TIFFANEWS.CO.ID — Ikatan Sarjana Katolik (ISKA) Kabupaten Merauke resmi membentuk kepengurusan periode 2026–2030 melalui Musyawarah Bersama yang digelar pada Jumat (30/1/2026) di Kaffe Ratu, Jalan Raya Mandala Muli, Merauke.
Musyawarah tersebut menjadi momentum penting konsolidasi organisasi cendekiawan Katolik di Kabupaten Merauke sekaligus penetapan struktur kepengurusan yang berjumlah 64 orang, terdiri dari Dewan Penasehat, Dewan Penyantun, Dewan Pakar, pengurus harian, serta lima bidang strategis.
Ketua ISKA Kabupaten Merauke terpilih, Isaak R.J. Layan, S.P., M.M., menjelaskan bahwa pembentukan kepengurusan dilakukan melalui koordinasi menyeluruh dan musyawarah mufakat. Seluruh unsur organisasi dihubungi satu per satu untuk menjaring rekomendasi dan masukan sebelum komposisi akhir ditetapkan.
“Untuk periode pertama ini saya diberikan mandat untuk membentuk kepengurusan. Prosesnya cukup panjang, melibatkan Dewan Penasehat, Dewan Penyantun, Dewan Pakar, hingga seluruh calon pengurus dan bidang-bidang,” kata Isaak Layan.
Dalam struktur yang ditetapkan, Bupati Merauke Yoseph B. Gebze, S.H., LLM, dipercaya sebagai Ketua Dewan Penasehat, didampingi Frederikus Gebze, S.E., M.Si dan Lambertus Fatruan, S.T., M.AP sebagai anggota.

Isaak menegaskan, dengan jumlah pengurus yang besar, ISKA Kabupaten Merauke menekankan sistem kerja kolektif dan berbasis bidang. Ketua berperan sebagai motor penggerak, sementara wakil ketua dan wakil sekretaris mengoordinasikan bidang-bidang sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
“ISKA bukan organisasi satu orang. Semua pengurus memiliki tanggung jawab yang sama untuk bekerja dan memberi kontribusi,” tegasnya.
Sebagai organisasi kemasyarakatan yang berada di bawah naungan Gereja Katolik, ISKA Kabupaten Merauke berkomitmen memberikan kontribusi nyata bagi gereja, masyarakat, bangsa, dan negara sesuai latar belakang keilmuan para anggotanya. (Rum)




