TIFFANEWS.CO.ID – Tim Ekspedisi Patriot IPB University bersama Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 801/Nduka Adyatama Yudha memperkenalkan teknologi pertanian modern kepada guru dan siswa SMK Negeri 4 Kehutanan dan Perkebunan Merauke, Papua Selatan.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 30 September 2026, tersebut merupakan bagian dari rangkaian pelatihan, pendampingan, dan field trip untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) unggul Papua Selatan, khususnya generasi muda yang memiliki minat dan kompetensi di bidang pertanian, perkebunan, dan kehutanan.
Tim Ekspedisi Patriot IPB University yang dipimpin Ir. Supriyanto, S.TP., M.Kom., Ph.D. bersama Lilis Sucahyo, S.TP., M.Kom., dari Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University, memberikan pengenalan mengenai berbagai penerapan teknologi pertanian modern.
Materi yang diperkenalkan antara lain teknologi pemetaan dan pengambilan data menggunakan drone, mesin-mesin budidaya pertanian, mesin panen, drone sprayer, Automatic Weather Station (AWS), serta berbagai teknologi terkini yang dapat mendukung kegiatan pertanian modern.
Fasilitator kegiatan dari Tim Ekspedisi Patriot IPB University terdiri dari Tedi Zulia Putra, S.Hut., An Husaini Hadiarrahman, S.Tr.Bns., M. Zulham Azhar Maghfirah H., S.T., Ifa Khofifah, S.Si., dan Kuzaima Taqiyya Azqa Nabila Faza, S.P.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemberian materi di SMK Negeri 4 Kehutanan dan Perkebunan Merauke. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelatihan dan field trip di lingkungan Yonif TP 801 Merauke.

Melalui kegiatan tersebut, para siswa tidak hanya mendapatkan materi secara teori, tetapi juga memperoleh pengalaman melihat dan mengenal secara langsung penggunaan teknologi serta mesin pertanian modern.
Komandan Yonif TP 801, Letkol Inf. Agung Pudhi Riyadi, mengatakan Merauke memiliki potensi pertanian yang besar dengan hamparan sawah yang luas dalam satu kawasan.
“Merauke punya potensi pertanian yang besar dan memiliki hamparan sawah yang luas dalam satu kawasan. Ini memberikan peluang sekaligus tantangan dalam pengelolaannya. Peran teknologi pertanian menjadi penting dalam mendukung swasembada pangan yang dicanangkan oleh Presiden RI,” ujarnya saat menyampaikan materi di hadapan siswa SMK.
Sementara itu, Lilis Sucahyo, Ketua Tim Ekspedisi Patriot IPB University sekaligus peneliti dan dosen Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University, menyampaikan bahwa mekanisasi pertanian modern memiliki peran penting dalam pengembangan sektor pertanian di Merauke.
“Teknologi mekanisasi pertanian modern merupakan salah satu pilar utama pengembangan pertanian di Merauke sebagai lumbung pangan nasional di wilayah paling timur Indonesia,” katanya.
Lilis juga menekankan pentingnya peran siswa dalam mempersiapkan diri menjadi tenaga kerja terampil yang mampu memenuhi kebutuhan sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan.
Menurutnya, penguasaan teknologi menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu dipersiapkan sejak dini agar generasi muda mampu beradaptasi dengan perkembangan sektor pertanian modern.
Ketua Tim Ekspedisi Patriot IPB University, Supriyanto, mengatakan generasi muda Papua Selatan perlu memiliki cita-cita, motivasi, serta kerja keras untuk mengambil bagian dalam pengembangan sektor pertanian di daerah.
“Generasi muda Papua, utamanya siswa SMK Negeri 4 Kehutanan dan Perkebunan Merauke harus memiliki cita-cita, motivasi dan kerja keras untuk masa depan pertanian Papua Selatan, sebagai lumbung pangan nasional di wilayah timur,” ujarnya.
Supriyanto juga mendorong para siswa, baik Orang Asli Papua (OAP) maupun keturunan transmigran, untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Menurutnya, pendidikan tinggi dapat membuka wawasan, pengalaman, serta keterampilan yang lebih luas sehingga generasi muda dapat ikut mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki Papua Selatan.
Melalui rangkaian pelatihan dan pendampingan tersebut, siswa SMK Negeri 4 Kehutanan dan Perkebunan Merauke diharapkan semakin memahami penerapan teknologi pertanian modern serta memiliki wawasan dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong lahirnya generasi muda Papua Selatan yang kompeten, adaptif, dan siap berkontribusi dalam pengembangan pertanian dan kehutanan modern di wilayah paling timur Indonesia. (***)




