TIFFANEWS.CO.ID – Peningkatan produksi pangan di Kabupaten Merauke perlu diikuti dengan perbaikan pendapatan petani dan nelayan. Hasil pertanian yang melimpah tidak cukup menjadi ukuran keberhasilan apabila belum memberikan manfaat ekonomi yang layak bagi masyarakat yang mengelolanya.
Sejalan dengan persoalan tersebut, Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze menekankan pentingnya pembangunan pangan yang memperhatikan produktivitas, kesejahteraan masyarakat, pemenuhan gizi, dan kelestarian lingkungan. Merauke diharapkan tidak hanya menjadi daerah penghasil pangan bagi wilayah lain, tetapi juga mampu memastikan masyarakatnya memperoleh manfaat dari potensi tersebut.
Untuk mendukung tujuan itu, Kabupaten Merauke memiliki potensi dari sektor pertanian, peternakan, perikanan, serta beragam sumber pangan lokal. Luasnya lahan, kekayaan sumber daya alam, dan kearifan masyarakat adat menjadi modal dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengembangkan ekonomi masyarakat di tingkat kampung.
Sebagai bagian dari perhatian terhadap pembangunan pangan, peringatan Hari Pangan Sedunia 2026 berlangsung selama dua hari, 15-16 Oktober 2026, di halaman Kantor Bupati Merauke. Kegiatan ini mengusung tema “Inovasi Hari Ini, Nutrisi Besok” (Innovate Today, Nourish Tomorrow), yang menekankan pentingnya inovasi untuk memenuhi kebutuhan pangan saat ini dan menjaga ketersediaan pangan berkualitas bagi generasi mendatang.
Dalam pengembangan sektor tersebut, terdapat lima fokus utama yang perlu diperhatikan, yakni peningkatan produktivitas melalui inovasi dan teknologi, penguatan kesejahteraan petani dan nelayan, diversifikasi pangan lokal, pengembangan sistem pangan berkelanjutan, serta pemerataan distribusi pangan dan peningkatan gizi masyarakat.
Pada aspek produktivitas, penggunaan teknologi pertanian tepat guna, penyediaan benih berkualitas, perbaikan tata kelola air, dan pendampingan bagi petani kecil menjadi langkah yang dapat mendukung peningkatan hasil panen. Selain kuantitas produksi, kualitas dan daya saing produk pangan lokal juga perlu diperhatikan agar memberikan nilai ekonomi yang lebih baik.
Sementara itu, penguatan kesejahteraan petani dan nelayan memerlukan dukungan melalui pelatihan, pendampingan, akses permodalan, serta pengembangan kelembagaan ekonomi kampung. Keterlibatan generasi muda Papua juga dapat diperluas agar mereka tidak hanya menjadi tenaga kerja, tetapi mampu mengembangkan usaha pangan secara mandiri.
Di sisi lain, diversifikasi pangan dapat dilakukan dengan mengembangkan berbagai komoditas lokal, seperti sagu, umbi-umbian, pisang, dan hasil perikanan. Pemanfaatan sumber pangan tersebut dapat memperluas pilihan konsumsi masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap satu jenis komoditas.
Namun, pengembangan produksi tetap perlu memperhatikan kondisi lingkungan dan hak masyarakat adat. Oleh karena itu, upaya menjaga kesuburan tanah, melindungi kawasan hutan, dan menghormati nilai budaya setempat menjadi bagian penting dalam pemanfaatan sumber daya alam untuk pembangunan pangan.
Selain persoalan produksi dan lingkungan, distribusi pangan juga perlu mendapat perhatian, khususnya untuk menjangkau masyarakat di kampung-kampung terpencil. Ketersediaan bahan pangan harus disertai harga yang terjangkau agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Bersamaan dengan itu, pemenuhan gizi bagi ibu hamil, bayi, balita, dan kelompok rentan lainnya perlu menjadi perhatian dalam pembangunan pangan. Upaya tersebut berkaitan dengan peningkatan kualitas gizi masyarakat dan pencegahan stunting.
Lebih jauh, peningkatan produksi perlu diimbangi dengan akses pasar yang memadai, pengolahan hasil untuk meningkatkan nilai tambah, dan penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat. Langkah tersebut penting agar petani tidak hanya menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi yang layak dari hasil kerjanya.
Dengan demikian, pembangunan pangan di Merauke perlu menghubungkan peningkatan produktivitas dengan kesejahteraan masyarakat. Pengembangan potensi lokal, penerapan inovasi, pemerataan distribusi, serta perhatian terhadap gizi dan lingkungan menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.
Pada akhirnya, melalui momentum Hari Pangan Sedunia 2026, Merauke diharapkan mampu mengoptimalkan sumber daya pangannya tanpa mengabaikan kebutuhan masyarakat yang menjadi pelaku utama sektor tersebut. Peningkatan produksi perlu berjalan seiring dengan perbaikan pendapatan petani dan nelayan serta keberlanjutan sumber daya alam. (JW)




