TIFFANEWS.CO.ID – Sekretaris Daerah Papua Selatan, Ferdinandus Kainakaimu, menilai kunjungan kerja Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan bersama Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri sebagai bukti nyata perhatian pemerintah pusat terhadap daerah otonom baru tersebut.
Kunjungan yang juga melibatkan Program SKALA itu diawali dengan diskusi bersama pimpinan OPD Provinsi Papua Selatan serta empat kabupaten—Merauke, Boven Digoel, Mappi, dan Asmat—di Swiss-Belhotel Merauke, Selasa (10/2/2026).
Di sela kegiatan, Ferdinandus menegaskan Papua Selatan masih membutuhkan dukungan dan pendampingan pusat.
“Kami provinsi sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat. Momen ini sangat istimewa dan harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Ia mengibaratkan Papua Selatan seperti anak yang baru belajar berjalan dan masih memerlukan tuntunan.
“Kalau orang tuanya melepas dan mengurangi alat bantu, tentu anak itu tidak bisa berjalan lebih cepat,” katanya.
Menurutnya, Papua Selatan saat ini masih sangat bergantung pada dana transfer pusat. Karena itu, pembinaan, arahan, dan penguatan kapasitas menjadi penting agar pembangunan dan layanan dasar bisa berjalan optimal.
Ferdinandus menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk terus meningkatkan kinerja dan memperkuat koordinasi.
“Kami tidak mau menjadi provinsi yang tertinggal. Kami ingin maju bersama seperti provinsi lain,” tegasnya.
Kunjungan ini juga menjadi bagian dari monitoring dan evaluasi penyusunan Kajian Efektivitas Penyaluran Langsung Tunjangan Guru ASND oleh Kementerian Keuangan melalui DJPK, sekaligus penyelarasan komunikasi kebijakan fiskal dan transfer ke daerah.
Sekda berharap pertemuan tersebut memberi dampak konkret bagi percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas layanan dasar di Papua Selatan. (Djo)




