TIFFANEWS.CO.ID,- Destinasi wisata baru hadir di Maumere-Flores, persisnya di Kampung Riipua, 30 km arah Barat Kota Maumere. Desain wisata yang dikembangkan Romo Dr. Wilfrid Valiance, seorang sosiolog dan konsultan transformasi sosial lulusan Universitas Indonesia ini, mengusung konsep tansformasi sosial dengan pendekatan soft movement ini
Dengan semangat “dari tradisi ke Inovasi”, Kampung Riipua, kampung tradisional yang sebelumnya tidak memiliki sumber air, yang menyebabkan banyak warga hidup bergantung pada pertanian musim hujan, kini mulai berbenah menjadi sebuah destinasi Kampung Kreatif.
Ide Kampung Kreatif diperkenalkan Romo Dr. Wilfrid Valiance pada tahun 2022 melalui Forum Musyawarah Kampung.
Kata Romo Wilfrid, awalnya ia mengajak warga untuk bersama-sama mengubah wajah kampung. Tujuan agar warga betah di kampung sehingga tidak pergi merantau.
“Banyak orang tidak betah tinggal di sini dan memilih merantau ke Batam atau Malaysia. Saya ingin orang Riipua bangga pada kampung ini dan betah tinggal di sini” kata alumni Intercultural Studies Divine Word College Amerika Serikat ini.
Langkah strategis yang telah berhasil dilakukan adalah pengadaan jaringan air minum. Dengan dukungan donatur dan gotong royong warga, Kampung Riipua kini telah memiliki sumber air minum melalui aliran pipa sejauh 3 km dari sumur bor yang berlokasi di Lekebai.
“Kami sangat bersyukur. Berkat perjuangan Romo Wilfrid, kami mendapatkan uluran kasih keluarga Mama Nancy di Jakarta. Sekarang kami tidak susah air lagi. Biasanya setiap bulan kami pakai uang sekitar 200 ribu sampai 300 ribu per keluarga atau sekitar 40 juta rupiah untuk kebutuhan air warga sekampung setiap bulan”, kata Ibu Ernes Ere, warga Kampung Riipua.

Sejak hadirnya sumber air, ekonomi warga perlahan mulai bergerak. Salah satunya adalah Family Garden Agrowisata.
Usaha pertanian holtikutura pada lahan seluas 2000 m persegi ini melibatkan 46 keluarga tani. Lahan yang ditumbuhi cabe, tomat, terung, paria dan beragam tanaman lain sudah dapat dikunjungi untuk belanja sayuran sekaligus edukasi.
Spot utama atau sentra Kampung Kreatif Riipua adalah Pelataran Ina Nona Ama Peke, nama pasangan suami istri yang familiar dalam cerita dan lagu rakyat Sikka, Maumere.
Pelataran ini mulai dibangun tanggal 10 April 2026 ditandai perayaan ekaristi peletakan batu pertama oleh Uskup Maumere, bersamaan dengan pemberkatan jaringan air minum dan Family Garden Agrowisata.
Dari Tradisi Menuju Inovasi
Riipua yang dulunya merupakan kampung tradisional dengan keterbatasan sumber air kini mulai bersolek. Momentum bersejarah pembangunan area ini dimulai pada 10 April 2026 dengan perayaan ekaristi dan peletakan batu pertama oleh Uskup Maumere, yang sekaligus meresmikan pemberkatan jaringan air minum serta Family Garden Agrowisata.
Langkah besar dalam transformasi ini diawali dengan penyediaan jaringan air minum. Melalui kolaborasi dengan gotong royong warga dan bantuan donatur, khususnya keluarga Mama Nancy di Jakarta, kini air mengalir sepanjang 3 km dari sumur bor di Lekebai langsung ke pemukiman.
Dampak ekonominya sangat terasa. Salah satu warga, Ibu Ernes Ere, mengungkapkan rasa syukurnya karena warga kini dapat menghemat biaya air yang sebelumnya mencapai Rp200.000 hingga Rp300.000 per keluarga setiap bulan, atau setara total Rp40 juta per bulan untuk seluruh kampung.
Ketersediaan air memicu pertumbuhan ekonomi warga diantaraya, Family Garden Agrowisata: Lahan seluas 2.000 meter persegi yang dikelola oleh 46 keluarga tani.
Hasilnya, lahan ini memproduksi aneka tanaman hortikultura seperti cabai, tomat, terung, hingga paria. Selain menjadi tempat belanja sayuran segar, area ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi pengunjung.
Pusat dari Kampung Kreatif Riipua adalah Pelataran Ina Nona Ama Peke, nama yang diambil dari pasangan suami istri dalam cerita dan lagu rakyat Sikka.
Motivasi Romo Wilfrid agar masyarakat setempat merasa bangga dan betah membangun masa depan di tanah kelahiran mereka sendiri.(*)




