TIFFA NEWSTIFFA NEWS
  • HOME
  • BERITA
  • OLAHRAGA
  • KAMTIBMAS
  • POLITIK
  • PPS
  • NUSANTARA
  • GALERI
  • OPINI
  • OTHERS
    • PUSTAKA
    • BUDAYA
    • EKONOMI
    • HANKAM
    • HAM
    • JEJAK
    • GAYA HIDUP
    • INTAN JAYA
    • SOSOK
Search
Reading: Tiga Kapal Nelayan Indonesia Ditangkap di Perairan PNG, Lantamal XI Ingatkan Batas Perairan
Share
TIFFA NEWSTIFFA NEWS
Search
  • HOME
  • BERITA
  • OLAHRAGA
  • KAMTIBMAS
  • POLITIK
  • PPS
  • NUSANTARA
  • GALERI
  • OPINI
  • OTHERS
    • PUSTAKA
    • BUDAYA
    • EKONOMI
    • HANKAM
    • HAM
    • JEJAK
    • GAYA HIDUP
    • INTAN JAYA
    • SOSOK
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 RAKA for Tiffa Company. All Rights Reserved.
TIFFA NEWS > News > BERITA > Tiga Kapal Nelayan Indonesia Ditangkap di Perairan PNG, Lantamal XI Ingatkan Batas Perairan
BERITAHANKAM

Tiga Kapal Nelayan Indonesia Ditangkap di Perairan PNG, Lantamal XI Ingatkan Batas Perairan

Last updated: 26/03/2025 - 16:10
By Tiffa News
Share
KMN Akifa 01 dan KMN Bintang Samudra 92 lego jangkar di depan pelabuhan Port Moresby. (Foto: tiffanews.co.id/istimewa)
SHARE

TIFFANEWS.CO.ID – Pada Jumat (14/3/2025) lalu, Pos TNI Angkatan Laut (Posal) Torasi menerima laporan dari nelayan terkait penangkapan tiga kapal nelayan Indonesia (KIA) oleh patroli PNG di perairan Papua Nugini (PNG). Kapal-kapal tersebut diduga telah memasuki wilayah perairan PNG secara ilegal.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) XI Merauke berkoordinasi dengan Atase Pertahanan Indonesia untuk PNG guna memastikan kebenaran informasi tersebut. Setelah dilakukan konfirmasi, Atase Pertahanan RI di PNG menginformasikan bahwa tiga kapal Indonesia yang dimaksud telah ditangkap oleh aparat National Fisheries Authority (NFA) atau Dinas Perikanan PNG.

Ketiga kapal yang ditangkap dan saat ini lego jangkar di Pelabuhan Port Moresby adalah KMN Akifa 01 (dengan 8 orang ABK), KMN Bintang Samudra 92 (6 orang ABK), dan KM Eka Jaya (26 orang ABK), dengan total 40 orang ABK. Semua ABK dalam kondisi baik dan sehat.

Trending Now:  Ustadz Das'ad Latif Pimpin Tauziah Ramadhan Pemprov Papua Selatan Bersama Ribuan Masyarakat

Proses karantina terhadap ketiga kapal akan dilakukan oleh NAQIA PNG, setelah itu dilakukan investigasi lebih lanjut oleh pihak NFA. Setelah pemeriksaan selesai, pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) akan diizinkan untuk melakukan kunjungan dan memberikan informasi lengkap mengenai penangkapan tersebut.

Komandan Lantamal XI, Laksamana Pertama TNI Joko Andriyanto, S.T., M.Tr.Hanla., M.A.P., menyampaikan bahwa dua kapal nelayan tersebut berasal dari Merauke dan satu kapal lainnya dari Pulau Jawa.

“Kapal dari Pulau Jawa adalah kapal cumi, dan saat ini kami masih komunikasi aktif dengan pihak Atase Pertahanan [Athan] RI di PNG. Kapal dan ABK masih dalam proses karantina, dan setelahnya akan dilaksanakan investigasi dan pemeriksaan lebih lanjut oleh NFA,” ujarnya dalam rilis yang diterima pada Rabu (26/3/2025).

Laksamana Pertama Joko Andriyanto juga mengimbau agar para nelayan selalu melengkapi seluruh persyaratan berlayar, seperti peta laut, GPS, dan AIS, untuk memudahkan pemantauan posisi kapal. Selain itu, alat komunikasi sangat penting agar nelayan dapat berhubungan dengan kapal lain maupun Posal Torasi yang berada di perbatasan PNG. Surat izin pelayaran dan peralatan keselamatan seperti pelampung dan bouy juga wajib dilengkapi, mengingat Laut Arafuru yang terkenal dengan ombak besar.

Trending Now:  PKS Usung Apolo Safanpo dan Paskalis Imadawa Sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Selatan

“Karena di laut tidak ada batas yang jelas dan tidak ada pagar, maka penting untuk memiliki alat navigasi yang tepat. Persyaratan berlayar harus dipenuhi sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegas Komandan Lantamal XI. (***)

You Might Also Like

Kampung Riipua-Maumere Berbenah Jadi Destinasi Wisata, Warga Pun Batal Merantau

GAMKI Papua Selatan: Paskah Jadi Momentum Kebangkitan Iman dan Peran Strategis Pemuda

Cinta Kasih Menembus Batas

Jembatan Garuda Buka Akses Layanan dan Ekonomi Warga

Tiffa News 26/03/2025
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Tiga Bulan Terendam Banjir Rob, Tim Reaksi Cepat BPBD Merauke Turun Langsung
Next Article Antrean Panjang di Depan Kantor Gubernur Papua Selatan, Warga: Ingin Bertemu Gubernur yang Kami Pilih
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow US

Find US on Social Medias
Facebook Like
Twitter Follow
Youtube Subscribe
Telegram Follow
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
newsletter featurednewsletter featured

Weekly Newsletter

Kirim Email Anda agar bisa kami infokan berita pilihan terpopuler

Popular News
BERITAPPS

Mulai Pekan Depan, Pemprov Papua Selatan Berlakukan WFH Setiap Jumat

By Tiffa News 4 days ago
Frits Tobo Wakasu: Hentikan Polemik MRP, Tokoh Papua Diminta Bersatu Bangun Daerah
Frits Tobo Wakasu Bicara PSN: ‘Jangan Kira Kami Diam, Tapi Memang Tidak Dilibatkan’
Fortembang ke RKPD 2027, Pemprov Papua Selatan Dorong Pembangunan Partisipatif
Jembatan Garuda Buka Akses Layanan dan Ekonomi Warga

SUARNEWS.COM

about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

  • BERITA
  • PON XX 2021
  • GALERI
  • KAMTIBMAS
  • NUSANTARA
  • PUSTAKA
  • GAYA HIDUP
  • JEJAK
  • SUARNEWS
  • INTAN JAYA
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Find Us on Socials

© TIFFANews Network. RAKA GENDIS.id Company. All Rights Reserved. Suar News

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?