TIFFANEWS.CO.ID — Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Daerah Pemilihan Papua Selatan, Frits Tobo Wakasu melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama Komunitas Pemuda Gereja GIDI Klasis Maro, Merauke.
Kegiatan ini menjadi momentum refleksi iman sekaligus penguatan wawasan kebangsaan bagi pemuda gereja di tengah berbagai tantangan kepemudaan yang sedang mengemuka di Papua Selatan, Minggu (14/12/2025).
Dalam suasana yang kental dengan nuansa rohani dan persekutuan, sosialisasi Empat Pilar MPR RI Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—ditekankan sebagai nilai-nilai yang sejalan dengan ajaran iman Kristen tentang kasih, keadilan, perdamaian, dan tanggung jawab terhadap sesama serta bangsa.
Frits Wakasu dalam sambutannya menegaskan bahwa gereja, khususnya pemuda gereja, memiliki panggilan profetis untuk hadir menjawab krisis sosial yang dihadapi generasi muda Papua Selatan saat ini, mulai dari degradasi moral, kekerasan, penyalahgunaan miras dan narkoba, hingga hilangnya harapan hidup.
“Pemuda gereja tidak boleh tercerabut dari imannya dan juga tidak boleh tercerabut dari bangsanya. Empat Pilar MPR RI sejalan dengan nilai-nilai Injil yang mengajarkan kasih, keadilan, dan damai sejahtera. Dari gereja, pemuda harus menjadi terang dan garam bagi Papua Selatan dan bagi Indonesia,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa gereja tidak boleh hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang pembentukan karakter kebangsaan. Menurutnya, iman yang dewasa akan melahirkan sikap cinta tanah air dan tanggung jawab sosial.

“Ketika pemuda gereja hidup dalam takut akan Tuhan, maka ia akan menghormati hukum, menjaga persatuan, dan menolak kekerasan. Inilah roh Pancasila yang harus kita hidupkan bersama,” tambahnya.
Isu kepemudaan gereja di Papua Selatan belakangan menjadi sorotan, terutama terkait minimnya ruang pembinaan kepemimpinan dan keterlibatan aktif pemuda dalam pembangunan daerah. Melalui kegiatan sosialisasi ini, pemuda GIDI Klasis Maro diajak untuk memahami Empat Pilar MPR RI sebagai nilai yang dapat dihidupi dalam pelayanan gereja, kehidupan sosial, serta relasi antarumat beragama.
Diskusi berlangsung secara dialogis, diwarnai dengan refleksi iman dan respons kritis peserta terhadap kondisi sosial di Papua Selatan. Para pemuda menyatakan komitmen untuk memperkuat peran gereja sebagai benteng moral dan pusat pembinaan generasi muda yang beriman, nasionalis, dan cinta damai.
Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam membangun sinergi antara negara dan gereja, khususnya pemuda, guna melahirkan generasi Papua Selatan yang takut akan Tuhan, berkarakter kebangsaan, serta siap mengambil peran strategis dalam menjaga persatuan dan membangun masa depan daerah. (*)




