TIFFANEWS.CO.ID – Ketua Marga Mahuze Kampung Waan, Yohan Lamis Mahuze, mengajak masyarakat adat untuk berperan aktif dalam mendukung pembangunan infrastruktur, memperlancar distribusi logistik, mengembangkan pertanian, serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi bersama masyarakat adat Marga Mahuze yang berlangsung di Jalan Kelapa 3, Gang Kelapa 3, Mandala, Distrik Merauke, Kamis (22/10/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 09.30 hingga 11.10 WIT tersebut dihadiri sekitar 100 orang.
Dalam pertemuan itu, Yohan menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur jalan yang menghubungkan pusat perdagangan dengan kampung-kampung terpencil. Menurutnya, akses transportasi yang lebih baik dapat membantu memperlancar distribusi barang sekaligus mengurangi beban biaya logistik yang ditanggung masyarakat.
Ia mencontohkan kondisi di Kampung Slou, ketika harga air mineral yang dijual sekitar Rp5.000 di Kota Merauke dapat mencapai Rp10.000 di kampung. Perbedaan harga tersebut menjadi salah satu gambaran tantangan distribusi kebutuhan pokok di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses transportasi.
“Kami berharap akses jalan darat menuju kampung-kampung yang selama ini sulit dijangkau dapat menjadi perhatian bersama. Jika konektivitas semakin baik, distribusi barang akan lebih mudah dan masyarakat di kampung tidak terlalu terbebani oleh tingginya biaya logistik,” ucap Yohan dalam sosialisasi tersebut.

Selain infrastruktur jalan, pembahasan juga mencakup kapasitas Pelabuhan Merauke dan kondisi alur pelayaran Kali Maro yang dipengaruhi pasang surut air laut. Kedua aspek tersebut dinilai penting dalam mendukung kelancaran arus barang dan kegiatan ekonomi di Papua Selatan.
Yohan turut menyinggung rencana pembangunan dermaga besar di wilayah Wanam. Menurutnya, pembangunan infrastruktur pelabuhan perlu didukung perencanaan dan perhitungan ekonomi yang matang agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, terutama dalam meningkatkan kapasitas bongkar muat dan memperkuat konektivitas logistik.
Di samping pembangunan infrastruktur, kegiatan sosialisasi tersebut juga membahas pengembangan program pertanian sebagai salah satu upaya mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Penguatan sektor pertanian diharapkan dapat membuka peluang bagi masyarakat kampung untuk mengembangkan potensi lokal dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Pada kesempatan yang sama, Yohan mengajak masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban mulai dari lingkungan masing-masing. Ia mengingatkan pentingnya pengendalian diri, saling menghormati, serta menghindari tindakan yang berpotensi memicu perselisihan antarindividu maupun antarkeluarga.
“Keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab kita bersama. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga sikap, saling menghormati, dan tidak mudah terpancing persoalan yang dapat menimbulkan konflik antarkeluarga,” demikian pokok imbauan Yohan kepada masyarakat.
Menurutnya, hubungan kekerabatan yang kuat di tengah masyarakat Merauke perlu dijaga melalui komunikasi yang baik dan penyelesaian persoalan secara bijaksana. Dengan demikian, perbedaan atau persoalan pribadi tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Kegiatan tersebut turut dihadiri tokoh perempuan Kampung Waan, Yohana Gebze; tokoh masyarakat Marjus Beyop; serta tokoh pemuda Rafael Marques Beyop.
Melalui sosialisasi ini, Yohan berharap masyarakat adat semakin memahami pentingnya keterlibatan bersama dalam pembangunan, penguatan ekonomi lokal, dan pemeliharaan kamtibmas. Kegiatan sosialisasi ditutup dengan penyerahan bantuan sembako oleh Yohan Lamis Mahuze kepada masyarakat yang hadir. Pemberian tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga sekaligus mempererat hubungan silaturahmi dan kebersamaan antara Ketua Marga Mahuze Kampung Waan dengan masyarakat adat. (***)




