TIFFANEWS.CO.ID – Pembelajaran pertanian tidak cukup hanya berlangsung di ruang kelas. Siswa perlu melihat, mencoba, bahkan mengoperasikan langsung berbagai alat dan kegiatan yang berkaitan dengan dunia pertanian agar pengetahuan yang diperoleh dapat terhubung dengan kebutuhan di lapangan.
Semangat itulah yang dibawa Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Kementerian Transmigrasi, IPB University melalui Tim 1, saat mendampingi siswa SMK Negeri 4 Kehutanan dan Perkebunan Merauke dalam rangkaian pelatihan mekanisasi pertanian, agribisnis dan pertanian berkelanjutan.
Kegiatan berlangsung pada 23, 24 dan 30 September 2026, dengan memadukan pemberian materi dan praktik langsung. Pendampingan dipimpin Ketua Tim 1 TEP IPB University, Lilis Sucahyo, S.TP., M.Si., bersama anggota tim Thoriq Aziz Al Madani, S.T.; Hafiz Damarjati, S.T.; Novia Miftakhul Qisthi, S.Tr.Bns.; Haura Alisya Sari, S.TrP.; dan Hedera Muammad Thoriq, S.P.
Pada kegiatan pertama, 23 September 2026, siswa mendapatkan materi mengenai mekanisasi pertanian dan alat mesin pertanian (alsintan). Tidak berhenti pada penjelasan teori, para siswa kemudian diberikan kesempatan untuk mencoba penggunaan alat secara langsung.
Pola pembelajaran tersebut membuat siswa tidak hanya mengenal nama dan fungsi alat, tetapi juga memperoleh pengalaman bagaimana mekanisasi digunakan dalam kegiatan pertanian. Bagi siswa sekolah kejuruan, pengalaman semacam ini menjadi bagian penting untuk mempertemukan pengetahuan yang diperoleh di sekolah dengan praktik yang akan mereka hadapi di dunia kerja maupun usaha pertanian.
Sehari kemudian, 24 September 2026, pendampingan berlanjut dengan materi agribisnis. Para siswa diperkenalkan pada berbagai aspek pengembangan usaha pertanian sekaligus mengikuti praktik pengolahan produk turunan.
Melalui praktik tersebut, siswa diajak melihat bahwa pertanian tidak berhenti pada kegiatan produksi. Hasil pertanian masih dapat diolah dan dikembangkan menjadi produk bernilai tambah sehingga membuka peluang usaha baru bagi generasi muda.

Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Kesempatan untuk mencoba secara langsung membuat pembelajaran terasa lebih dekat dengan pengalaman mereka sehari-hari, sekaligus membuka wawasan mengenai luasnya bidang yang dapat dikembangkan dari sektor pertanian.
Rangkaian pendampingan kemudian dilanjutkan pada 30 September 2026 melalui kuliah umum mengenai pertanian berkelanjutan yang dilaksanakan bekerja sama dengan Batalyon Infanteri TP 801.
Setelah menerima materi, para siswa diajak melihat langsung berbagai kegiatan pertanian, peternakan dan perikanan yang berada di lingkungan Yonif TP 801. Dari kunjungan tersebut, siswa mendapat gambaran mengenai penerapan kegiatan pertanian secara terpadu, termasuk bagaimana sektor pertanian dapat dikembangkan bersama peternakan dan perikanan sesuai potensi yang tersedia.
Materi pertanian berkelanjutan disampaikan oleh Komandan Batalyon Infanteri TP 801, Letkol Inf Agung Pudhi Riyadi. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Transmigrasi Provinsi Papua Selatan.
Kepala SMK Negeri 4 Kehutanan dan Perkebunan Merauke, Hariyati, S.P., mengapresiasi pendampingan yang dilakukan TEP IPB University. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan tambahan pengalaman dan pengetahuan bagi siswa sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara sekolah dan IPB University.
“Banyak terima kasih karena kedatangan teman-teman dari IPB University yang sudah melaksanakan kegiatan bersama siswa-siswi kami di sekolah. Kerja sama ini saya berharap tidak berhenti sampai di sini, tetapi ada kelanjutannya. Kalau boleh, peningkatan kompetensi guru dapat dilanjutkan kembali,” tutur Hariyati.
Bagi siswa, pengalaman belajar bersama TEP IPB University juga memberikan kesan tersendiri. Elia, salah seorang siswa asal Wamena, Papua Pegunungan, mengaku mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru selama mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
“Semenjak Kakak dorang ada di sini, yang saya tidak tahu bisa menjadi tahu, bisa bawa jonder, dan bisa tahu tentang usaha pertanian. Terima kasih Kakak dorang sudah mengajarkan kami,” ungkap Elia.
Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa penguatan kompetensi siswa SMK dapat dilakukan dengan memperluas ruang belajar hingga ke lapangan. Mulai dari mengenal mekanisasi dan mencoba alat pertanian, mempelajari agribisnis dan pengolahan produk turunan, hingga melihat langsung penerapan pertanian, peternakan dan perikanan secara terpadu.
Melalui pendampingan ini, TEP IPB University turut memberikan pengalaman praktis kepada siswa SMK Negeri 4 Kehutanan dan Perkebunan Merauke sebagai generasi muda yang dipersiapkan untuk memasuki dan mengembangkan sektor pertanian.
Kolaborasi antara TEP IPB University, SMK Negeri 4 Kehutanan dan Perkebunan Merauke, Batalyon Infanteri TP 801, serta Pemerintah Provinsi Papua Selatan menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan vokasi sekaligus mendekatkan generasi muda dengan perkembangan dan kebutuhan nyata dunia pertanian.
Pengetahuan boleh dimulai dari kelas, tetapi keterampilan lahir ketika siswa diberi kesempatan untuk melihat, mencoba dan mengerjakannya sendiri. (***)




