TIFFANEWS.CO.ID – Tim 19 SDM Ekspedisi Patriot IPB University menggelar pelatihan dan pendampingan budidaya selada hidroponik bagi ibu-ibu PKK dari sejumlah kampung di Kawasan Transmigrasi Salor, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, pada 17 Oktober 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Kampung Candra Jaya, Distrik Kurik, tersebut diikuti ibu-ibu PKK dari Kampung Harapan Makmur, Candra Jaya, Kurik, Wonorejo, Salor Indah, serta anggota Persit Yonif TP 801/Nduka Adyatama Yudha (NAY).
Tim Ekspedisi Patriot IPB University dipimpin Ir. Supriyanto, S.TP., M.Kom., Ph.D., bersama anggota Tedi Zulia Putra, S.Hut.; An Husaini Hadiarrahman, S.Tr.Bns.; M. Zulham Azhar Magfirah H., S.T.; Ifa Khofifah, S.Si.; dan Kuzaima Taqiyya Azqa Nabila Faza, S.P.
Pelatihan ini bertujuan memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) melalui penerapan teknologi pertanian yang dapat dikembangkan masyarakat. Hidroponik dinilai menjadi salah satu alternatif budidaya sayuran di lahan terbatas sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan pangan keluarga, terutama ketika kondisi lingkungan dan musim memengaruhi kegiatan pertanian.
Kepala Kampung Candra Jaya, Aris Rahmadi, menyambut baik pelaksanaan pelatihan tersebut. Ia menilai hidroponik dapat menjadi pilihan metode budidaya yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya saat musim kemarau.


“Kami menyambut baik pelatihan hidroponik ini karena memberikan masyarakat alternatif metode tanam yang dapat diterapkan, terutama pada musim kemarau,” ujar Aris Rahmadi.
Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga mengikuti praktik langsung tahapan budidaya hidroponik. Materi meliputi penyemaian benih, pembuatan dan penggunaan nutrisi AB Mix, pindah tanam, pemeliharaan tanaman, hingga pemanenan. Peserta juga mempraktikkan pembuatan Yellow Trap sebagai salah satu metode pengendalian hama.
Selada menjadi salah satu komoditas yang diperkenalkan dalam pelatihan ini. Pemilik kebun hidroponik, Eko Yuli Suryatiningsih, menyebut selada hasil budidaya hidroponik mendapat respons positif dari konsumen, terutama dari segi tekstur dan rasa.
“Dari konsumen mengatakan selada hasil hidroponik punya tekstur yang lebih renyah dan rasa yang tidak pahit dibandingkan dengan selada yang ditanam di tanah,” ujar Eko Yuli.
Dukungan juga disampaikan Ketua PKK Salor Indah, Suharti. Menurutnya, materi pelatihan sesuai dengan kebutuhan ibu-ibu PKK yang saat ini sedang mengembangkan instalasi hidroponik di wilayahnya.
“Materi pelatihan yang diberikan mengajarkan dasar-dasar budidaya hidroponik yang sangat dibutuhkan oleh ibu-ibu PKK. Saat ini kami juga sedang membangun instalasi hidroponik di samping Balai Kampung Salor Indah. Kami berharap pelatihan ini dapat memberikan manfaat dan menjadi bekal dalam pengembangan instalasi tersebut ke depannya,” ujarnya.
Melalui praktik langsung, peserta memperoleh pengalaman dalam mengelola nutrisi tanaman, melakukan pemeliharaan, mengendalikan hama, serta menentukan waktu panen. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan pada instalasi hidroponik di kampung masing-masing.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Tim 19 SDM Ekspedisi Patriot IPB University dalam mendorong penguatan kapasitas masyarakat melalui penerapan teknologi pertanian. Kolaborasi dengan pemerintah kampung, PKK, dan Persit diharapkan dapat mendukung keberlanjutan budidaya hidroponik sekaligus membuka peluang pengembangan pertanian lokal yang produktif di Kawasan Transmigrasi Salor. (***)




