TIFFANEWS.CO.ID – Kekeringan mulai mengancam produksi padi di Papua Selatan. Sejumlah lahan pertanian di Kabupaten Merauke berpotensi mengalami gagal panen karena pasokan air semakin terbatas.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena sebagian tanaman padi saat ini masih berusia muda dan membutuhkan pasokan air hingga memasuki masa panen.
Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan, dan Perikanan Provinsi Papua Selatan, Paino, mengatakan pemerintah belum memiliki data final mengenai luas lahan yang terdampak kekeringan. Pendataan masih dilakukan untuk memastikan luasan tanaman yang berpotensi mengalami gagal panen.
“Untuk data berapa ribu hektare yang terdampak, kami belum memiliki data pasti. Namun, dengan kondisi kekeringan ini memang di beberapa lokasi terdampak, termasuk gagal panen karena kekurangan air,” kata Paino usai mengikuti upacara Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026 di KTM (Kota Terpadu Mandiri) Salor, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Kamis (17/9/2026).
Menurut Paino, kondisi yang cukup mengkhawatirkan terjadi pada tanaman padi yang saat ini berusia sekitar satu bulan. Apabila dalam dua bulan ke depan tidak tersedia sumber air yang cukup, tanaman tersebut berisiko tidak dapat dipanen.
Sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan antara lain Kurik, Semangka dan Tanah Miring. Sementara lahan yang masih memiliki sumber air tetap dimanfaatkan untuk pertanaman, meski luasnya terbatas.
Dampak kekeringan tersebut mulai menjadi perhatian karena berpotensi mempengaruhi produksi beras lokal. Pemerintah Provinsi Papua Selatan pun telah berkoordinasi dengan Perum Bulog untuk mengantisipasi kebutuhan beras masyarakat hingga akhir tahun.
“Kalau untuk kebutuhan Merauke saja cukup. Cuma nanti ada kegiatan bantuan-bantuan kepada masyarakat. Hasil koordinasi dengan Bulog, akan mendatangkan beras dari luar karena memang tidak cukup sampai Desember,” ujarnya.
Di tengah ancaman penurunan produksi, pemerintah masih berupaya menyelamatkan tanaman yang terdampak. Koordinasi dilakukan bersama pemerintah kabupaten dan Balai Sungai Rawa untuk melihat kemungkinan penggunaan pompa pada lahan yang masih memungkinkan diselamatkan.
Paino mengatakan kondisi kekeringan tidak hanya terjadi di Merauke, tetapi juga menjadi persoalan di sejumlah wilayah Indonesia. Karena itu, pemerintah masih melakukan pendataan sekaligus menyiapkan langkah antisipasi terhadap dampaknya terhadap produksi pangan.
Di sisi lain, penyerapan beras oleh Bulog pada 2026 disebut baru mencapai sekitar 4.000 ton dari target sekitar 27 ribu ton.
Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam menyiapkan pasokan beras guna memenuhi kebutuhan masyarakat Papua Selatan hingga akhir tahun.
(JW)




