TIFFANEWS.CO.ID – Bupati Merauke Yoseph Blandip Gebze mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terintegrasi 77 Merauke. Dukungan tersebut dinilai penting agar program pendidikan yang menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem dapat berjalan optimal.
Ajakan itu disampaikan Bupati saat membuka kegiatan sosialisasi Sekolah Rakyat di Lantai II Kantor Bupati Merauke, Selasa (3/11/2026).
Dalam sambutannya, Bupati menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan Program Strategis Nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya anak-anak dari keluarga yang membutuhkan perhatian pemerintah.
Menurutnya, sasaran program ini adalah anak-anak dari keluarga yang masuk kelompok desil 1 dan 2 berdasarkan data sosial ekonomi pemerintah. Penerimaan siswa tidak didasarkan pada capaian nilai akademik, melainkan kondisi sosial ekonomi keluarga yang membutuhkan perhatian.
“Ketika kami bertemu Bapak Menteri, beliau menyampaikan bahwa syarat untuk masuk Sekolah Rakyat bukan nilai akademik. Tetapi mereka yang memang membutuhkan perhatian dari kita semua,” ungkapnya.
Ia mengatakan, melalui program tersebut, anak-anak tidak hanya mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan, tetapi juga memperoleh pendampingan dan pemenuhan berbagai kebutuhan selama mengikuti proses pendidikan.

“Dari bangun tidur sampai kembali tidur itu diurus oleh negara,” ujarnya.
Bupati menjelaskan, Sekolah Rakyat Terintegrasi 77 Merauke telah beroperasi selama satu tahun. Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar masih memanfaatkan gedung milik Pemerintah Kabupaten Merauke, sementara pengelolaannya berada langsung di bawah Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan fasilitas permanen, Pemerintah Kabupaten Merauke telah menghibahkan lahan seluas kurang lebih sembilan hektare yang berlokasi di sebelah Stadion Katalpal Merauke.
Persiapan pembangunan juga mulai dilakukan, salah satunya melalui pengujian sondir untuk mengetahui kondisi dan daya dukung tanah. Bupati berharap proses tender dapat diselesaikan pada November 2026 sehingga pembangunan fisik dapat segera dimulai.
“Kita sedang mempersiapkan lahan dan sudah dilakukan sondir untuk mengetahui kekuatan tanah. Rencananya bulan ini, kita berdoa mudah-mudahan tendernya sudah selesai sehingga pembangunan bisa mulai dilaksanakan,” katanya.
Selain pembangunan fasilitas sekolah, Bupati juga menyampaikan informasi mengenai rencana kuota khusus dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) bagi anak-anak Sekolah Rakyat sebagaimana disampaikan Menteri Dalam Negeri. Kesempatan tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi para siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Lebih lanjut, Bupati mengajak pemerintah daerah, TNI-Polri, instansi sipil, BUMN, BUMD, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, hingga tokoh pemuda untuk mengambil bagian dalam mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
Secara khusus, ia berharap BUMN dan BUMD dapat berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), terutama untuk membantu memenuhi kebutuhan sekolah.
Pada kesempatan itu, Bupati turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada kepala sekolah, wakil kepala sekolah, serta para guru yang telah menjalankan kegiatan pendidikan selama satu tahun di tengah keterbatasan fasilitas.
Ia berharap Sekolah Rakyat mampu mempersiapkan generasi muda yang kelak dapat mengambil bagian dalam kepemimpinan dan pembangunan daerah.
“Kita berdoa, kita bekerja, mudah-mudahan 10, 15 tahun ke depan anak-anak ini bisa mewakili kita semua atau mewarisi kepemimpinan di daerah ini dan juga menjadi aktor pembangunan untuk daerah ini ke depan,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh peserta sosialisasi menjadi penyambung informasi kepada masyarakat agar keberadaan, tujuan, dan manfaat Sekolah Rakyat dapat diketahui secara luas, baik di Kabupaten Merauke maupun Provinsi Papua Selatan. (JW)




