TIFFA NEWSTIFFA NEWS
  • HOME
  • BERITA
  • OLAHRAGA
  • KAMTIBMAS
  • POLITIK
  • PPS
  • NUSANTARA
  • GALERI
  • OPINI
  • OTHERS
    • PUSTAKA
    • BUDAYA
    • EKONOMI
    • HANKAM
    • HAM
    • JEJAK
    • GAYA HIDUP
    • INTAN JAYA
    • SOSOK
Search
Reading: Harga Bahan Pokok di Pasar Wamanggu Naik, Pedagang Keluhkan Penjualan Menurun
Share
TIFFA NEWSTIFFA NEWS
Search
  • HOME
  • BERITA
  • OLAHRAGA
  • KAMTIBMAS
  • POLITIK
  • PPS
  • NUSANTARA
  • GALERI
  • OPINI
  • OTHERS
    • PUSTAKA
    • BUDAYA
    • EKONOMI
    • HANKAM
    • HAM
    • JEJAK
    • GAYA HIDUP
    • INTAN JAYA
    • SOSOK
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 RAKA for Tiffa Company. All Rights Reserved.
TIFFA NEWS > News > BERITA > Harga Bahan Pokok di Pasar Wamanggu Naik, Pedagang Keluhkan Penjualan Menurun
BERITAEKONOMI

Harga Bahan Pokok di Pasar Wamanggu Naik, Pedagang Keluhkan Penjualan Menurun

Last updated: 13/06/2026 - 23:40
By Tiffa News
Share
Kenaikan harga sejumlah bahan pokok di Pasar Wamanggu.
SHARE

TIFFANEWS.CO.ID – Kenaikan harga sejumlah bahan pokok di Pasar Wamanggu, Kabupaten Merauke, mulai dikeluhkan para pedagang. Lonjakan harga yang terjadi dalam beberapa hari terakhir dinilai berdampak langsung terhadap penjualan karena daya beli masyarakat cenderung menurun.

Berdasarkan hasil wawancara TIFFANEWS.CO.ID dengan sejumlah pedagang di Pasar Wamanggu pada Sabtu (13/6/2026), kenaikan harga mulai dirasakan setelah adanya penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh PT Pertamina sejak 10 Juni 2026.

Para pedagang mengaku kenaikan biaya transportasi turut memengaruhi harga pasokan barang dari distributor sehingga harga jual berbagai kebutuhan pokok ikut mengalami penyesuaian.

Salah seorang pedagang sembako, Sri Utami, mengatakan dampak kenaikan BBM sangat terasa terhadap harga kebutuhan pokok maupun aktivitas jual beli di pasar.

“Pengaruhnya sangat terasa. Biasanya penjualan lancar, sekarang agak sulit karena pembeli semakin berkurang. Kami juga harus mengikuti harga dari pemasok yang terus naik,” ujarnya.

Trending Now:  Koramil 1702-08/Karubaga Gelar Karya Bakti bersama Warga
Sri Utami, Pedagang Pasar Wamanggu.

Menurut Sri, beberapa komoditas mengalami kenaikan cukup signifikan. Harga bawang yang sebelumnya sekitar Rp50 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp70 ribu per kilogram. Sementara harga tomat yang sebelumnya berkisar Rp20 ribu per kilogram kini mencapai Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram.

Selain itu, harga wortel yang sebelumnya berada di kisaran Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram kini melonjak hingga Rp60 ribu per kilogram.

Sri menjelaskan, berdasarkan informasi dari pemasok, kenaikan harga dipicu oleh meningkatnya biaya angkutan pasca penyesuaian harga BBM.

“Dari pemasok bilang biaya angkutan naik, jadi harga barang juga ikut naik. Hampir semua kebutuhan mengalami kenaikan,” katanya.

Ia berharap harga kebutuhan pokok dapat kembali stabil sehingga masyarakat dapat berbelanja seperti biasa dan pedagang dapat menjalankan usahanya dengan lebih baik.

Keluhan serupa disampaikan pedagang lainnya, Siti Amanah, yang telah berjualan di Pasar Wamanggu sejak pasar tersebut mulai beroperasi pada 2013.

Trending Now:  Tarian Adat Massal Awali Kunjungan Kerja Gubernur Papua Selatan di Kabupaten Asmat

Menurutnya, kenaikan harga terjadi pada berbagai komoditas, terutama bumbu dapur seperti cabai, tomat, dan bawang.

Siti Aminah, Pedagang Pasar Wamanggu.

“Cabai yang sebelumnya sekitar Rp60 ribu sampai Rp70 ribu per kilogram sekarang sudah mencapai Rp90 ribu bahkan hampir Rp100 ribu per kilogram. Tomat yang sebelumnya Rp15 ribu sampai Rp20 ribu sekarang sudah Rp30 ribu sampai Rp35 ribu per kilogram,” ungkapnya.

Siti menyebut harga bawang mengalami kenaikan cukup tajam, dari sekitar Rp50 ribu menjadi Rp120 ribu per kilogram.

Selain itu, harga minyak goreng juga mengalami kenaikan. Minyak goreng merek Bimoli yang sebelumnya dijual sekitar Rp25 ribu per liter kini naik menjadi Rp28 ribu per liter.

“Hampir semua kebutuhan pokok naik. Saat ini wortel juga mahal, harganya sudah sekitar Rp60 ribu per kilogram,” katanya.

Lebih lanjut, Siti mengungkapkan menurunnya daya beli masyarakat turut berdampak pada aktivitas jual beli di pasar. Banyak konsumen kini lebih selektif dalam berbelanja karena harus menyesuaikan pengeluaran rumah tangga dengan kebutuhan lainnya.

Trending Now:  Siap Ikut PON 2024, Soleman Jambormias : KONI Papua Selatan Segera Bentuk Kepengurusan

“Daya beli masyarakat memang menurun cukup terasa. Mungkin karena banyak kebutuhan lain yang harus dipenuhi, termasuk kebutuhan anak sekolah, sehingga pembelian menjadi berkurang,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok agar tetap terjangkau oleh masyarakat.

“Kalau bisa harga bahan pokok diturunkan agar daya beli masyarakat kembali meningkat. Kami pedagang juga berharap pasar kembali ramai dan kondisi harga lebih stabil,” tutupnya. (***)

You Might Also Like

Menko Pangan Ungkap Rencana Pembangunan B50 di Papua Selatan

Aksi Peduli Lingkungan, BMP Merauke Bersihkan Drainase dan Dorong Kesadaran Masyarakat

Kanwil KemenHAM Papua Barat Minta Dua Perda Kesehatan dan Masyarakat Adat Direvisi

Kadinkes Papua Selatan Siapkan Komitmen Lintas Sektor Percepat Eliminasi Kusta dan Penyakit Prioritas

Tiffa News 13/06/2026
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Papua Football Academy Gelar Seleksi Pemain U-13 di Merauke
Next Article Satbinmas Polres Merauke Tingkatkan Kompetensi Satpam PT ACP-APM
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow US

Find US on Social Medias
Facebook Like
Twitter Follow
Youtube Subscribe
Telegram Follow
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
newsletter featurednewsletter featured

Weekly Newsletter

Kirim Email Anda agar bisa kami infokan berita pilihan terpopuler

Popular News
BERITAEKONOMI

Berawal dari Bantuan Pemerintah, Peternak OAP di Kampung Urumb Kini Produksi 200 Butir Telur per Hari

By Tiffa News 6 days ago
Salurkan Sembako kepada Masyarakat, Ketua Marga Gebze Kampung Urumb Jelaskan Makna PSN
Kanwil KemenHAM Papua Barat Minta Dua Perda Kesehatan dan Masyarakat Adat Direvisi
Kadinkes Papua Selatan Siapkan Komitmen Lintas Sektor Percepat Eliminasi Kusta dan Penyakit Prioritas
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo Teken Komitmen Nasional Percepatan Eliminasi Kusta

SUARNEWS.COM

about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

  • BERITA
  • PON XX 2021
  • GALERI
  • KAMTIBMAS
  • NUSANTARA
  • PUSTAKA
  • GAYA HIDUP
  • JEJAK
  • SUARNEWS
  • INTAN JAYA
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Find Us on Socials

© TIFFANews Network. RAKA GENDIS.id Company. All Rights Reserved. Suar News

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?