TIFFANEWS.CO.ID – Peringatan Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni menjadi momentum bagi generasi muda untuk terus mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Sejumlah tokoh pemuda di Kabupaten Merauke menilai Pancasila tetap relevan sebagai pedoman hidup dalam menjaga persatuan, toleransi, dan keutuhan bangsa di tengah perkembangan zaman.
Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Merauke, David Kainakaimu, mengatakan Pancasila merupakan ideologi bangsa yang harus menjadi landasan dalam setiap tindakan dan pergerakan masyarakat Indonesia.
“Hari Pancasila harus menjadi momentum refleksi bagi seluruh anak muda untuk memahami bahwa Pancasila adalah dasar negara sekaligus pedoman hidup bangsa Indonesia. Dalam setiap pergerakan, kita harus tetap berpatokan pada nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi bangsa,” ujarnya.
Menurut David, salah satu tantangan terbesar dalam menjaga nilai-nilai Pancasila saat ini adalah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat. Karena itu, generasi muda dituntut lebih bijak dalam menggunakan media digital dan menyaring setiap informasi yang diterima.
“Sebagai anak muda, kita harus bijak dan objektif dalam memilah informasi. Jangan sampai terlibat dalam penyebaran berita bohong atau hoaks yang dapat merugikan diri sendiri maupun masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan, Pancasila menjadi benteng yang kuat dalam menghadapi berbagai pengaruh dan ideologi dari luar yang berpotensi mengganggu persatuan bangsa. Untuk itu, pemuda perlu terus memperkuat wawasan kebangsaan dan berperan aktif dalam pembangunan daerah.
Selain menjaga nilai-nilai kebangsaan, David juga mengajak generasi muda untuk menjaga simbol-simbol negara serta aset bersejarah sebagai bentuk kecintaan terhadap bangsa dan negara. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi hal penting guna mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Sekretaris Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Merauke, Andhika Labobar, menilai Hari Lahir Pancasila tidak boleh hanya diperingati secara seremonial, tetapi harus menjadi momentum untuk menghidupi nilai-nilai persatuan, keadilan, dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.
“Hari Pancasila merupakan momentum untuk merefleksikan kembali bahwa Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga pedoman hidup bangsa Indonesia. Pemuda harus menjadi pelopor dalam menjaga persatuan, keadilan, dan toleransi di tengah kehidupan masyarakat yang beragam,” ujarnya.
Andhika menyoroti maraknya penyebaran hoaks, ujaran kebencian, serta kasus intoleransi yang masih terjadi di sejumlah daerah sebagai tantangan serius yang perlu dihadapi bersama.
“Saya melihat tantangan terbesar hari ini adalah maraknya berita hoaks, ujaran kebencian, dan kasus intoleransi. Faktor-faktor inilah yang dapat memecah belah kehidupan bermasyarakat jika tidak diantisipasi dengan baik,” katanya.
Menurutnya, derasnya pengaruh budaya luar akibat globalisasi juga harus disikapi secara bijak. Pemuda dituntut mampu menyaring setiap pengaruh yang masuk berdasarkan nilai-nilai Pancasila tanpa meninggalkan budaya lokal dan kearifan yang dimiliki masyarakat Indonesia.
Dalam konteks Papua Selatan yang kaya akan keberagaman suku, agama, budaya, dan adat istiadat, Andhika menilai nilai-nilai Pancasila menjadi fondasi penting dalam menjaga kehidupan yang harmonis, damai, dan saling menghormati.
Ia juga mendorong generasi muda untuk aktif berkontribusi melalui pendidikan, kewirausahaan, pembangunan daerah, serta berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini diharapkan menjadi pengingat bagi generasi muda untuk terus memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai persatuan, toleransi, dan nasionalisme. Di tengah derasnya arus informasi dan pengaruh globalisasi, Pancasila harus tetap menjadi pedoman dalam berkontribusi bagi pembangunan daerah dan kemajuan bangsa. (JW)




