TIFFA NEWSTIFFA NEWS
  • HOME
  • BERITA
  • OLAHRAGA
  • KAMTIBMAS
  • POLITIK
  • PPS
  • NUSANTARA
  • GALERI
  • OPINI
  • OTHERS
    • PUSTAKA
    • BUDAYA
    • EKONOMI
    • HANKAM
    • HAM
    • JEJAK
    • GAYA HIDUP
    • INTAN JAYA
    • SOSOK
Search
Reading: Penolakan Menguat, Lemaskim Minta Pemerintah Stop Proyek Peternakan di Kimaam
Share
TIFFA NEWSTIFFA NEWS
Search
  • HOME
  • BERITA
  • OLAHRAGA
  • KAMTIBMAS
  • POLITIK
  • PPS
  • NUSANTARA
  • GALERI
  • OPINI
  • OTHERS
    • PUSTAKA
    • BUDAYA
    • EKONOMI
    • HANKAM
    • HAM
    • JEJAK
    • GAYA HIDUP
    • INTAN JAYA
    • SOSOK
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 RAKA for Tiffa Company. All Rights Reserved.
TIFFA NEWS > News > BERITA > Penolakan Menguat, Lemaskim Minta Pemerintah Stop Proyek Peternakan di Kimaam
BERITA

Penolakan Menguat, Lemaskim Minta Pemerintah Stop Proyek Peternakan di Kimaam

Last updated: 13/05/2026 - 23:27
By Tiffa News
Share
Audiensi yang berlangsung di Aula Kantor DPRD Kabupaten Merauke.
SHARE

TIFFANEWS.CO.ID – Penolakan terhadap rencana pembukaan kawasan peternakan sapi dan kerbau seluas 373.578 hektar di Pulau Kimam, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, disuarakan tegas oleh Lembaga Masyarakat Adat Suku Kimaima (Lemaskim) dalam audiensi bersama DPRD Kabupaten Merauke.

Audiensi yang berlangsung di Aula Kantor DPRD Kabupaten Merauke lantai dua, Selasa (12/05/2026). Agenda tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD beserta anggota, Sekretaris Daerah Kabupaten Merauke, Kepala DPMPTSP, Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Selatan, serta Pastor Pius Manu.

Suasana rapat berlangsung panas, sejumlah masyarakat adat dan mahasiswa asal Pulau Kimaam terlibat perdebatan sengit dengan beberapa anggota DPRD maupun OPD yang hadir. Perdebatan berlangsung hampir tiga jam sebelum akhirnya dicapai kesepakatan bersama.

Dalam forum tersebut, Ketua Lemaskim, Aloisius Kada, membacakan sebelas poin tuntutan yang menjadi sikap resmi masyarakat adat Suku Kimaima terhadap program Proyek Strategis Nasional (PSN), cetak sawah, dan rencana peternakan di wilayah mereka.

Trending Now:  Gentengisasi Prabowo: Perbaiki Rumah Rakyat atau Sekadar Tambah Daftar Proyek Negara?

Masyarakat adat Suku Kimaima secara tegas menolak PSN, cetak sawah raya, perkebunan sawit, hingga program peternakan sapi dan kerbau di Pulau Kimam maupun tanah Malind secara umum. Mereka juga meminta pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Papua Selatan, hingga Pemerintah Kabupaten Merauke agar tidak memfasilitasi perusahaan untuk bertemu masyarakat adat guna memperoleh izin operasional.

Tak hanya itu, Lemaskim juga menyoroti dugaan adanya pihak-pihak yang dianggap menjadi fasilitator masuknya perusahaan peternakan ke Kimaam. Salah satu nama yang disebut dalam forum ialah Drs. Johanis Gluba Gebze, yang dituding memfasilitasi 14 orang dari Distrik Kimam datang ke Merauke untuk mendukung rencana perusahaan peternakan.

Dalam tuntutannya, masyarakat adat bahkan meminta agar Johanis Gluba Gebze bersama pihak Koramil Kimaam diadili secara adat oleh pengadilan adat.

Lemaskim juga memperingatkan seluruh masyarakat adat Suku Kimaima agar tidak melakukan pertemuan dengan perusahaan maupun pihak tertentu yang membahas soal peternakan dan cetak sawah. Mereka menegaskan akan memberikan sanksi adat kepada masyarakat yang dianggap mendukung masuknya perusahaan.

Trending Now:  Sambut Indonesia Youth Day, Umat Katolik Kirab Salib Yesus Berbusana Koteka di Pusat Kota Sugapa

Situasi semakin memanas ketika salah satu poin tuntutan menyebut masyarakat akan mengambil “sikap tegas” apabila pernyataan mereka tidak diindahkan. Bahkan pada poin terakhir, mereka menyatakan akan “menyatakan sikap perang” apabila pemerintah dan pihak terkait tetap memaksakan program tersebut.

Meski demikian, hasil audiensi menghasilkan kesepakatan bahwa DPRD Kabupaten Merauke bersama Pemerintah Daerah dan lima orang perwakilan Lemaskim akan menyusun surat pernyataan resmi untuk diteruskan ke DPRD Provinsi Papua Selatan, Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Selatan, hingga pemerintah pusat.

Dalam agenda yang sama, Pastor Pius Manu menyampaikan bahwa kedatangan masyarakat adat ke DPRD dipicu rasa panik akibat pengalaman masa lalu terkait proyek PSN di Merauke.

“Masyarakat panik berdasarkan pengalaman lalu, dimana PSN ini datang hutan dibantai begitu saja tanpa ada perlawanan, maka hari ini masyarakat datang,” ungkap Pastor Pius Manu dalam forum tersebut.

Trending Now:  UGM Bersama WGII Gelar Studium Generale dan Diseminasi Hasil Eksaminasi Publik Putusan MK terkait UU KSDAHE

Ia juga menyinggung adanya dugaan pendekatan terhadap sejumlah warga Kimam dengan iming-iming bantuan ternak agar mendukung program peternakan.

Pastor Pius Manu mengaku heran terhadap proses keberangkatan 14 warga Kimam yang disebut terlebih dahulu dibawa ke Wanam sebelum diterbangkan ke Merauke.

“Saya heran kenapa harus ke Wanam, macam tidak ada airport di Kimam kah?” ujarnya.

Menurutnya, setelah tiba di Merauke, rombongan tersebut diarahkan untuk menyetujui rencana peternakan dan dianggap mewakili masyarakat adat Kimam.

“Jadi itu masyarakat diarahkan seperti itu,” tambahnya.

Audiensi tersebut menjadi salah satu penolakan terbuka dari masyarakat adat di wilayah pesisir selatan Papua terhadap rencana pengembangan PSN dan kawasan peternakan yang dinilai mengancam tanah adat, hutan, serta keberlangsungan hidup masyarakat lokal. (Djo)

You Might Also Like

HUT ke-81 RI, Ketua Pemuda Katolik Merauke Dorong Investasi SDM Menuju Indonesia Emas

Masyarakat Adat Muting Dukung PSN, Minta Pemerintah Responsif terhadap Hak Masyarakat

Gubernur Papua Selatan Lantik Enam Pejabat Tinggi Pratama

Empat Bulan Berdiri, 97 Siswa Jadi Awal Mimpi Besar SMA Kartika Merauke

Tiffa News 13/05/2026
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Bahas Sea Control dan Sea Denial, Dankodaeral XI Hadiri Forum Strategis TNI AL
Next Article MEMBACA “PESTA BABI”
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow US

Find US on Social Medias
Facebook Like
Twitter Follow
Youtube Subscribe
Telegram Follow
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
newsletter featurednewsletter featured

Weekly Newsletter

Kirim Email Anda agar bisa kami infokan berita pilihan terpopuler

Popular News
BERITAPPS

APBD 2025 Raih WTP, MRP Minta Rekomendasi BPK Ditindaklanjuti

By Tiffa News 5 days ago
Kemendagri Evaluasi Tiga Tahun Penyelenggaraan Pemerintahan DOB Papua Selatan
Efisiensi Anggaran, Banyak Pembangunan di Papua Selatan Tak Bisa Dilaksanakan
MRP Papua Selatan Dorong Kejelasan Bantuan Mahasiswa dan Tiga Perdasus Prioritas
Evaluasi DOB Papua Selatan, Merauke Fokus pada Penguatan Pembangunan Daerah

SUARNEWS.COM

about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

  • BERITA
  • PON XX 2021
  • GALERI
  • KAMTIBMAS
  • NUSANTARA
  • PUSTAKA
  • GAYA HIDUP
  • JEJAK
  • SUARNEWS
  • INTAN JAYA
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Find Us on Socials

© TIFFANews Network. RAKA GENDIS.id Company. All Rights Reserved. Suar News

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?