERS
    • PUSTAKA
    • BUDAYA
    • EKONOMI
    • HANKAM
    • HAM
    • JEJAK
    • GAYA HIDUP
    • INTAN JAYA
    • SOSOK
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 RAKA for Tiffa Company. All Rights Reserved.
TIFFA NEWS > News > BERITA > Titus Pekei Apresiasi Pemkab Deiyai Lestarikan Tradisi Noken
BERITABUDAYA

Titus Pekei Apresiasi Pemkab Deiyai Lestarikan Tradisi Noken

Last updated: 16/01/2026 - 11:05
By bungben
Share
Titus Pekei
SHARE

TIFFANEWS.CO.ID,- Tokoh Budaya Papua sekaligus pencetus gagasan Noken sebagai Warisan Dunia, Titus Pekei, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Deiyai yang dinilai konsisten dan sungguh-sungguh menghidupkan kembali tradisi tanah Papua di ruang-ruang pemerintahan.

Menurut Titus Pekei, langkah tersebut merupakan upaya strategis untuk menjaga, merawat, dan mengaktualkan nilai-nilai budaya Papua melalui penghadiran simbol-simbol adat seperti Noken, busur-panah, cawat, serta berbagai elemen budaya khas Papua lainnya.

“Langkah ini bukan saja memperkuat jati diri orang Papua, tetapi juga menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi ASN maupun masyarakat di Kabupaten Deiyai,” ujar Titus Pekei kepada Nadi Papua melalui pesan elektronik, Kamis (15/01).

Ia menilai, inisiatif Pemerintah Kabupaten Deiyai menunjukkan cara pandang yang visioner, terutama melalui upaya Bupati Melkianus Mote dan Wakil Bupati Ayub Pigome menghidupkan kembali moto Kabupaten Deiyai, Dou, Gai, Ekowai Enaimo, sebagai arah pembangunan daerah ke depan.

Moto tersebut, kata Titus, mencerminkan semangat hidup bersama yang berakar pada nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Me Pago.

Titus Pekei menegaskan bahwa ke depan ASN dan masyarakat Kabupaten Deiyai perlu terus mengasah pengetahuan dan meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan formal maupun autodidak.

Trending Now:  Kabupaten Mappi Aman dan Kondusif Pasca Pemungutan Suara Pilkada 2024

Peningkatan intelektualitas individu, menurutnya, merupakan fondasi penting untuk membangun kekuatan bersama secara komunal, sehingga pembangunan manusia tidak berjalan terpisah-pisah, melainkan bergerak dalam satu kesatuan nilai.

Keberadaan pagar kantor Pemerintah Kabupaten Deiyai yang dipadukan dengan lukisan dan ornamen tradisi Papua dinilai sebagai langkah simbolik sekaligus substantif dalam menyatukan nilai adat dengan ruang birokrasi.

Ornamen tersebut tidak hanya memperindah ruang publik, tetapi juga membangkitkan kesadaran akan pentingnya pelestarian dan pemajuan kebudayaan Papua di masa mendatang.

Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Kabupaten Deiyai tetap hidup berdampingan dengan adat dan tradisi leluhur. Tradisi tidak terpisah dari kehidupan modern, melainkan menjadi sumber nilai yang memberi manfaat bagi diri sendiri dan kehidupan bersama secara berkelanjutan.

Pagar tembok kantor di pusat pemerintahan Kabupaten Deiyai pun tidak sekadar berfungsi sebagai batas fisik, tetapi menjadi media pesan budaya bagi setiap orang yang datang berurusan di kantor pemerintahan Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua Tengah.

Trending Now:  Disdukcapil Merauke Gencar Sosialisasi Aplikasi Identitas Kependudukan Digital

Lukisan-lukisan tersebut menitipkan pesan bahwa Noken, busur, panah, cawat, serta berbagai unsur budaya khas Papua masih hidup, bermakna, dan patut dijaga.

Titus Pekei menilai Bupati Melkianus Mote dan Wakil Bupati Ayub Pigome menjalankan kepemimpinan yang berpijak kuat pada kearifan lokal wilayah Me Pago, sehingga keduanya dinilai pantas menjadi pemimpin bagi seluruh komponen masyarakat Kabupaten Deiyai.

Sebagai peneliti disertasi berjudul “Nilai-Nilai Noken dalam Konteks Pelestarian Lingkungan: Studi Kualitatif di Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua Tengah”, Titus Pekei mengungkapkan bahwa selama beberapa bulan berada di lokasi penelitian, ia menyaksikan langsung kemampuan pemerintah daerah dalam membaca kebutuhan riil masyarakat.

Kebutuhan tersebut antara lain mencakup aktivitas nelayan Danau Tigi dengan pukat dan perahu, pengembangan peternakan babi, penanaman pohon sebagai upaya penghijauan Lembah Tigi, serta penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat Daba, Dobiyo, Miya, dan Adama Bage di Kabupaten Deiyai.

Ke depan, ia berharap adanya perhatian lebih terhadap petani anggrek sebagai bahan baku pembuatan Noken yang mulai berkembang di Kabupaten Deiyai, serta penguatan program penanaman pohon yang sesuai dengan kondisi alam setempat.

Trending Now:  Diskusi “Tindakan Profetik dalam Aktualisasi Misi” Sambut 90 Tahun Tarekat CIJ

Dalam menjalankan tugas pemerintahan, pemimpin daerah dinilai tidak dapat dilepaskan dari kebutuhan dan kearifan lokal masyarakatnya.

Bupati Melkianus Mote dan Wakil Bupati Ayub Pigome juga dinilai menjalankan kepemimpinan yang berpijak pada kearifan lokal tujuh wilayah adat budaya Noken Papua, yakni Mamta Tabi, Domberai, Bomberai, Anim Ha, La Pago, dan Me Pago. Dengan pendekatan tersebut, keduanya dipandang layak menjadi teladan kepemimpinan pemerintahan Papua, dimulai dari Kabupaten Deiyai.

Pelestarian budaya di Kabupaten Deiyai pada akhirnya bukan sekadar nostalgia terhadap masa lalu, melainkan ikhtiar membangun masa depan yang berakar kuat pada identitas, nilai, dan kearifan lokal Papua.

Lukisan-lukisan tradisi yang hadir di ruang publik pemerintahan menjadi ekspresi penting yang menyapa manusia dan alam Deiyai, sekaligus menegaskan bahwa manusia dan lingkungan merupakan satu kesatuan yang saling terhubung dan tidak dapat dipisahkan. (bn)

You Might Also Like

Festival Media Papua 2026 Bahas Tantangan Media di Era Digital

Ombak Pasang Rusak Ruas Merauke–Ndalir, Gubernur Apolo Tinjau Langsung Lokasi

Pemuda Katolik Papua Tengah: Festival Media Jadi Ajang Refleksi dan Edukasi Peran Jurnalis di Tanah Papua

Matangkan Pelantikan Pengurus, ISKA Papua Selatan Bangun Kekuatan Intelektual Katolik di Bumi Anim Ha

bungben 16/01/2026
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Festival Media Papua 2026 Bahas Tantangan Media di Era Digital
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow US

Find US on Social Medias
Facebook Like
Twitter Follow
Youtube Subscribe
Telegram Follow
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
newsletter featurednewsletter featured

Weekly Newsletter

Kirim Email Anda agar bisa kami infokan berita pilihan terpopuler

Popular News
BERITA

Matangkan Pelantikan Pengurus, ISKA Papua Selatan Bangun Kekuatan Intelektual Katolik di Bumi Anim Ha

By Tiffa News 4 days ago
Densus 88 Satgaswil Papua Sosialisasi Bahaya Radikalisme Digital di SMA Negeri 2 Merauke
Pemuda Katolik Papua Tengah: Festival Media Jadi Ajang Refleksi dan Edukasi Peran Jurnalis di Tanah Papua
Ombak Pasang Rusak Ruas Merauke–Ndalir, Gubernur Apolo Tinjau Langsung Lokasi
Festival Media Papua 2026 Bahas Tantangan Media di Era Digital

SUARNEWS.COM

about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

  • BERITA
  • PON XX 2021
  • GALERI
  • KAMTIBMAS
  • NUSANTARA
  • PUSTAKA
  • GAYA HIDUP
  • JEJAK
  • SUARNEWS
  • INTAN JAYA
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Find Us on Socials

© TIFFANews Network. RAKA GENDIS.id Company. All Rights Reserved. Suar News

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?