TIFFANEWS.CO.ID – Pemerintah pusat menyiapkan pembangunan industri bahan bakar nabati (B50) di Papua Selatan sebagai bagian dari strategi besar menjadikan wilayah tersebut tidak hanya sebagai lumbung pangan nasional, tetapi juga sebagai pusat produksi energi.
Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, usai menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Program Prioritas Nasional Bidang Pangan dan Pertanian di Provinsi Papua Selatan, yang digelar di Swiss-Belhotel Merauke, Selasa (14/7/2026).
Menurut Zulkifli, pengembangan kawasan Wanam tidak hanya difokuskan pada pencetakan sawah dan peningkatan produksi pangan, tetapi juga diarahkan untuk mewujudkan kemandirian energi di Tanah Papua.
“Di sini nanti akan dibangun B50, sehingga kebutuhan energi Papua bisa dipenuhi dari Papua sendiri. Tidak perlu lagi didatangkan dari Jawa yang biaya distribusinya sangat mahal,” ujar Zulkifli.
Ia menjelaskan, pembangunan sektor pangan dan energi dirancang secara terintegrasi agar mampu menekan biaya logistik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Papua Selatan.
Selain menjadi sentra energi, pemerintah juga menargetkan Papua mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Bahkan, jika produksi terus meningkat, kawasan Wanam diproyeksikan dapat memasok kebutuhan pangan ke seluruh wilayah Papua hingga Maluku dan Maluku Utara.

“Kita berharap Papua tidak lagi bergantung pada pasokan pangan dari luar. Kalau Wanam berhasil, seluruh Papua bisa disuplai dari sini, bahkan bisa memasok Maluku dan Maluku Utara,” katanya.
Zulkifli menambahkan, pembangunan kawasan sentra pangan, energi, dan air di Papua Selatan terus menunjukkan perkembangan. Sejumlah infrastruktur pendukung telah dibangun, di antaranya pelabuhan yang telah rampung, jalan sepanjang 58 kilometer yang telah selesai dikerjakan, serta pembangunan ruas jalan lanjutan sepanjang 35 kilometer yang masih berlangsung.
Di sektor pertanian, pemerintah menargetkan pencetakan sawah seluas 10.000 hingga 11.000 hektare pada 2026. Hingga kini, sekitar 1.200 hektare di antaranya telah selesai ditanami. Pemerintah juga menargetkan Presiden RI dapat hadir di Wanam untuk melakukan panen perdana pada Oktober atau November 2026.
Menurutnya, keberhasilan program strategis nasional tersebut membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, tokoh adat, hingga masyarakat.
“Kalau semua ini berhasil, Papua akan mandiri pangannya, mandiri energinya, dan tentu akan membawa kemakmuran bagi masyarakat Papua,” tutupnya. (Djo)




