TIFFANEWS.CO.ID – Ketua Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kabupaten Merauke, Stefanus Mega Panda, mengajak generasi muda di Papua Selatan mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Pesan tersebut disampaikan Stefanus menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Menurutnya, pemuda memiliki peran penting dalam memanfaatkan kemerdekaan melalui pendidikan, profesi, serta kontribusi langsung kepada masyarakat.
“Mari kita sebagai pemuda mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal yang positif. Ketika kita sebagai mahasiswa, kita menuntut pendidikan dengan baik. Kalau sudah selesai dari universitas atau sekolah tinggi, kita mengisi kemerdekaan itu dengan profesi kita,” kata Stefanus.
Ia mengatakan, kontribusi pemuda dapat dilakukan sesuai dengan ilmu dan kemampuan masing-masing. Dirinya mencontohkan keterlibatannya sebagai Ketua Pemuda Katolik sekaligus Ketua Koperasi di Kampung Muting yang berupaya memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Menurut Stefanus, perkembangan pemuda di Papua Selatan saat ini cukup positif. Hal tersebut terlihat dari tingginya antusiasme anak muda terhadap pendidikan maupun keterlibatan mereka dalam berbagai bidang.
Ia menyebut jumlah mahasiswa asal Papua Selatan yang diterima di Universitas Musamus (Unmus) telah mencapai sekitar 2.300 orang. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya minat generasi muda dari Merauke, Mappi, Asmat dan Boven Digoel untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
“Anak-anak Papua Selatan sangat antusias dengan pendidikan, terutama Universitas Musamus dengan berbagai ilmu. Namun, anak-anak Papua Selatan juga sangat kreatif. Ada yang terjun di dunia media, ada juga yang terjun di dunia bisnis, pertanian dan perkebunan,” ujarnya.
Stefanus menilai pemuda Papua Selatan memiliki kemampuan untuk bersaing tidak hanya di tingkat lokal dan regional, tetapi juga hingga tingkat nasional.
Karena itu, ia meminta generasi muda tidak hanya melihat berbagai persoalan sebagai hambatan, tetapi mampu mengubah tantangan menjadi peluang untuk berkembang.
Menurutnya, pembangunan yang tengah berlangsung di Papua Selatan juga harus dilihat sebagai peluang bagi generasi muda untuk meningkatkan kapasitas dan mengembangkan potensi daerah.
“Sebagai pemuda kita melihat peluang yang mana yang bisa kita kerjakan untuk mengembangkan potensi sumber daya manusia itu sendiri maupun mengelola apa yang bisa kita kelola dalam cakupan Provinsi Papua Selatan,” katanya.
Stefanus mencontohkan pengembangan Kopi Muting oleh anak Merauke melalui RKD Coffee sebagai salah satu bentuk kreativitas pemuda dalam mengembangkan potensi lokal.
Ia menilai pengembangan potensi lokal tersebut merupakan bagian dari cara generasi muda mengisi kemerdekaan melalui kegiatan yang produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Stefanus menekankan pentingnya investasi SDM menjelang Indonesia Emas 2045. Menurutnya, Indonesia memiliki waktu sekitar 19 tahun untuk mempersiapkan generasi yang mampu mengelola berbagai potensi sumber daya alam secara berkelanjutan.
“Kita boleh investasi sumber daya alam, tetapi tanpa sumber daya manusia yang unggul pasti tidak akan bisa mencapai pengelolaan sumber daya alam yang baik dan ramah lingkungan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya mempersiapkan SDM Papua menghadapi masa depan, termasuk dalam konteks pelaksanaan Otonomi Khusus (Otsus) Papua.
Menurutnya, pembicaraan mengenai Otsus tidak hanya harus berfokus pada awal pelaksanaannya, tetapi juga bagaimana kesiapan masyarakat Papua ketika Otsus berakhir.
“Orang selalu berpikir awal Otsus ini, tapi kita harus berpikir berakhirnya Otsus ini bagaimana. SDM kita siap atau tidak?” ujarnya.
Stefanus berharap keberpihakan terhadap masyarakat Papua dapat terus diperkuat melalui regulasi dan kebijakan pemerintah, termasuk dalam pengembangan kepemimpinan daerah dan peningkatan kualitas SDM.
Ia juga mendorong pengembangan Universitas Musamus menjadi perguruan tinggi unggul di Selatan Tanah Papua. Menurutnya, keberadaan universitas tersebut memiliki peran strategis karena menjadi salah satu pusat pendidikan bagi empat kabupaten di Papua Selatan.
“Investasi sumber daya manusia itu yang sangat perlu dan sangat penting karena itu adalah warisan yang bisa kita jaga,” katanya.
Dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Stefanus mengajak pemuda Papua Selatan untuk terus belajar, berkarya dan memanfaatkan peluang yang tersedia agar mampu berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
Ia menilai peningkatan kualitas SDM merupakan salah satu kunci utama dalam mewujudkan pembangunan Papua Selatan sekaligus mempersiapkan generasi Papua menuju Indonesia Emas 2045. (JW)




