TIFFANEWS.CO.ID – Anggota MPR RI, Frits Tobo Wakasu, melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ke-III kepada Himpunan Pelajar Mahasiswa Papua Pegunungan Tengah (HPMPPT) Papua Selatan. Kegiatan ini berlangsung di Gereja GIDI Pison Merauke, Jumat (12/12/2025) lalu, pukul 3 hingga 4 sore dan diikuti oleh pelajar serta mahasiswa Papua Pegunungan Tengah yang sedang menempuh pendidikan di Merauke.
Dalam pemaparannya, Frits menjelaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan—Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika—merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan serta menjadi fondasi utama dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia.
Ia mengibaratkan Empat Pilar Kebangsaan sebagai tiang penyangga sebuah bangunan. Jika satu tiang mengalami kerusakan dan dibiarkan, maka bangunan tersebut berpotensi runtuh.
“Empat Pilar Kebangsaan itu seperti tiang rumah. Kalau satu rusak dan kita biarkan, lama-kelamaan bangunan akan hancur,” ujar Frits.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, Frits menggunakan kearifan lokal Papua sebagai ilustrasi. Ia membandingkan rumah masyarakat pesisir seperti Asmat dan Mappi yang memiliki sudut dengan honai masyarakat pegunungan Papua yang berbentuk bulat tanpa sudut.

“Honai tidak memiliki sudut, tetapi kuat karena filosofi kebersamaan. Meski orang baru masuk bisa bingung memulai dari mana, honai tetap berdiri kokoh,” jelasnya.
Menurut Frits, konflik antarsuku maupun antaragama merupakan tanda adanya kerusakan kecil dalam kehidupan berbangsa yang harus segera diperbaiki agar tidak berkembang menjadi persoalan besar.
“Kalau ada seng bocor atau papan rusak, lebih baik diperbaiki sekarang. Jika dibiarkan, kerusakannya akan semakin besar dan biayanya mahal,” tegasnya.
Ia juga menekankan peran strategis mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa. Masa depan Indonesia, termasuk Papua, sangat ditentukan oleh kualitas generasi muda saat ini.
“Negara ini mau maju atau hancur sangat bergantung pada generasi sekarang. Generasi sebelumnya telah membawa kita sampai di titik ini,” katanya.
Frits menambahkan bahwa Empat Pilar Kebangsaan berakar dari nilai-nilai Pancasila yang memuat unsur adat, agama, dan perkembangan dunia modern.
“Jika kita memahami Pancasila, maka kita memahami cara hidup sebagai sebuah bangsa, karena seluruh norma dan kebiasaan hidup berbangsa ada di dalamnya,” pungkasnya.
Kegiatan berlangsung secara dialogis dan diakhiri dengan sesi diskusi antara peserta dan narasumber terkait peran mahasiswa dalam menjaga persatuan serta mewujudkan keadilan sosial di Papua. (Djo)




