TIFFA NEWSTIFFA NEWS
  • HOME
  • BERITA
  • OLAHRAGA
  • KAMTIBMAS
  • POLITIK
  • PPS
  • NUSANTARA
  • GALERI
  • OPINI
  • OTHERS
    • PUSTAKA
    • BUDAYA
    • EKONOMI
    • HANKAM
    • HAM
    • JEJAK
    • GAYA HIDUP
    • INTAN JAYA
    • SOSOK
Search
Reading: Kementerian HAM Luncurkan Program Media Pers dan Pembangunan Peradaban HAM
Share
TIFFA NEWSTIFFA NEWS
Search
  • HOME
  • BERITA
  • OLAHRAGA
  • KAMTIBMAS
  • POLITIK
  • PPS
  • NUSANTARA
  • GALERI
  • OPINI
  • OTHERS
    • PUSTAKA
    • BUDAYA
    • EKONOMI
    • HANKAM
    • HAM
    • JEJAK
    • GAYA HIDUP
    • INTAN JAYA
    • SOSOK
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 RAKA for Tiffa Company. All Rights Reserved.
TIFFA NEWS > News > BERITA > Kementerian HAM Luncurkan Program Media Pers dan Pembangunan Peradaban HAM
BERITAHAM

Kementerian HAM Luncurkan Program Media Pers dan Pembangunan Peradaban HAM

Last updated: 13/03/2026 - 13:29
By bungben
Share
SHARE

TIFFANEWS.CO.ID,- Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) meluncurkan Program “Media, Pers, dan Pembangunan Peradaban HAM” sebagai upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan insan pers dalam mendorong pemberitaan yang berkontribusi pada pembangunan nilai-nilai hak asasi manusia di Indonesia.

Peluncuran program tersebut dilakukan langsung oleh Menteri HAM Natalius Pigai dalam acara Kick Off dan Launching Program Media, Pers, dan Pembangunan Peradaban HAM di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Dalam kesempatan itu, Pigai  menegaskan bahwa pemerintah tengah menyiapkan regulasi untuk menjaga keberlangsungan pers nasional di tengah derasnya arus informasi dari media sosial.

Kebijakan tersebut dinilai penting agar media tetap mampu menjalankan perannya sebagai pilar demokrasi sekaligus penggerak pembangunan peradaban HAM.

Pigai mengaku menerima berbagai masukan dan keresahan dari pimpinan media terkait kondisi industri pers saat ini.

Menurutnya, masukan tersebut menjadi bahan penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang mendukung keberlangsungan media nasional.

Trending Now:  Natalius Pigai Bertemu Menteri Keadilan Thailand Jajaki Pembentukan Organisasi Menteri HAM ASEAN

“Saya sudah mendengar kerisauan dari para pimpinan media. Itu akan menjadi salah satu masukan bagi saya,” kata Pigai.

Ia menilai pemerintah perlu mencermati tantangan yang dihadapi media arus utama, terutama persaingan dengan platform digital yang berkembang sangat cepat. Tanpa kebijakan yang tepat, kondisi tersebut berpotensi melemahkan posisi media konvensional.

Karena itu, pemerintah membuka kemungkinan menghadirkan regulasi untuk melindungi keberlangsungan pers.

Pigai menyebut pengaturan tersebut dapat dimasukkan dalam pembahasan Undang-Undang HAM yang sedang disiapkan pemerintah bersama DPR, kemudian diturunkan dalam peraturan pemerintah maupun peraturan menteri.

“Supaya pers, terutama media konvensional, tetap terjaga dan tidak tergerus oleh penetrasi media sosial,” ujarnya.

Selain itu, Kementerian HAM juga berencana mengundang Dewan Pers untuk membahas lebih jauh berbagai persoalan yang dihadapi industri media di era digital.

Dialog tersebut diharapkan dapat menghasilkan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem pers nasional.

Pers yang Kuat dan Independen

Menurut Pigai, keberadaan pers yang kuat dan independen merupakan elemen penting dalam membangun peradaban HAM.

Trending Now:  Rehabilitasi Selesai, Saatnya Orangutan Kembali Ke Alam

Media memiliki peran besar dalam membuka ruang diskusi publik, mengawasi kekuasaan, serta mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan.

“Media adalah jendela dunia dan cakrawala bangsa. Tanpa media, semuanya akan gelap,” ujarnya.

Pigai juga meminta insan pers tetap berani mengungkap fakta dan membela kebenaran. Ia bahkan menyatakan siap melindungi media yang mengalami intimidasi atau kekerasan.

“Jika ada pers yang dikritik atau dianiaya, saya akan pasang badan,” kata Pigai.

Dalam kesempatan yang sama, Pigai juga merilis Indeks HAM Indonesia dengan skor 63,20, yang menunjukkan kondisi perlindungan HAM nasional berada pada kategori moderat.

Penghitungan indeks dilakukan melalui dua dimensi utama, yaitu dimensi sipil dan politik serta dimensi ekonomi, sosial, dan budaya. Hasilnya, dimensi sipil dan politik memperoleh skor 58,28, sementara dimensi ekonomi, sosial, dan budaya mencatat skor 68,97.

Trending Now:  ISKA Papua Selatan Resmi Terbentuk, Joseph Albin Gebze Nahkodai Organisasi Sarjana Katolik

Pada dimensi sipil dan politik, indikator yang diukur antara lain kebebasan berserikat, kebebasan pribadi, rasa aman, dan hak untuk hidup. Pigai menyebut indikator hak untuk hidup menjadi komponen dengan skor terendah dalam dimensi tersebut.

Menurutnya, indikator hak hidup tidak hanya berkaitan dengan kekerasan atau pelanggaran oleh negara, tetapi juga mencakup faktor kesejahteraan dasar seperti angka kematian bayi, angka kematian ibu, serta kematian akibat penyakit menular.

Sementara pada dimensi ekonomi, sosial, dan budaya, indikator dengan nilai terendah berkaitan dengan jaminan hak atas pekerjaan dan perlindungan sosial.

Pigai mengatakan penyusunan indeks HAM nasional ini diharapkan menjadi baseline untuk mengukur perkembangan kondisi HAM di Indonesia pada masa mendatang sekaligus menjadi acuan dalam evaluasi kebijakan pemerintah.

Acara peluncuran program tersebut juga dihadiri Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya, serta perwakilan insan pers dari berbagai media nasional. (bn)

 

You Might Also Like

Pemprov Papua Selatan Gandeng Damri, Siapkan Bus Khusus ASN ke Kawasan Pemerintahan Salor

Menakar Ranpergub Papua Selatan : PADIATAPA

TANAH MILIK SIAPA?

Kementerian HAM Kanwil Papua Barat Gelar Penguatan Kapasitas HAM, Sasar Masyarakat Sanggeng

TAGGED: Indeks HAM, Kementerian HAM, Natalis Pigai, Nesar Patria, Pers dan HAM, Wili Aditya
bungben 13/03/2026
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Tokoh Adat Malind Anim Kecam Aksi KKB terhadap Warga Sipil di Tambrauw
Next Article SOIna Siap Gelar Pekan Special Olympics Nasional 2026 di Kupang
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow US

Find US on Social Medias
Facebook Like
Twitter Follow
Youtube Subscribe
Telegram Follow
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
newsletter featurednewsletter featured

Weekly Newsletter

Kirim Email Anda agar bisa kami infokan berita pilihan terpopuler

Popular News
BERITAPPS

Dana Otsus Kembali ke 12,69 T, Gubernur Papua Selatan: Segera Tentukan Alokasinya

By Tiffa News 5 days ago
Wagub Papua Selatan Terima Audiens DPR Boven Digoel, Pelantikan Pejabat Dipersoalkan
PT Sinarmas Multifinance Buka Peluang Karir di Merauke, Ini Posisi dan Syaratnya
Enam Gubernur Tanah Papua Temui Kemenkeu, Tagih Realisasi Kenaikan Dana Otsus dari Presiden
Dari Rp1,7 T ke Rp700 M, Apolo Safanpo Buka Fakta Tekanan Anggaran Papua Selatan

SUARNEWS.COM

about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

  • BERITA
  • PON XX 2021
  • GALERI
  • KAMTIBMAS
  • NUSANTARA
  • PUSTAKA
  • GAYA HIDUP
  • JEJAK
  • SUARNEWS
  • INTAN JAYA
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Find Us on Socials

© TIFFANews Network. RAKA GENDIS.id Company. All Rights Reserved. Suar News

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?