TIFFANEWS.CO.ID – Di tengah sorotan terhadap Program Strategis Nasional (PSN) di Papua Selatan, Anggota DPD RI, Frits Tobo Wakasu, akhirnya angkat suara.
Dengan gaya lugas khasnya, Frits menegaskan bahwa para senator dari Papua Selatan bukan tidak peduli. Namun, kata dia, keterlibatan mereka dalam program tersebut masih sangat minim.
“Jangan sampai orang berpikir kami ini diam. Kami juga bicara soal PSN. Tapi kenyataannya, kami tidak dilibatkan,” ujarnya saat diwawancarai Tiffa News pada Kamis (2/4/2026) di Merauke.
PSN: Antara Perintah dari Atas dan Aspirasi dari Bawah
Frits memandang PSN sebagai kebijakan yang berjalan dengan dua pola sekaligus: dari atas ke bawah (top-down) dan dari bawah ke atas (bottom-up).
Menurutnya, dalam banyak kasus, pemerintah pusat mengambil alih penuh kebijakan strategis dan langsung mengeksekusi di daerah.
“Kalau pemerintah sudah ambil dari atas, itu biasanya langsung jalan. Tidak bisa diganggu lagi. Itu memang cara kerja pemerintah,” katanya.
Meski demikian, ia juga mengakui bahwa pendekatan tersebut tidak selalu mudah diterima masyarakat di awal.
“Mungkin sekarang orang anggap salah. Tapi nanti kita lihat ke depan, bisa saja itu benar dan ada manfaatnya,” tambahnya.
Senator Belum Dilibatkan
Yang menarik, Frits secara terbuka mengakui bahwa dirinya sebagai senator sekaligus putra daerah justru belum mengetahui secara detail bagaimana PSN dijalankan di Papua Selatan.
“Sampai hari ini, saya sendiri belum dilibatkan. Jadi PSN ini seperti apa, kami juga belum tahu persis,” ungkapnya.
Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa komunikasi antara pusat dan daerah, termasuk dengan perwakilan di DPD RI, masih perlu diperkuat.
Tak hanya mengkritik dari sisi kebijakan, Frits juga menyoroti perilaku sebagian masyarakat dalam menyikapi masuknya proyek besar seperti PSN.
Ia menilai masih ada kebiasaan menjual tanah tanpa perhitungan, lalu menyesal di kemudian hari.
“Masyarakat kadang jual tanah, uangnya habis untuk hal-hal yang tidak jelas. Nanti baru cari bantuan ke sana-sini. Itu yang salah,” tegasnya.
Menurutnya, tanah adalah aset jangka panjang yang harus dijaga, bukan dihabiskan dalam waktu singkat.
Jangan Salah Paham
Di akhir pernyataannya, Frits kembali menegaskan satu hal penting: jangan sampai publik salah menilai sikap para wakil daerah.
Ia memastikan bahwa dirinya dan senator lain tetap mengikuti perkembangan dan memberi perhatian terhadap PSN, meskipun tidak selalu berada di garis depan pelaksanaan.
“Kami ini tetap lihat, tetap ikut. Hanya saja memang tidak semua dilibatkan. Itu yang perlu dipahami,” tutupnya. (Djo)




