TIFFANEWS.CO.ID – Data lahan pertanian yang akurat menjadi salah satu kebutuhan penting bagi pemerintah kampung dalam menyusun program pembangunan. Tanpa data yang jelas mengenai lokasi, luas dan sebaran lahan, berbagai program pertanian berisiko tidak tepat sasaran.
Kondisi tersebut mendorong Tim Ekspedisi Patriot (TEP) IPB University melakukan pendampingan pemanfaatan platform sawah digital kepada pemerintah kampung di Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
Pendampingan yang diketuai Supriyanto, Ph.D. tersebut berlangsung sejak Agustus hingga November 2026. Kegiatan diarahkan untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) kampung dalam memanfaatkan data spasial dan teknologi digital sebagai bagian dari perencanaan pembangunan berbasis data.
Salah satu kegiatan dilaksanakan pada 30 September 2026, ketika Ketua TEP bersama Tedi Zulia Putra, S.Hut.; An Husaini Hadiarrahman, S.Tr.Bns.; M Zulham Azhar Maghfirah H, S.T.; Ifa Khofifah, S.Si.; dan Kuzaima Taqiyya Azqa Nabila Faza, S.P. melakukan pengambilan data untuk penyusunan profil kampung berbasis spasial sekaligus digitalisasi lahan sawah di Kampung Candra Jaya dan Kampung Wonorejo.
Pengambilan data dilakukan melalui pemetaan dan pengumpulan informasi secara langsung di lapangan dengan melibatkan pemerintah kampung. Cara tersebut tidak hanya ditujukan untuk mendapatkan gambaran kondisi lahan secara aktual, tetapi sekaligus memberikan pengalaman kepada aparatur kampung dalam mengenal proses pemetaan dan pengelolaan data digital.
Keterlibatan pemerintah kampung dinilai penting karena aparatur setempat merupakan pihak yang paling memahami kondisi wilayahnya. Dengan terlibat sejak proses pengumpulan data, informasi yang dihasilkan diharapkan dapat lebih sesuai dengan kondisi lapangan sekaligus dapat dimanfaatkan dalam perencanaan pembangunan.
Kepala Kampung Candra Jaya, Aris Rahmadi, menyambut baik pemanfaatan platform sawah digital tersebut. Menurutnya, keberadaan data sawah yang lebih terukur dapat membantu pemerintah kampung dalam menyusun program sekaligus menentukan sasaran bantuan secara lebih tepat.

“Platform sawah digital ini dapat menjadi acuan bagi pemerintah kampung untuk melakukan perencanaan data sawah dengan sangat baik. Pemberian bantuan dan implementasi program pemerintah dalam membangun ketahanan pangan dapat dilakukan dengan lebih presisi,” ujar Aris saat mendampingi Tim Ekspedisi Patriot di Kantor Kampung Candra Jaya.
Hal senada disampaikan Kepala Kampung Wonorejo, Wasis Joyo Suyadi, S.E. Ia menilai pemanfaatan teknologi digital dapat membantu pemerintah kampung memperoleh data yang lebih presisi sebagai dasar dalam menyusun berbagai program pembangunan.
“Kegiatan pengenalan teknologi digital ini dapat memberikan data yang presisi untuk melakukan perencanaan, utamanya pada program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan BUMKam (Badan Usaha Milik Kampung) agar lebih optimal dan berbasis pada data yang lebih presisi,” katanya saat mendampingi Tim Ekspedisi Patriot IPB University.
Ketua TEP IPB University, Supriyanto, Ph.D., menjelaskan bahwa digitalisasi sawah dan pemetaan lahan secara partisipatif dapat menghasilkan informasi yang lebih akurat karena proses pengumpulan data melibatkan masyarakat dan pemerintah kampung yang mengetahui kondisi wilayah secara langsung.
Menurutnya, dalam praktiknya masih dimungkinkan terdapat perbedaan antara data partisipatif dengan data resmi yang telah tersedia. Namun, perbedaan tersebut justru dapat menjadi bahan untuk memperkuat dan memperbarui data yang sudah ada.
“Digitalisasi sawah dan pemetaan lahan berbasis partisipatif dapat menghasilkan data yang sangat akurat. Walaupun masih memiliki kelemahan, yaitu sering kali terdapat perbedaan dengan data resmi yang ada. Namun demikian, data partisipatif ini justru dapat memperkuat data resmi di pemerintah dalam rangka mewujudkan One Map Policy atau Kebijakan Satu Peta yang lebih akurat,” ujar Supriyanto saat melakukan pengambilan data di sejumlah kampung.
Pendampingan tersebut tidak berhenti pada pengumpulan titik dan informasi lahan. Aparatur kampung juga diperkenalkan pada cara memahami, mengelola dan memanfaatkan data spasial untuk kebutuhan pemerintahan dan pembangunan.
Data yang terkumpul dapat memberikan gambaran mengenai potensi lahan pertanian, kondisi serta sebaran sawah di wilayah kampung. Informasi tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun program pertanian maupun menentukan arah pengembangan potensi ekonomi masyarakat.
Bagi pemerintah kampung, data semacam ini juga dapat memperkuat profil wilayah. Ketika lokasi dan sebaran lahan pertanian dapat diketahui secara lebih terukur, pemerintah memiliki dasar yang lebih kuat untuk menentukan program yang sesuai dengan kondisi wilayah dan kebutuhan masyarakat.
Pemanfaatan platform sawah digital juga membuka peluang agar data kampung tidak berhenti sebagai dokumen, tetapi dapat terus diperbarui mengikuti perubahan kondisi di lapangan. Dengan demikian, teknologi digital dapat menjadi bagian dari tata kelola pemerintahan kampung yang lebih adaptif.
Ke depan, data tersebut diharapkan dapat mendukung berbagai kebutuhan pembangunan, mulai dari pengembangan sektor pertanian, penguatan ketahanan pangan, pengelolaan potensi kampung hingga pengembangan ekonomi masyarakat.
Pendampingan TEP IPB University di Distrik Kurik pada akhirnya bukan sekadar kegiatan memetakan sawah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi proses pembelajaran bagi aparatur kampung untuk mengenali wilayahnya melalui data dan kemudian menggunakan informasi tersebut sebagai dasar mengambil keputusan.
Dengan semakin kuatnya kemampuan SDM kampung dalam membaca dan memanfaatkan data, perencanaan pembangunan diharapkan dapat bergerak dari sekadar perkiraan menuju perencanaan yang lebih terukur, tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.




