TIFFANEWS.CO.ID – Pemerintah Provinsi Papua Selatan berkomitmen memperhatikan seluruh denominasi gereja yang ada di wilayah tersebut sebagai bagian dari upaya mendukung pelayanan keagamaan dan pembangunan masyarakat.
Hal itu disampaikan Asisten III Bidang Umum Setda Papua Selatan, Alberth A. Rapami, saat mewakili Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo dalam Sidang Majelis Daerah Khusus Badan Pengurus Wilayah Khusus (BPWK) Gereja Bethel Indonesia (GBI) Papua Selatan yang berlangsung di Gedung Bellafiesta, Merauke, Selasa (2/6/2026).
Dalam sambutannya, Alberth mengatakan Pemerintah Provinsi Papua Selatan akan memberikan perhatian kepada seluruh denominasi gereja yang melayani masyarakat di wilayah Papua Selatan.
Menurutnya, kehadiran Provinsi Papua Selatan merupakan hasil perjuangan panjang masyarakat yang akhirnya diwujudkan melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2022 tentang Pembentukan Provinsi Papua Selatan.
“Ini adalah perjuangan panjang kurang lebih 20 tahun,” kata Alberth.

Ia menjelaskan, Provinsi Papua Selatan resmi berdiri pada 11 November 2022 yang ditandai dengan pelantikan Penjabat Gubernur Papua Selatan saat itu, Apolo Safanpo, yang kini menjabat sebagai gubernur definitif.
Alberth menuturkan, pembentukan daerah otonom baru bertujuan untuk memperpendek rentang kendali pemerintahan sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif.
“Inti dari pembangunan adalah pelayanan kepada masyarakat. Hal yang sama juga dilakukan oleh gereja-gereja melalui pelayanan kepada umat,” ujarnya.
Ia mengakui bahwa dalam menjalankan pelayanan, pemerintah maupun gereja menghadapi berbagai tantangan. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan sangat diperlukan dalam mendukung pembangunan daerah.
Pada kesempatan tersebut, Alberth menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada gereja, para jemaat, serta hamba-hamba Tuhan yang selama ini turut berkontribusi dalam menjaga kehidupan sosial dan spiritual masyarakat di Papua Selatan.
“Saya percaya bahwa hamba-hamba Tuhan dan semua umat yang setia bekerja di atas tanah ini akan mendapat tanda heran yang satu ke tanda heran yang lain,” tuturnya.
Sidang Majelis Daerah Khusus BPWK GBI Papua Selatan menjadi momentum penting bagi gereja untuk melakukan evaluasi, konsolidasi organisasi, serta memperkuat pelayanan kepada jemaat di wilayah Papua Selatan. (*)




