TIFFANEWS.CO.ID – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Merauke mendorong para pengrajin noken dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tingkat kampung untuk mengembangkan usaha serta memiliki legalitas melalui Nomor Induk Berusaha (NIB).
Dorongan tersebut disampaikan Kepala DPMPTSP Kabupaten Merauke, R. Marwiah Ali Mahmud, S.T., M.Si., saat ditemui TIFFANEWS dalam kegiatan pelatihan noken yang berlangsung di Kampung Marind PNG, Jalan Buti, Kabupaten Merauke, Jumat (30/10/2026).
Marwiah menjelaskan, pembinaan terhadap pengrajin dan pelaku UMKM tidak cukup dilakukan melalui kegiatan di dalam ruangan, tetapi perlu menyentuh langsung masyarakat di kampung yang memiliki potensi usaha untuk dikembangkan.
Menurutnya, kegiatan pelatihan noken juga menjadi kesempatan untuk memberikan pemahaman kepada pengrajin mengenai pentingnya legalitas usaha, kemitraan, serta pengembangan pemasaran produk.
Ia mengatakan, kepemilikan NIB akan memberikan kemudahan bagi pelaku usaha untuk membangun kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk membuka peluang memperoleh dukungan dan bantuan pemerintah melalui dinas terkait.
“Jangan takut untuk berusaha. Pengurusan izin usaha sekarang sangat mudah. Dengan memiliki legalitas, pelaku UMKM bisa menjalin kerja sama dan memiliki peluang mendapatkan bantuan dari pemerintah melalui dinas terkait,” jelasnya.
Marwiah menambahkan, DPMPTSP mendorong kolaborasi dengan Dekranasda dan Rumah BUMN Merauke untuk membantu pengrajin meningkatkan kapasitas usaha, memperbaiki kualitas produk, membangun merek, serta memperluas promosi dan pemasaran.
Melalui pendampingan tersebut, para pengrajin diharapkan tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga memahami cara mengembangkan usaha agar memiliki daya saing dan akses pasar yang lebih luas.

Ia menyebutkan, hingga Oktober 2026, jumlah Nomor Induk Berusaha (NIB) yang telah diterbitkan melalui sistem Online Single Submission (OSS) di Kabupaten Merauke mencapai kurang lebih 12 ribu. Sekitar 80 persen di antaranya merupakan pelaku UMKM.
“Ini menunjukkan bahwa perkembangan UMKM di Merauke cukup besar. Karena itu, diperlukan inovasi dan kolaborasi antara pemerintah, swasta, serta pelaku usaha agar UMKM kita bisa maju bersama,” ungkapnya.
Terkait kondisi ekonomi dan investasi daerah, Marwiah menyampaikan bahwa realisasi investasi Kabupaten Merauke masih berada dalam posisi stabil. Meski demikian, kondisi produksi masyarakat dapat dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk cuaca dan musim kemarau yang berdampak pada sektor usaha berbasis sumber daya alam.
Karena itu, ia menilai pembinaan, pendampingan perizinan, kemitraan, dan promosi produk lokal menjadi bagian penting dalam memperkuat pertumbuhan UMKM di Kabupaten Merauke. (Djo)




