TIFFA NEWSTIFFA NEWS
  • HOME
  • BERITA
  • OLAHRAGA
  • KAMTIBMAS
  • POLITIK
  • PPS
  • NUSANTARA
  • GALERI
  • OPINI
  • OTHERS
    • PUSTAKA
    • BUDAYA
    • EKONOMI
    • HANKAM
    • HAM
    • JEJAK
    • GAYA HIDUP
    • INTAN JAYA
    • SOSOK
Search
Reading: Kepala Dinas Kesehatan PPS, dr. Herlina : Pemerintah Komitmen Turunkan Angka Stunting Dibawah 14 Persen Tahun 2024
Share
TIFFA NEWSTIFFA NEWS
Search
  • HOME
  • BERITA
  • OLAHRAGA
  • KAMTIBMAS
  • POLITIK
  • PPS
  • NUSANTARA
  • GALERI
  • OPINI
  • OTHERS
    • PUSTAKA
    • BUDAYA
    • EKONOMI
    • HANKAM
    • HAM
    • JEJAK
    • GAYA HIDUP
    • INTAN JAYA
    • SOSOK
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 RAKA for Tiffa Company. All Rights Reserved.
TIFFA NEWS > News > BERITA > Kepala Dinas Kesehatan PPS, dr. Herlina : Pemerintah Komitmen Turunkan Angka Stunting Dibawah 14 Persen Tahun 2024
BERITAPPS

Kepala Dinas Kesehatan PPS, dr. Herlina : Pemerintah Komitmen Turunkan Angka Stunting Dibawah 14 Persen Tahun 2024

Last updated: 14/10/2023 - 12:18
By Tiffa News
Share
Kepala Dinas Kesehatan Papua Selatan, dr. Herlina Rahangiar, MARS.
SHARE

Stunting adalah salah satu masalah gizi serius yang telah lama menghantui masyarakat di Indonesia terkhususnya di Papua Selatan.

Stunting, yang merupakan kondisi terhambatnya pertumbuhan fisik dan kognitif anak akibat kekurangan gizi, terjadi sejak seribu hari pertama kehidupan, bahkan sebelum anak dilahirkan.

Untuk mengatasi masalah ini, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan, dr. Herlina Rahangiar, MARS, memberikan wawancara eksklusif tentang upaya penurunan angka stunting dan langkah-langkah yang telah diambil pada Jumat (13/10).

Stunting dalam Konteks Status Gizi Masyarakat

Stunting bukanlah masalah sepele. Hal ini berkaitan langsung dengan status gizi masyarakat di wilayah Papua Selatan. Kondisi ini dapat berdampak buruk pada pertumbuhan dan perkembangan anak-anak, mempengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa depan.

“Kita harus melakukan intervensi mulai dari hari pertama kehidupan manusia, bahkan seharusnya dari awal kehamilan. Ibu hamil harus mendapatkan perhatian khusus agar mampu memberikan gizi yang baik hingga 2 tahun pertama anak.” Ujar dr. Herlina.

Trending Now:  Investasi Capai 16 Triliun Rupiah pada Triwulan II, Pemprov Papua Selatan Dorong Perusahaan Serius Laksanakan CSR dan Plasma

Katanya, Mengapa begitu penting? Karena perkembangan otak anak-anak sudah dimulai sejak awal, dan intervensi yang tepat saat ini dapat menciptakan sumber daya manusia unggul di Papua Selatan.

Langkah-langkah yang Telah Dilakukan

Exif_JPEG_420

Dalam upaya mengurangi angka stunting, pemerintah Papua Selatan telah mengambil sejumlah langkah konkret. Sebulan lalu, dilakukan penilaian kinerja di empat kabupaten terkait percepatan penurunan stunting di wilayah ini. Setiap kabupaten telah mempresentasikan upaya yang telah mereka lakukan, terutama dalam hal intervensi spesifik dan intervensi sensitif.

Intervensi gizi spesifik mencakup upaya peningkatan gizi dan kesehatan, sedangkan intervensi gizi sensitif adalah langkah pendukung untuk mengurangi laju stunting, seperti penyediaan air bersih dan sanitasi.

Dalam hal kesehatan, pemerintah telah memantau gizi mulai dari usia remaja, memberikan zat besi bagi anak-anak remaja putri, serta memantau ibu hamil mulai dari posyandu hingga rumah sakit.

Trending Now:  Polres Merauke Panen 300 Ekor Lele Demi Dukung Ketahanan Pangan dan Gizi Masyarakat

Selain itu, berkat kerja sama yang baik dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan sektor lain, upaya penurunan angka stunting menjadi lebih terkoordinasi.

Pendekatan Terpadu dan Harapan untuk Masa Depan

Dr. Herlina menegaskan bahwa pendekatan terpadu yang diterapkan dalam penanganan masalah stunting. Tidak hanya dinas kesehatan yang terlibat, tetapi semua sektor dalam perbaikan gizi masyarakat juga harus ikut serta.

Program penurunan stunting tahun ini, misalnya, melibatkan pemberian makanan tambahan yang disalurkan ke empat kabupaten berdasarkan pelaporan dari dinas kesehatan kabupaten.

Melalui asuhan gizi dan E-PPGBM (Elektronik-Pencacatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) dalam memantau perkembangan gizi masyarakat, pelayanan gizi menjadi lebih individu dan mencakup upaya promotif, preventif, kuratif, serta rehabilitatif.

Mengakhiri wawancara ini, dr. Herlina Rahangiar, MARS, menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dan kesadaran bersama dalam mengatasi stunting di Papua Selatan dan komitmen pemerintah untuk menurunkan angka stunting dibawah 14 persen pada 2024 mendatang.

Trending Now:  Penolakan Menguat, Lemaskim Minta Pemerintah Stop Proyek Peternakan di Kimaam

Upaya ini bukan hanya tanggung jawab dinas kesehatan, melainkan seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan dan dengan tindakan bersama ini, harapannya adalah dapat meraih penurunan yang signifikan dalam angka stunting dan menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak Papua Selatan. (Ron)

You Might Also Like

Sucahyo Agung, Staf Ahli Gubernur Papua Selatan, Raih Gelar Doktor dengan Predikat Cum Laude

BMP Kabupaten Merauke Matangkan Konsolidasi Internal, Perkuat Organisasi hingga Tingkat Bidang

Pemprov Papua Selatan Gelar Pelatihan dan Sertifikasi PBJ bagi ASN OAP

Kunjungi Sejumlah Titik di Boven Digoel, Gubernur Apolo Serahkan Beragam Bantuan

Tiffa News 14/10/2023
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Rapat Lintas Sektor Puskesmas Senggo, Danramil: Kami Siap Bantu Petugas Kesehatan
Next Article Pj Gubernur Papua Selatan Kunjungan Kerja di Kampung Kondo
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow US

Find US on Social Medias
Facebook Like
Twitter Follow
Youtube Subscribe
Telegram Follow
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
newsletter featurednewsletter featured

Weekly Newsletter

Kirim Email Anda agar bisa kami infokan berita pilihan terpopuler

Popular News
BERITAEKONOMI

Koperasi Inggyash Ghuzi Mulai Bangun Kebun Sawit Plasma Berbasis Masyarakat Adat Secara Mandiri

By Tiffa News 6 days ago
Ketua Koperasi Sebut Kebun Plasma Tingkatkan Kesejahteraan
Pemprov Papua Selatan Perkuat Kepedulian Melalui Santunan Anak Yatim
Mikha Yordan Picasouw Borong Dua Gelar Juara di MACAH Cup 2
Kebun Plasma 3.700 Hektar di Ulilin Siap Dikelola Mandiri, Kim In Lae Tekankan Kerja Keras

SUARNEWS.COM

about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

  • BERITA
  • PON XX 2021
  • GALERI
  • KAMTIBMAS
  • NUSANTARA
  • PUSTAKA
  • GAYA HIDUP
  • JEJAK
  • SUARNEWS
  • INTAN JAYA
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Find Us on Socials

© TIFFANews Network. RAKA GENDIS.id Company. All Rights Reserved. Suar News

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?