TIFFA NEWSTIFFA NEWS
  • HOME
  • BERITA
  • OLAHRAGA
  • KAMTIBMAS
  • POLITIK
  • PPS
  • NUSANTARA
  • GALERI
  • OPINI
  • OTHERS
    • PUSTAKA
    • BUDAYA
    • EKONOMI
    • HANKAM
    • HAM
    • JEJAK
    • GAYA HIDUP
    • INTAN JAYA
    • SOSOK
Search
Reading: Karier Versi Gen Z: Stabil, Fleksibel, dan Punya Side Hustle
Share
TIFFA NEWSTIFFA NEWS
Search
  • HOME
  • BERITA
  • OLAHRAGA
  • KAMTIBMAS
  • POLITIK
  • PPS
  • NUSANTARA
  • GALERI
  • OPINI
  • OTHERS
    • PUSTAKA
    • BUDAYA
    • EKONOMI
    • HANKAM
    • HAM
    • JEJAK
    • GAYA HIDUP
    • INTAN JAYA
    • SOSOK
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 RAKA for Tiffa Company. All Rights Reserved.
TIFFA NEWS > News > EKONOMI > Karier Versi Gen Z: Stabil, Fleksibel, dan Punya Side Hustle
EKONOMIOPINI

Karier Versi Gen Z: Stabil, Fleksibel, dan Punya Side Hustle

Last updated: 19/02/2026 - 00:19
By Tiffa News
Share
Karier Versi Gen Z (ilustrasi)
SHARE

Oleh : Ronny Imanuel Rumboy

TIFFANEWS.CO.ID — Paradigma karier pekerja muda kini mengalami pergeseran signifikan. Survei terbaru menunjukkan bahwa mayoritas anggota Generasi Z tidak lagi menempatkan jabatan tinggi di dunia kerja sebagai puncak ambisi profesional. Sebaliknya, mereka lebih memilih untuk memiliki side hustle atau pekerjaan sampingan yang dikombinasikan dengan pekerjaan utama sebagai strategi karier yang lebih fleksibel dan bermakna. Hasil ini mencerminkan perubahan nilai kerja di tengah dinamika ekonomi global dan perkembangan teknologi.

Tren Side Hustle: Bukan Sekadar Tambahan Penghasilan

Menurut data Harris Poll yang dikutip oleh Forbes, sekitar 57% pekerja Gen Z memiliki side hustle, jumlah yang lebih tinggi dibanding generasi lain seperti milenial (48%), Gen X (31%), dan baby boomer (21%). Tren ini menjadikan Gen Z sebagai generasi dengan partisipasi side hustle tertinggi di antara kelompok usia pekerja dewasa.

Lebih jauh, riset di Amerika Serikat menunjukkan bahwa side hustle bukan sekadar penghasilan tambahan, melainkan menjadi bagian penting dari struktur pendapatan. Untuk Gen Z, side hustle bahkan menyumbang 57% dari total pendapatan pekerja yang memiliki multiple income stream, jauh lebih besar dari sekadar penghasilan sampingan.

Mengapa Gen Z Menjauhi Career Ladder Tradisional

Trending Now:  Menarik ! Begini Cara Gubernur Papsel Jaga Kebugaran dan Dekati Dunia Usaha

Perubahan preferensi ini mencerminkan definisi kesuksesan yang berbeda antara Gen Z dan pendahulunya. Tradisionalnya, kesuksesan diukur lewat kenaikan jabatan, status, dan stabilitas kerja. Namun kini, banyak pekerja muda melihat jabatan tinggi sebagai kurang relevan tanpa adanya fleksibilitas, kreativitas, dan otonomi yang mereka nilai penting.

Pakar karier dari Glassdoor, Morgan Sanner, menyebut pendekatan ini sebagai career lily pad, di mana pekerja tidak mengikuti jalur linear naik jabatan, namun pindah dari satu peluang ke peluang lain yang sesuai dengan tujuan dan minat mereka.

Data lain menunjukkan bahwa 68% Gen Z enggan mengejar posisi manajerial kecuali ada insentif signifikan seperti gaji atau judul, menegaskan bahwa motivasi jabatan tinggi kini semakin berkurang di kalangan ini.

Faktor Pendorong: Ekonomi, Teknologi, dan Nilai Kerja Baru

Pergeseran ini bukan terjadi tanpa alasan kuat. Ada beberapa faktor yang mendorong tren side hustle di kalangan Gen Z:

1. Ketidakpastian Ekonomi

Banyak generasi muda menghadapi realitas ekonomi yang tidak stabil, seperti pertumbuhan pendapatan yang stagnan, biaya hidup meningkat, serta pengalaman keluarga atau teman yang terkena PHK. Situasi ini mendorong mereka mencari lebih dari satu sumber penghasilan sebagai bentuk mitigasi risiko.

Trending Now:  Kopdes Merah-Putih Diluncurkan Serentak, Papua Selatan Siap Perkuat Ekonomi Desa

2. Dampak Teknologi dan AI

Kemajuan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi juga mengubah pandangan Gen Z terhadap keamanan pekerjaan tradisional. Kekhawatiran terhadap perubahan industri membuat mereka memandang side hustle sebagai bentuk strategi perlindungan pendapatan dan pembelajaran keterampilan baru.

3. Aspirasi terhadap Otonomi dan Kreativitas

Hasil survei lain menambahkan bahwa Gen Z juga terdorong oleh keinginan menjadi own boss, mengembangkan minat pribadi, dan membangun identitas profesional yang tidak sepenuhnya bergantung pada struktur korporat tradisional. Sekitar 49% responden ingin menjadi bos untuk diri mereka sendiri, menunjukkan motivasi kuat di balik fenomena side hustle.

Side Hustle sebagai Strategi Karier

Sementara beberapa generasi mungkin melihat pekerjaan sampingan sebagai pekerjaan sementara, Gen Z memandangnya sebagai strategi karier jangka panjang. Studi menunjukkan bahwa banyak di antara mereka menginvestasikan penghasilan dari side hustle, membangun keterampilan beragam yang tidak ditawarkan pekerjaan utama, dan bahkan melihat peluang ini sebagai fondasi untuk aktivitas kewirausahaan penuh waktu di masa depan.

Bagi banyak Gen Z, pekerjaan penuh waktu masih penting, namun peranannya kini berubah menjadi penyanggah stabilitas finansial yang digunakan untuk mendukung side hustle yang lebih fleksibel dan bermakna. Hal ini tercermin dalam istilah yang sering digunakan: the 9-to-5 funds the 5-to-9, di mana pekerjaan utama menjadi modal untuk aktivitas lain di luar jam kerja.

Trending Now:  Refleksi Singkat untuk Anak-anak Pengungsi Intan Jaya di Biara Susteran PRR, Arso 6 Keerom

Dampak pada Dunia Kerja

Fenomena ini memaksa perusahaan dan pengusaha meninjau ulang cara mereka menarik dan mempertahankan talenta muda. Fleksibilitas kerja, peluang pengembangan keterampilan, dan dukungan terhadap inisiatif karyawan menjadi faktor semakin penting dalam strategi sumber daya manusia. Strategi karier yang semakin non-linear ini menunjukkan bahwa dunia kerja modern kini lebih mengutamakan keseimbangan hidup, otonomi, dan diversifikasi pendapatan daripada sekedar hirarki jabatan yang kaku.

Daftar Pustaka

• Castrillon, Caroline. 57% Of Gen Z Choose Side Hustles Over The Corner Office. Forbes, 2 Sep 2025. 

• Gen Z Turns Side Gigs Into 57% of Total Income. PYMNTS.com, 2025. 

• 49% of Gen Z-ers Want to Be Their Own Boss: Why Side Hustles Are Their New Escape from the 9-to-5. The Times of India, Nov 2025. 

• Why Gen Z Side Hustles Are A Career Strategy, Not A Distraction. Forbes, 31 Jan 2026. 

You Might Also Like

Misa Imlek dan Inkulturasi

Retaknya Mitos “Selatan Aman”

DPRK Boven Digoel Dorong Dialog PT TSE dan Pemilik Hak Ulayat Demi Jaga Stabilitas Investasi

Dialektika Koteka Dan Seragam Khaki: Menakar Identitas Tubuh Birokrasi Di Tanah Papua

Tiffa News 19/02/2026
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari, Menag Ajak Umat Jaga Kerukunan
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow US

Find US on Social Medias
Facebook Like
Twitter Follow
Youtube Subscribe
Telegram Follow
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
newsletter featurednewsletter featured

Weekly Newsletter

Kirim Email Anda agar bisa kami infokan berita pilihan terpopuler

Popular News
BERITAOPINI

Misa Imlek dan Inkulturasi

By bungben 3 days ago
Retaknya Mitos “Selatan Aman”
DPRK Boven Digoel Dorong Dialog PT TSE dan Pemilik Hak Ulayat Demi Jaga Stabilitas Investasi
Kementerian HAM Mediasi Sengketa Wilayah Adat Suku Sumuri di Teluk Bintuni
Gubernur dan Sekda Papua Selatan Hadiri Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Merauke

SUARNEWS.COM

about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

  • BERITA
  • PON XX 2021
  • GALERI
  • KAMTIBMAS
  • NUSANTARA
  • PUSTAKA
  • GAYA HIDUP
  • JEJAK
  • SUARNEWS
  • INTAN JAYA
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Find Us on Socials

© TIFFANews Network. RAKA GENDIS.id Company. All Rights Reserved. Suar News

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?