TIFFANEWS.CO.ID – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) IPB University menghadirkan inovasi dari lapangan ke ruang publik. Berbagai inovasi di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan yang dikembangkan selama menjalankan tugas di pelosok Papua Selatan, diperkenalkan kepada masyarakat melalui Festival Kali Maro.
Tim Ekspedisi Patriot IPB University menjadi salah satu motor penggerak di lapangan yang tidak hanya melakukan pendampingan dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menghasilkan berbagai inovasi yang disesuaikan dengan potensi serta kebutuhan masyarakat di wilayah penugasan.
Festival Kali Maro yang digelar pada 1–5 Oktober di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, kembali menjadi panggung budaya sekaligus ruang unjuk karya bagi berbagai elemen masyarakat. Tahun ini, warna baru hadir di tengah gegap gempita festival tersebut melalui kehadiran Tim Ekspedisi Patriot IPB University yang turut ambil bagian dengan memamerkan rangkaian produk unggulan hasil riset, inovasi, dan pengabdian selama bertugas di pelosok Papua Selatan.
Festival Kali Maro sendiri dikenal sebagai salah satu agenda budaya yang dinanti masyarakat di Merauke. Perhelatan ini memadukan sejarah, religiusitas, dan tradisi masyarakat Suku Marind, mulai dari perarakan Arca Bunda Maria dan Sakramen Maha Kudus, perayaan Dahun Anggai atau pesta panen, hingga perarakan Kanak-Kanak Yesus.
Festival tersebut menjadi penanda perjumpaan iman Kristiani dengan budaya lokal yang telah berlangsung sejak 1905. Selain menjadi wahana pelestarian tradisi Marind, Festival Kali Maro juga menjadi ruang promosi pariwisata sekaligus penguatan identitas budaya bagi generasi muda dan menarik perhatian wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri.
TEP IPB University Turut Ambil Bagian
Di tengah semarak festival, Tim Ekspedisi Patriot IPB University yang tersebar di berbagai kampung di Merauke turut berpartisipasi memeriahkan acara. Puluhan peserta dari berbagai lokasi penugasan hadir dan berkontribusi dalam rangkaian kegiatan festival.
Partisipasi tersebut menjadi momentum bagi TEP IPB University untuk memperkenalkan berbagai hasil kerja dan inovasi yang dikembangkan selama berada di tengah masyarakat secara langsung kepada masyarakat luas. Kehadiran mereka sekaligus menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara dunia akademik dan masyarakat Papua Selatan.
Dalam kesempatan tersebut, TEP IPB University memperoleh dua booth atau stand pameran yang digunakan untuk memamerkan berbagai produk unggulan hasil riset, inovasi, dan pengabdian tim selama bertugas di lapangan.
Kehadiran dua stand tersebut menjadi etalase nyata bahwa program Ekspedisi Patriot tidak hanya bekerja di balik layar, tetapi juga menghasilkan karya yang dapat dirasakan dan dinikmati langsung oleh masyarakat.
“Kami sangat senang dan mengapresiasi kehadiran Tim Ekspedisi Patriot IPB University dalam Festival Kali Maro. Kami memang berharap TEP dapat berpartisipasi dan mengisi booth untuk memperkenalkan hasil kerja serta inovasi yang telah dilakukan di tengah masyarakat. Semoga kehadiran ini dapat menjadi awal kolaborasi yang lebih luas antara TEP IPB University dan masyarakat Papua Selatan,” ujar Jossefine Iriani Kewamijai, Ketua Yayasan Kali Maro Bangkit sekaligus penyelenggara Festival Kali Maro IV.

Inovasi Peternakan, Pertanian, dan Perikanan Curi Perhatian
Salah satu kelompok produk yang menyita perhatian pengunjung adalah inovasi di bidang peternakan, khususnya teknologi pendukung pengelolaan kandang dan pakan ternak.
Produk yang ditampilkan mencakup pakan fermentasi yang dikembangkan sebagai alternatif pakan dengan memanfaatkan bahan lokal, serta inovasi pengendalian serangga yang dirancang untuk membantu mengurangi gangguan lalat di sekitar kandang.
Kehadiran produk-produk tersebut menjadi bagian dari upaya Tim Ekspedisi Patriot IPB University dalam memperkenalkan solusi sederhana dan aplikatif yang sesuai dengan kebutuhan peternak di wilayah Papua Selatan.
Selain inovasi peternakan, booth TEP IPB University juga menampilkan berbagai produk dan hasil pengembangan dari sektor pertanian dan perikanan. Beras IPB menjadi salah satu produk pertanian yang diperkenalkan kepada pengunjung, sementara berbagai produk lainnya turut merepresentasikan potensi komoditas dan inovasi yang dapat dikembangkan di masyarakat.
Kehadiran beragam produk tersebut menunjukkan luasnya cakupan kerja Tim 17 dalam menggali sekaligus memperkenalkan potensi lokal melalui pendekatan berbasis pertanian, peternakan, dan perikanan.
Antusiasme pengunjung terhadap kedua booth TEP IPB University terbilang tinggi. Warga dan wisatawan tampak tertarik melihat secara langsung berbagai produk yang dipamerkan serta berdiskusi mengenai manfaat dan penerapannya.
Produk peternakan, khususnya pakan fermentasi dan inovasi pengendalian serangga, menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dan persoalan yang dihadapi peternak di lapangan. Sementara itu, produk pertanian, perikanan, serta olahan pangan lokal turut memperkaya tampilan booth dan menunjukkan keberagaman potensi yang dapat dikembangkan di Papua Selatan.
“Kami sangat senang bisa ikut memeriahkan Festival Kali Maro tahun ini. Ini bukan sekadar pameran, tapi juga cara kami menunjukkan bahwa apa yang kami kerjakan selama bertugas di kampung benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, mulai dari Flytraktan untuk kandang ternak sampai produk pangan seperti beras IPB dan kue sagu,” ujar perwakilan Tim 17 Ekspedisi Patriot IPB University.

Momentum Perkuat Sinergi Kampus dan Masyarakat Papua Selatan
Keikutsertaan TEP IPB University dalam Festival Kali Maro tidak hanya memperkaya ragam acara, tetapi juga memperkuat citra positif program Ekspedisi Patriot sebagai jembatan antara dunia pendidikan tinggi dan kebutuhan nyata masyarakat di wilayah perbatasan.
Dua booth pameran yang berdiri di tengah hiruk-pikuk festival menjadi simbol kecil dari komitmen besar: bahwa pengabdian mahasiswa dan akademisi IPB University dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.
Dengan antusiasme yang ditunjukkan pengunjung, partisipasi TEP IPB University dalam festival-festival budaya seperti Kali Maro diharapkan dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang. Kehadiran tersebut sekaligus membuka lebih banyak ruang kolaborasi antara inovasi kampus, potensi masyarakat, dan kekayaan tradisi Papua Selatan.
Dengan demikian, Festival Kali Maro bukan hanya menjadi ruang untuk merayakan budaya dan tradisi, tetapi juga menjadi panggung bagi berbagai gagasan dan inovasi yang lahir dari tengah masyarakat—termasuk karya Tim Ekspedisi Patriot IPB University yang kini mulai diperkenalkan lebih luas kepada publik. (***)




