TIFFANEWS.CO.ID – Aksi protes unik sekaligus menyentil terjadi di Jalan TMP Polder, Kabupaten Merauke, Kamis pagi (09/04/2026). Sejumlah warga menanam pohon pisang di tengah jalan berlubang sebagai bentuk kekecewaan terhadap kerusakan jalan yang tak kunjung diperbaiki.
Aksi tersebut sontak menarik perhatian para pengguna jalan. Kondisi jalan yang rusak dilaporkan telah berlangsung lebih dari setahun dan mengganggu aktivitas masyarakat, mulai dari pekerja, pelajar, hingga akses menuju Pasar Sentral Merauke.
Salah satu warga mengungkapkan bahwa jalan tersebut sempat diperbaiki sementara menjelang kunjungan Wakil Presiden RI pada tahun 2025. Namun, setelah agenda tersebut berlalu, kondisi jalan kembali rusak seperti sebelumnya.
Menanggapi hal itu, Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, menjelaskan bahwa pemerintah provinsi memiliki keterbatasan kewenangan dalam menangani seluruh ruas jalan.

“Misalnya kita di provinsi ingin melakukan pembangunan atau pemeliharaan jalan, itu hanya bisa pada ruas yang menjadi kewenangan provinsi. Jika tidak, maka berpotensi melanggar aturan,” ujar Apolo kepada TiffaNews di Ballroom Hotel Megaria.
Ia menambahkan, pihaknya akan menyampaikan persoalan tersebut kepada kepala daerah terkait agar dapat segera ditindaklanjuti.
“Atau masyarakat juga bisa menyampaikan secara tertulis, nanti pemerintah provinsi akan membantu meneruskan surat tersebut,” imbuhnya.
Sementara itu, warga lainnya, Yohanes, menyuarakan kekecewaan masyarakat terhadap kondisi infrastruktur yang dinilai tidak sebanding dengan kewajiban pembayaran pajak.
“Masyarakat bayar pajak, makan di warung bayar pajak, parkir juga bayar retribusi. Harapan saya, pemerintah daerah baik kabupaten maupun provinsi harus menjamin akses jalan yang layak sesuai kewenangannya,” ujarnya.
Aksi tanam pohon pisang ini bukan sekadar bentuk protes, tetapi juga menjadi simbol kritik kreatif masyarakat. Warga berharap pemerintah daerah, baik kabupaten maupun provinsi, dapat lebih responsif dan bertanggung jawab dalam menyediakan infrastruktur dasar yang layak.
(Djo)




