TIFFANEWS.CO.ID – Kenaikan harga sejumlah bahan pokok di Pasar Wamanggu, Kabupaten Merauke, mulai dikeluhkan para pedagang. Lonjakan harga yang terjadi dalam beberapa hari terakhir dinilai berdampak langsung terhadap penjualan karena daya beli masyarakat cenderung menurun.
Berdasarkan hasil wawancara TIFFANEWS.CO.ID dengan sejumlah pedagang di Pasar Wamanggu pada Sabtu (13/6/2026), kenaikan harga mulai dirasakan setelah adanya penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh PT Pertamina sejak 10 Juni 2026.
Para pedagang mengaku kenaikan biaya transportasi turut memengaruhi harga pasokan barang dari distributor sehingga harga jual berbagai kebutuhan pokok ikut mengalami penyesuaian.
Salah seorang pedagang sembako, Sri Utami, mengatakan dampak kenaikan BBM sangat terasa terhadap harga kebutuhan pokok maupun aktivitas jual beli di pasar.
“Pengaruhnya sangat terasa. Biasanya penjualan lancar, sekarang agak sulit karena pembeli semakin berkurang. Kami juga harus mengikuti harga dari pemasok yang terus naik,” ujarnya.

Menurut Sri, beberapa komoditas mengalami kenaikan cukup signifikan. Harga bawang yang sebelumnya sekitar Rp50 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp70 ribu per kilogram. Sementara harga tomat yang sebelumnya berkisar Rp20 ribu per kilogram kini mencapai Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram.
Selain itu, harga wortel yang sebelumnya berada di kisaran Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram kini melonjak hingga Rp60 ribu per kilogram.
Sri menjelaskan, berdasarkan informasi dari pemasok, kenaikan harga dipicu oleh meningkatnya biaya angkutan pasca penyesuaian harga BBM.
“Dari pemasok bilang biaya angkutan naik, jadi harga barang juga ikut naik. Hampir semua kebutuhan mengalami kenaikan,” katanya.
Ia berharap harga kebutuhan pokok dapat kembali stabil sehingga masyarakat dapat berbelanja seperti biasa dan pedagang dapat menjalankan usahanya dengan lebih baik.
Keluhan serupa disampaikan pedagang lainnya, Siti Amanah, yang telah berjualan di Pasar Wamanggu sejak pasar tersebut mulai beroperasi pada 2013.
Menurutnya, kenaikan harga terjadi pada berbagai komoditas, terutama bumbu dapur seperti cabai, tomat, dan bawang.

“Cabai yang sebelumnya sekitar Rp60 ribu sampai Rp70 ribu per kilogram sekarang sudah mencapai Rp90 ribu bahkan hampir Rp100 ribu per kilogram. Tomat yang sebelumnya Rp15 ribu sampai Rp20 ribu sekarang sudah Rp30 ribu sampai Rp35 ribu per kilogram,” ungkapnya.
Siti menyebut harga bawang mengalami kenaikan cukup tajam, dari sekitar Rp50 ribu menjadi Rp120 ribu per kilogram.
Selain itu, harga minyak goreng juga mengalami kenaikan. Minyak goreng merek Bimoli yang sebelumnya dijual sekitar Rp25 ribu per liter kini naik menjadi Rp28 ribu per liter.
“Hampir semua kebutuhan pokok naik. Saat ini wortel juga mahal, harganya sudah sekitar Rp60 ribu per kilogram,” katanya.
Lebih lanjut, Siti mengungkapkan menurunnya daya beli masyarakat turut berdampak pada aktivitas jual beli di pasar. Banyak konsumen kini lebih selektif dalam berbelanja karena harus menyesuaikan pengeluaran rumah tangga dengan kebutuhan lainnya.
“Daya beli masyarakat memang menurun cukup terasa. Mungkin karena banyak kebutuhan lain yang harus dipenuhi, termasuk kebutuhan anak sekolah, sehingga pembelian menjadi berkurang,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok agar tetap terjangkau oleh masyarakat.
“Kalau bisa harga bahan pokok diturunkan agar daya beli masyarakat kembali meningkat. Kami pedagang juga berharap pasar kembali ramai dan kondisi harga lebih stabil,” tutupnya. (***)




