TIFFANEWS.CO.ID – Pemerintah Provinsi Papua Selatan memastikan langkah cepat penanganan pasca insiden penembakan pesawat Smart Air di wilayah Korowai, Kabupaten Boven Digoel, Rabu (11/02/2026). Fokus utama pemerintah saat ini adalah keselamatan tenaga pelayanan publik serta jaminan keamanan di wilayah terdampak.
Gubernur Papua Selatan, Prof. Dr. Ir. Apolo Safanpo, S.T., M.T., menyampaikan bahwa koordinasi telah dilakukan bersama TNI, Polri, serta pemerintah kabupaten guna memastikan situasi tetap terkendali.
“Kami sudah berkoordinasi dengan TNI dan Polri serta pemerintah kabupaten untuk memastikan situasi keamanan tetap terkendali,” ujarnya dalam wawancara.
Ia menegaskan, pemerintah berkewajiban memberikan perlindungan kepada seluruh aparatur yang menjalankan tugas negara di wilayah pedalaman.
“Dalam tugas pelayanan di wilayah tersebut, pemerintah berkewajiban memberikan perlindungan kepada seluruh petugas yang menjalankan tugas negara,” katanya.
Berdasarkan data dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi hasil koordinasi dengan pemerintah kabupaten, total petugas Puskesmas Yaniruma berjumlah 29 orang, dengan rincian:
12 orang sementara dievakuasi menuju Senggo
14 orang berada di Tanah Merah
3 orang masih berada di Yaniruma karena merupakan anak asli setempat
Tenaga kesehatan dan keluarga yang dievakuasi pada pukul 16.00 WIT menuju Senggo terdiri dari:
12 tenaga kesehatan Puskesmas Yaniruma
3 anak kecil dari tenaga kesehatan
2 staf Dinas Kesehatan Kabupaten Boven Digoel
Jumlah guru, petugas distrik, dan unsur lainnya masih dalam pendataan. Namun diperkirakan total petugas dan keluarga yang dievakuasi sekitar 28 orang.
“Kita perkirakan malam ini sekitar pukul 00.00 WIT mereka tiba di Senggo. Pemerintah sudah menyiapkan tempat penampungan sementara di Senggo sebelum selanjutnya menuju lokasi berikutnya,” jelas Gubernur.
Dalam upaya penyelamatan ini, Kabupaten Mappi dan Kabupaten Boven Digoel turut bersinergi. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mappi telah memerintahkan Kepala Puskesmas Senggo untuk menyiapkan tempat tinggal sementara bagi tenaga kesehatan dari Yaniruma.
Saat ditanya mengenai koordinasi lintas kabupaten tersebut, Gubernur menjawab singkat, “Ya, betul sekali.”
Pemerintah Provinsi Papua Selatan mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, sembari menunggu perkembangan resmi dari aparat keamanan. (***)




