TIFFANEWS.CO.ID – Workshop pemetaan kelompok rentan yang digelar Bapperida Papua Selatan tidak hanya bertujuan mendata kelompok terdampak, tetapi juga memastikan perencanaan pembangunan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan, termasuk dalam pemanfaatan Dana Otonomi Khusus (Otsus).
Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Papua Selatan, Agustinus Joko Guritno menegaskan bahwa pemetaan menjadi langkah penting untuk memastikan kebijakan pembangunan tepat sasaran dan berdampak langsung pada masyarakat yang hidup dalam kondisi tidak layak.
“Bapperida dan tim SKALA, mari mendefinisikan kembali siapa-siapa yang masuk kelompok rentan, ada kelompok rentan yang mungkin tidak mendapatkan perhatian,” katanya.

Ia menyoroti masih adanya masyarakat yang hidup dalam kondisi memprihatinkan meski Dana Otsus telah lama diberlakukan.
“Kita lihat masih banyak masyarakat yang masih tinggal di pinggir jalan, menggunakan peti kemas dan terpal. Mereka harus mendapatkan perhatian,”ujarnya.
Menurutnya, perencanaan pembangunan harus benar-benar menghadirkan perubahan nyata.
“Artinya kita harus membuat program supaya mereka bisa hidup layak, bisa tinggal dalam rumah yang layak. Ini harus menjadi perhatian bagi Pemprov Papua Selatan dalam hal ini Bapperida yang membuat perencanaan,”kata dia.
Ia menambahkan bahwa pembangunan harus mampu mengubah kondisi masyarakat menjadi lebih baik melalui perencanaan yang komprehensif dan terarah. (***)




