TIFFANEWS.CO.ID – Bupati Merauke, Yoseph B. Gebze mendorong penguatan kemitraan lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS, tuberkulosis (TBC), dan malaria di Kabupaten Merauke. Keterlibatan pemerintah daerah, pemerintah kampung, dunia usaha, lembaga keagamaan, organisasi masyarakat, hingga lembaga nonpemerintah dinilai penting untuk mendukung target eliminasi ketiga penyakit tersebut pada 2030.
Hal itu disampaikan dalam sambutan Bupati Merauke pada pertemuan kemitraan lintas sektor yang berlangsung di Aula Hotel Corein Merauke, Rabu (14/10/2026). Kegiatan yang difasilitasi Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (ADINKES) Provinsi Papua Selatan tersebut berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Merauke melalui Badan Perencanaan Pembangunan.
Yoseph menyoroti peningkatan kasus HIV/AIDS di Kabupaten Merauke dalam dua tahun terakhir. Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan, terlebih Merauke merupakan ibu kota Provinsi Papua Selatan. Karena itu, upaya pencegahan dan penanganan perlu diperkuat melalui edukasi masyarakat, pendampingan kelompok rentan, serta pelayanan kesehatan yang berkelanjutan.
Menurutnya, penanggulangan HIV/AIDS, TBC, dan malaria tidak dapat hanya mengandalkan sektor kesehatan. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diharapkan mengambil bagian sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Dukungan juga diperlukan dari pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), badan usaha milik daerah (BUMD), lembaga keagamaan, yayasan pendidikan, dan organisasi nonpemerintah.

Dukungan pemerintah kampung terhadap program tersebut mulai terlihat. Berdasarkan informasi dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung, sebanyak 33 kampung yang tersebar di sembilan distrik di Kabupaten Merauke telah mengalokasikan dana kampung untuk mendukung pencegahan dan pengendalian AIDS, TBC, dan malaria. Dalam pertemuan tersebut, ADINKES juga mengundang perwakilan dari 12 kampung yang telah mengalokasikan anggaran untuk program tersebut agar dapat berbagi pengalaman dan menjadi contoh bagi wilayah lain.
Ketua ADINKES Provinsi Papua Selatan, Leonardus Mahuze, menekankan pentingnya menyatukan program dan sumber daya dari berbagai sektor untuk mendukung pencapaian target eliminasi 2030. Menurutnya, tanggung jawab penanggulangan penyakit tidak dapat dibebankan hanya kepada Dinas Kesehatan karena keberhasilan program membutuhkan dukungan pemerintah daerah, pemerintah kampung, dunia usaha, lembaga keagamaan, organisasi masyarakat, dan lembaga swadaya masyarakat.
ADINKES juga berperan memperkuat koordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten, terutama dalam menyelaraskan kebijakan, program, serta penganggaran. Keberlanjutan program turut menjadi perhatian karena upaya penanggulangan selama ini mendapat dukungan dari Pemerintah Indonesia bersama Global Fund.
Pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan menyiapkan langkah lanjutan agar program yang telah berjalan dapat terus dilaksanakan.
Pertemuan kemitraan lintas sektor yang berlangsung selama dua hari tersebut diharapkan menghasilkan kesepakatan konkret mengenai program, pembagian peran, dan dukungan anggaran. Hasil pembahasan akan dituangkan dalam Rencana Tindak Lanjut (RTL) 2026–2027
sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan secara terarah dan berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Merauke berharap kolaborasi seluruh pihak dapat memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS, TBC, dan malaria demi mendukung pencapaian target eliminasi pada 2030. (JW)




