TIFFANEWS.CO.ID – Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Selatan menggelar audiensi dengan Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, dalam rangka membahas kesiapan menghadapi Pra Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON), Jumat (24/4/2026).
Pertemuan berlangsung di ruang rapat Kantor Gubernur Papua Selatan, KTM Salor, dan dihadiri jajaran pengurus KONI serta perwakilan cabang olahraga (cabor).
Audiensi tersebut menjadi ruang konsolidasi awal, tidak hanya untuk melaporkan progres persiapan Pra-PON, tetapi juga membahas dukungan pembinaan atlet serta arah kebijakan pengembangan olahraga di Papua Selatan.
Dalam sambutannya, Gubernur Apolo Safanpo menegaskan bahwa kehadiran para pengurus KONI merupakan bentuk komitmen nyata terhadap kemajuan olahraga di daerah.
Ia menyampaikan harapan agar pada tahun 2026, Pemerintah Provinsi Papua Selatan dapat memberikan dukungan pembiayaan bagi kegiatan KONI maupun asosiasi cabang olahraga.
“Dalam situasi saat ini, kita dihadapkan pada kondisi ekonomi yang tidak mudah, baik secara global maupun nasional. Pemerintah sedang melakukan efisiensi di berbagai sektor,” ujar Apolo.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menghentikan proses pembinaan atlet. Pemerintah, kata dia, tetap berupaya menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab sambil memaksimalkan potensi yang ada.
Apolo juga menyinggung perubahan peradaban global yang turut memengaruhi pola pembinaan olahraga, termasuk dalam hal pembiayaan kegiatan.
“Sekarang banyak kegiatan tidak bisa berjalan tanpa dukungan anggaran. Karena itu, perlu ada prioritas—mana kegiatan yang benar-benar penting dan berpotensi menghasilkan prestasi,” katanya.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Papua Selatan saat ini tengah melakukan penyesuaian anggaran, termasuk membuka peluang dukungan terhadap KONI melalui APBD Perubahan.
Namun, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, proses perencanaan APBD Perubahan baru dapat dilakukan setelah selesainya pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Saat ini BPK masih melakukan pemeriksaan terperinci dengan durasi sekitar 60 hari. Diperkirakan selesai awal Mei, sehingga kita bisa mulai menyusun KUA-PPAS hingga APBD Perubahan,” jelasnya.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan dalam regulasi Kementerian Dalam Negeri, penetapan APBD Perubahan ditargetkan dapat dilakukan sekitar pertengahan tahun.
Dalam kesempatan itu, Apolo juga mengingatkan agar KONI dan seluruh cabang olahraga tetap menjalankan pembinaan dan pelatihan atlet secara berkelanjutan, meskipun dalam keterbatasan.
“Jangan sampai keterbatasan dana membuat kita berhenti bekerja. Tugas pembinaan dan pengabdian harus tetap berjalan, disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Papua Selatan, lanjutnya, akan tetap berupaya memberikan dukungan melalui skema penyesuaian anggaran pada tahun berjalan. (NOEL)




