TIFFA NEWSTIFFA NEWS
  • HOME
  • BERITA
  • OLAHRAGA
  • KAMTIBMAS
  • POLITIK
  • PPS
  • NUSANTARA
  • GALERI
  • OPINI
  • OTHERS
    • PUSTAKA
    • BUDAYA
    • EKONOMI
    • HANKAM
    • HAM
    • JEJAK
    • GAYA HIDUP
    • INTAN JAYA
    • SOSOK
Search
Reading: Masyarakat Adat Muting Dukung PSN, Minta Pemerintah Responsif terhadap Hak Masyarakat
Share
TIFFA NEWSTIFFA NEWS
Search
  • HOME
  • BERITA
  • OLAHRAGA
  • KAMTIBMAS
  • POLITIK
  • PPS
  • NUSANTARA
  • GALERI
  • OPINI
  • OTHERS
    • PUSTAKA
    • BUDAYA
    • EKONOMI
    • HANKAM
    • HAM
    • JEJAK
    • GAYA HIDUP
    • INTAN JAYA
    • SOSOK
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 RAKA for Tiffa Company. All Rights Reserved.
TIFFA NEWS > News > BERITA > Masyarakat Adat Muting Dukung PSN, Minta Pemerintah Responsif terhadap Hak Masyarakat
BERITA

Masyarakat Adat Muting Dukung PSN, Minta Pemerintah Responsif terhadap Hak Masyarakat

Last updated: 15/08/2026 - 21:20
By Tiffa News
Share
Ratusan masyarakat adat dari wilayah Muting, Kabupaten Merauke, menyatakan dukungan terhadap program pembangunan pemerintah, termasuk Proyek Strategis Nasional (PSN).
SHARE

TIFFANEWS.CO.ID – Ratusan masyarakat adat dari wilayah Muting, Kabupaten Merauke, menyatakan dukungan terhadap program pembangunan pemerintah, termasuk Proyek Strategis Nasional (PSN).Dukungan tersebut disampaikan dalam aksi mimbar bebas yang digelar di Lingkaran Brawijaya (Libra), Merauke, Sabtu (15/8/2026).

Dalam aksi itu, sejumlah tokoh adat menyampaikan aspirasi terkait pembangunan dan pemenuhan hak masyarakat adat. Massa juga membawa spanduk putih bertuliskan, “Masyarakat Muting Menerima PSN dan Menolak Separatis.”

Perwakilan masyarakat adat, Jeffrey Papare, mengatakan masyarakat Muting pada prinsipnya tidak menolak program pembangunan pemerintah. Namun, dukungan tersebut harus disertai komunikasi yang baik antara pemerintah, masyarakat dan lembaga adat.

“Kita berharap supaya pemerintah juga responsif. Pada prinsipnya di wilayah kami mendukung program-program pemerintah. Yang penting pemerintah bisa bersepaham dengan masyarakat, bersama dengan adat,” kata Jeffrey.

Ia meminta pemerintah segera merespons berbagai persoalan yang muncul di lapangan, khususnya terkait pembangunan jalan dari Selow menuju Muting.

Trending Now:  Pj Bupati Sarmi Resmikan Pemanfaatan Vidiotron Sebagai Layanan Informasi Publik

Menurutnya, masyarakat pemilik tanah telah memberikan kepercayaan kepada lembaga adat untuk menjadi jembatan komunikasi dengan pemerintah. Karena itu, persoalan yang berkaitan dengan hak masyarakat diminta tidak dibiarkan berlarut-larut.

Perwakilan masyarakat adat, Jeffrey Papare.

“Kalau masyarakat sudah bergerak, kita tolong pemerintahnya juga cepat merespons. Jangan dibiarkan berlarut-larut,” tegasnya.

Jeffrey juga meminta agar pembangunan tidak hanya berorientasi pada pemberian kompensasi atas penggunaan tanah. Pemerintah dinilai perlu menghadirkan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di wilayah pembangunan.

“Ini kan memakai tanah masyarakat untuk jalan, untuk PSN dan segala macam. Dibawa dong oleh-oleh untuk masyarakat. Disesuaikan dengan kondisi masyarakat itu,” ujarnya.

Sejumlah kebutuhan yang disampaikan antara lain penerangan menggunakan solar cell, sarana kesehatan, pendidikan, fasilitas dasar, serta program pemberdayaan masyarakat.

Selain itu, masyarakat mengharapkan peningkatan akses pendidikan dan kesehatan, pembangunan sekolah, serta peluang afirmasi bagi anak-anak masyarakat setempat, termasuk kesempatan memperoleh pendidikan kedinasan seperti IPDN dan menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Trending Now:  Freeport Indonesia Futsal Series 2024 Berlangsung Sukses di Mimika Sport Complex

Jeffrey juga menyoroti persoalan hak masyarakat adat atas lahan sekitar 25.826 hektare yang diklaim sebagai milik Marga Kaize dan Basik-Basik di wilayah Sunup. Persoalan tersebut, kata dia, telah berlangsung sekitar tujuh bulan.

Menurut Jeffrey, kawasan tersebut berstatus hutan produksi dan memiliki Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) yang dipegang PT INOCIN Abadi. Namun, ia menegaskan keberadaan izin usaha tidak serta-merta menghapus hak masyarakat adat atas tanah yang mereka klaim sebagai tanah ulayat.

“Izin PBPH itu tidak memiliki hak atas tanah. Yang punya hak atas tanah siapa? Masyarakat, dalam hal ini warga Kaise dan masyarakat di Selow,” ujarnya.

Karena itu, pemerintah diminta segera memberikan kepastian dan memfasilitasi penyelesaian persoalan tersebut agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Jeffrey mengingatkan pemerintah agar tidak meninggalkan masyarakat yang telah membuka diri terhadap program pembangunan.

Trending Now:  Pj. Bupati Mappi Bersama Boaz Salossa dan Ricardo Salampessy Gelar Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih

“Katanya masyarakat disuruh buka diri, buka diri, buka diri. Jangan sampai masyarakat sudah buka diri, kemudian ditinggal,” katanya.

Ia menegaskan kompensasi atas penggunaan tanah merupakan hak masyarakat. Namun, menurutnya, manfaat pembangunan harus lebih luas dan dirasakan dalam jangka panjang.

“Uang kompensasi itu kewajiban mutlak dan hak mutlak masyarakat untuk menerima. Tapi kita bicara di luar itu, apa yang bisa kalian kasih untuk masyarakat,” ujarnya.

Jeffrey berharap pembangunan dapat menciptakan keseimbangan antara kepentingan pemerintah, investor dan masyarakat adat sebagai pemilik tanah.

Masyarakat Muting pun menegaskan dukungannya terhadap program pembangunan pemerintah dan PSN, sekaligus meminta pemerintah lebih responsif dalam menyelesaikan persoalan hak masyarakat adat serta memastikan pembangunan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat. (JW)

You Might Also Like

HUT ke-81 RI, Ketua Pemuda Katolik Merauke Dorong Investasi SDM Menuju Indonesia Emas

Gubernur Papua Selatan Lantik Enam Pejabat Tinggi Pratama

Empat Bulan Berdiri, 97 Siswa Jadi Awal Mimpi Besar SMA Kartika Merauke

Ketua Marga Mahuze Ajak Warga Kampung Waan Dukung Pembangunan dan Jaga Kamtibmas Jelang HUT RI

Tiffa News 15/08/2026
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Gubernur Papua Selatan Lantik Enam Pejabat Tinggi Pratama
Next Article HUT ke-81 RI, Ketua Pemuda Katolik Merauke Dorong Investasi SDM Menuju Indonesia Emas
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow US

Find US on Social Medias
Facebook Like
Twitter Follow
Youtube Subscribe
Telegram Follow
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
newsletter featurednewsletter featured

Weekly Newsletter

Kirim Email Anda agar bisa kami infokan berita pilihan terpopuler

Popular News
BERITAPPS

APBD 2025 Raih WTP, MRP Minta Rekomendasi BPK Ditindaklanjuti

By Tiffa News 5 days ago
Kemendagri Evaluasi Tiga Tahun Penyelenggaraan Pemerintahan DOB Papua Selatan
Efisiensi Anggaran, Banyak Pembangunan di Papua Selatan Tak Bisa Dilaksanakan
MRP Papua Selatan Dorong Kejelasan Bantuan Mahasiswa dan Tiga Perdasus Prioritas
Sekda Papua Selatan: Efisiensi Anggaran Berdampak pada Kinerja Pemerintah Daerah

SUARNEWS.COM

about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

  • BERITA
  • PON XX 2021
  • GALERI
  • KAMTIBMAS
  • NUSANTARA
  • PUSTAKA
  • GAYA HIDUP
  • JEJAK
  • SUARNEWS
  • INTAN JAYA
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Find Us on Socials

© TIFFANews Network. RAKA GENDIS.id Company. All Rights Reserved. Suar News

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?