TIFFANEWS.CO.ID – Akses jalan dan transportasi di kawasan perbatasan Papua Selatan masih menjadi pekerjaan rumah besar yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat.
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa, saat pertemuan Komisi II DPR RI bersama Pemerintah Provinsi Papua Selatan dan Forkopimda, Rabu (4/2/2026).
Paskalis menjelaskan, wilayah perbatasan Papua Selatan memiliki karakteristik geografis yang berat, mulai dari hutan lebat, rawa-rawa, hingga daerah terpencil yang sulit dijangkau.
“Kami di Papua Selatan ini bukan mengeluh soal mahalnya BBM, tapi yang dikeluhkan masyarakat itu sulitnya transportasi karena akses jalan yang terbatas dan sering terasa langka,” kata Paskalis.
Menurutnya, keterbatasan akses jalan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, terutama dalam mendapatkan layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan. Banyak warga perbatasan harus menempuh perjalanan jauh dengan biaya besar hanya untuk mendapatkan pelayanan dasar.

Ia menekankan pentingnya peningkatan dan pembangunan jalan nasional yang menghubungkan Merauke–Sota, Tanah Merah, hingga Boven Digoel–Yetetkun.
“Akses jalan ini adalah urat nadi. Ini yang menghubungkan pusat pemerintahan dengan masyarakat di kawasan perbatasan,” ujarnya.
Paskalis berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian lebih agar konektivitas wilayah perbatasan Papua Selatan bisa ditingkatkan secara bertahap dan berkelanjutan. (***)




