TIFFA NEWSTIFFA NEWS
  • HOME
  • BERITA
  • OLAHRAGA
  • KAMTIBMAS
  • POLITIK
  • PPS
  • NUSANTARA
  • GALERI
  • OPINI
  • OTHERS
    • PUSTAKA
    • BUDAYA
    • EKONOMI
    • HANKAM
    • HAM
    • JEJAK
    • GAYA HIDUP
    • INTAN JAYA
    • SOSOK
Search
Reading: Cinta Kasih Menembus Batas
Share
TIFFA NEWSTIFFA NEWS
Search
  • HOME
  • BERITA
  • OLAHRAGA
  • KAMTIBMAS
  • POLITIK
  • PPS
  • NUSANTARA
  • GALERI
  • OPINI
  • OTHERS
    • PUSTAKA
    • BUDAYA
    • EKONOMI
    • HANKAM
    • HAM
    • JEJAK
    • GAYA HIDUP
    • INTAN JAYA
    • SOSOK
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 RAKA for Tiffa Company. All Rights Reserved.
TIFFA NEWS > News > BERITA > Cinta Kasih Menembus Batas
BERITA

Cinta Kasih Menembus Batas

Last updated: 03/04/2026 - 11:35
By Tiffa News
Share
Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC. (Foto : Komsos Keuskupan Agung Merauke).
SHARE

Reportase Misa Kamis Putih di Katedral St. Fransiskus Xaverius – Merauke

Oleh : RD. Roy Sugianto

TIFFANEWS.CO.ID — Perayaan Misa Kamis Putih yang menjadi gerbang memasuki rangkaian Trihari Suci Paskah di Gereja Katedral St. Fransiskus Xaverius, Merauke, berlangsung khidmat namun sarat dengan pesan yang menggugat kesadaran umat. Misa agung ini dipimpin langsung oleh Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC, didampingi oleh Sekretaris Jenderal Keuskupan RD. John Kandam, serta RD. Yohanis Elia Sugianto.

Dalam homilinya, Mgr. Mandagi tidak hanya menyoroti esensi cinta kasih Kristus, tetapi juga merespons tegas berbagai isu aktual, mulai dari krisis perdamaian global hingga dinamika suksesi dan politik internal di Keuskupan Agung Merauke.

Menentang Kekerasan di Tengah Dunia yang Terluka

Uskup Mandagi membuka refleksinya dengan menyoroti situasi dunia yang masih dikoyak oleh peperangan, secara khusus menyebutkan konflik yang terjadi di Iran, Israel, dan wilayah Timur Tengah. Di tengah penderitaan, hilangnya tempat tinggal, dan korban jiwa akibat kekerasan, Gereja secara konsisten menyerukan agar “Cinta dan damai harus berkuasa.”

Trending Now:  Kembali Ke Papua Selatan, Apolo Safanpo dan Paskalis Imadawa Disambut Semarak Tari-Tarian Adat

Ia juga merefleksikan daya tarik universal dari ajaran nirkekerasan ini. Fenomena meningkatnya ketertarikan anak muda dan masyarakat di berbagai negara, seperti Prancis, Amerika Serikat, Australia, Singapura, dan Malaysia, terhadap iman Katolik, hingga antusiasme masyarakat lintas agama menyambut kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia, bersumber pada satu hal pokok: Gereja Katolik secara otentik mengajarkan cinta kasih, kedamaian, dan penolakan terhadap balas dendam.

“Kalau kita buat kekerasan terhadap sesama, berarti kita anti-Katolik, kita anti-Kristiani, kita anti-Kristus.”

Suasana Misa Kamis Putih di Katedral Merauke. (Komsos KAME)

Kritik Keras Atas Intrik Jabatan di Keuskupan Agung Merauke

Salah satu momen paling tajam dalam homili ini adalah ketika Mgr. Mandagi menyentil keras kelompok-kelompok umat yang kehilangan fokus pada ajaran kasih karena memperebutkan posisi dan pengaruh. Beliau secara terbuka mengungkap adanya gesekan dan lobi-lobi kelompok tertentu terkait siapa yang akan menjadi penerusnya kelak.

Uskup menyoroti adanya faksi-faksi, baik yang mengatasnamakan “anak perintis” maupun yang mendesak agar uskup berikutnya haruslah Orang Asli Papua (OAP).

Trending Now:  Sekda: Kunker DJPK Bukti Perhatian Pusat untuk Papua Selatan

Mgr. Mandagi menyesalkan bahwa mereka yang bersuara lantang, berdemonstrasi, dan berangkat hingga ke Jakarta demi memperjuangkan kedudukan ini, justru kerap melupakan Kristus dan jarang hadir di gereja.

Ia pun membagikan pengalaman pribadinya menghadapi fitnah, seperti dituduh “anti-Orang Papua Selatan” atau “Uskup dijual”. Namun, ia menekankan bahwa umat Katolik tidak boleh tunduk pada kekhawatiran dan rasa dibiarkan, karena penyertaan Tuhan senantiasa hadir.

Ekaristi: Pusat Hidup dan Sentilan bagi “Imam Pemalas”

Lebih lanjut, Mgr. Mandagi menegaskan kembali posisi Ekaristi sebagai pusat dan inti ajaran Gereja. Tanpa Ekaristi, Gereja Katolik di Merauke akan “mati.” Pesan ini tidak hanya diarahkan kepada umat agar tidak malas menghadiri perayaan Ekaristi di hari Minggu, tetapi juga memuat teguran keras kepada kaum klerus.

Beliau memperingatkan para imam agar merayakan Ekaristi setiap hari dan tidak menjadi “imam pemalas.” Dengan nada lugas Uskup menyatakan keprihatinannya atas fenomena di mana umat justru yang harus membangunkan pastornya untuk memimpin Misa, sebuah situasi yang ia sebut memalukan. Ekaristi harus selalu menjadi nyawa bagi kehidupan rohani umat, para imam, maupun biarawan-biarawati.

Trending Now:  Kapolres Bersama Kadis Pertanian Tinjau Kebun Warga Binaan Sat Binmas Polres Mappi

Membawa Cinta ke Tengah Masyarakat

Di akhir homilinya, Mgr. Mandagi menyadari bahwa hidup sebagai umat Katolik yang mengedepankan cinta kasih di dunia yang penuh kekerasan bukanlah hal yang mudah. Namun, melalui Sakramen Permandian, umat telah dianugerahi Roh Kudus yang memberikan kekuatan untuk mencintai sesama tanpa pandang bulu, menembus sekat agama maupun gender.

Sebagai penutup yang menggugah, Mgr. Mandagi mengutip pesan indah dari Santa Teresa dari Kalkuta:

“Ke mana pun kamu pergi, kamu harus mewartakan cinta kasih. Jangan biarkan siapapun datang kepadamu tanpa pergi dengan perasaan lebih bahagia.”

Melalui perayaan pembasuhan kaki di malam Kamis Putih ini, umat Keuskupan Agung Merauke diajak untuk kembali pada panggilan fundamentalnya: menjadi pembawa damai yang berani melawan arus kekerasan dan intrik kekuasaan dengan ketulusan cinta kasih. (***)

You Might Also Like

Jembatan Garuda Buka Akses Layanan dan Ekonomi Warga

Frits Tobo Wakasu Bicara PSN: ‘Jangan Kira Kami Diam, Tapi Memang Tidak Dilibatkan’

Frits Tobo Wakasu: Hentikan Polemik MRP, Tokoh Papua Diminta Bersatu Bangun Daerah

Mulai Pekan Depan, Pemprov Papua Selatan Berlakukan WFH Setiap Jumat

Tiffa News 03/04/2026
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Jembatan Garuda Buka Akses Layanan dan Ekonomi Warga
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow US

Find US on Social Medias
Facebook Like
Twitter Follow
Youtube Subscribe
Telegram Follow
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
newsletter featurednewsletter featured

Weekly Newsletter

Kirim Email Anda agar bisa kami infokan berita pilihan terpopuler

Popular News
BERITAPPS

Mulai Pekan Depan, Pemprov Papua Selatan Berlakukan WFH Setiap Jumat

By Tiffa News 16 hours ago
Fortembang ke RKPD 2027, Pemprov Papua Selatan Dorong Pembangunan Partisipatif
Frits Tobo Wakasu: Hentikan Polemik MRP, Tokoh Papua Diminta Bersatu Bangun Daerah
Frits Tobo Wakasu Bicara PSN: ‘Jangan Kira Kami Diam, Tapi Memang Tidak Dilibatkan’
Jembatan Garuda Buka Akses Layanan dan Ekonomi Warga

SUARNEWS.COM

about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

  • BERITA
  • PON XX 2021
  • GALERI
  • KAMTIBMAS
  • NUSANTARA
  • PUSTAKA
  • GAYA HIDUP
  • JEJAK
  • SUARNEWS
  • INTAN JAYA
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Find Us on Socials

© TIFFANews Network. RAKA GENDIS.id Company. All Rights Reserved. Suar News

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?