TIFFANEWS.CO.ID — Tim 18 Ekspedisi Patriot IPB University menggelar Pelatihan “BERIKAN” (Berdaya dari Hilirisasi Ikan) di Aula SMP Negeri Wayau, Distrik Animha, Jumat (18/9/2026). Kegiatan ini digagas untuk meningkatkan nilai tambah komoditas perikanan air tawar lokal sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat Orang Asli Papua (OAP).
Ketua Tim 18 Ekspedisi Patriot, Dr. Adi Hadianto, S.P., M.Si., menjelaskan bahwa wilayah perairan darat dan rawa di Distrik Animha kaya akan berbagai jenis ikan air tawar, seperti gabus (gastor), sepat, betik, serta mujair. Namun, potensi ini belum optimal karena hasil tangkapan biasanya dijual dalam kondisi segar dengan harga terjangkau ketika musim panen tiba.
“Pengolahan menjadi ikan asin memiliki prospek pasar yang sangat terbuka, baik untuk memenuhi kebutuhan di Merauke maupun pengiriman ke luar daerah seperti Pulau Jawa. Selain memberikan pelatihan, tim juga mendampingi pembentukan kelompok UMKM di Kampung Wayau dan Baad serta mengawal rantai pasok hingga menghubungkan produsen dengan pembeli (off-taker). Lanjut Adi
Pelatihan teknis menghadirkan akademisi Universitas Musamus Merauke, Sunarni, S.Pi., M.Si. Para peserta dibekali materi seputar standar higienitas, teknik pembelahan punggung (butterfly cut), pengukuran kadar garam kristal yang tepat (5% hingga 30% dari berat ikan), metode pemeraman, serta tahap penjemuran yang benar.

Kepala Distrik Animha Mariny Renyut, S.ST.P., M.A.P menyambut baik langkah Tim Ekspedisi Patriot yang tidak sekadar menyelenggarakan pelatihan, melainkan memberikan pendampingan berkelanjutan agar masyarakat lokal dapat mandiri dan bersaing secara ekonomi.
“Harapannya masyarakat dapat belajar dan berusaha yang nantinya akan di dampingi sampai membentuk kelompok serta tidak selesai sampai pelatihan saja, dan bisa berkelanjutan untuk menghasilkan lebih dari ikan mentah yang dijual langsung”. Lanjut Mariny Renyut
Program hilirisasi ikan air tawar ini menjadi langkah strategis untuk mengubah potensi perikanan Animha yang melimpah menjadi produk olahan bernilai tinggi, sekaligus mendorong kemandirian dan daya saing ekonomi masyarakat OAP secara jangka panjang melalui pendampingan UMKM terpadu dari hulu ke hilir. (***)




