TIFFA NEWSTIFFA NEWS
  • HOME
  • BERITA
  • OLAHRAGA
  • KAMTIBMAS
  • POLITIK
  • PPS
  • NUSANTARA
  • GALERI
  • OPINI
  • OTHERS
    • PUSTAKA
    • BUDAYA
    • EKONOMI
    • HANKAM
    • HAM
    • JEJAK
    • GAYA HIDUP
    • INTAN JAYA
    • SOSOK
Search
Reading: MRP Papua Selatan Desak Regulasi Kendalikan Arus Migrasi Penduduk
Share
TIFFA NEWSTIFFA NEWS
Search
  • HOME
  • BERITA
  • OLAHRAGA
  • KAMTIBMAS
  • POLITIK
  • PPS
  • NUSANTARA
  • GALERI
  • OPINI
  • OTHERS
    • PUSTAKA
    • BUDAYA
    • EKONOMI
    • HANKAM
    • HAM
    • JEJAK
    • GAYA HIDUP
    • INTAN JAYA
    • SOSOK
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 RAKA for Tiffa Company. All Rights Reserved.
TIFFA NEWS > News > BERITA > MRP Papua Selatan Desak Regulasi Kendalikan Arus Migrasi Penduduk
BERITAPPS

MRP Papua Selatan Desak Regulasi Kendalikan Arus Migrasi Penduduk

Last updated: 14/03/2025 - 16:24
By Tiffa News
Share
Ketua MRP Papua Selatan, Damianus Katayu. (Foto: tiffanews.co.id/JW)
SHARE

TIFFANEWS.CO.ID – Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Selatan Damianus Katayu, menegaskan pentingnya regulasi untuk mengontrol arus masuk dan keluar penduduk di Provinsi Papua Selatan. Hal ini disampaikannya dalam wawancara eksklusif Tiffanews di kantor MRP pada Jumat (14/3/2025).

Hal ini pernah diungkapkan Katayu pada uji publik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Salah satu isu yang dibahas dalam forum tersebut adalah dampak transmigrasi terhadap masyarakat lokal.

Damianus Katyu, mengatakan bahwa MRP menolak program transmigrasi karena ketimpangan dalam status kepemilikan tanah antara kampung lokal dan kampung eks transmigran. Selain itu transmigrasi juga dianggap menimbulkan berbagai permasalahan sosial.

“Kampung-kampung lokal memiliki status kepemilikan tanah yang tidak jelas dibandingkan dengan kampung eks-transmigrasi. Sehingga saat itu kami menolak dan lebih memilih mendukung pemberdayaan transmigrasi lokal,” ucap Katayu.

Damianus menyampaikan bahwa dalam uji publik RPJMD, salah satu permasalahan yang dipetakan Bapperinda Provinsi Papua Selatan adalah arus masuk keluarnya manusia, sehingga diharapkan ini bisa dijadikan dalam sebuah regulasi agar memproteksi masyarakat lokal.

Trending Now:  Masyarakat Adat Imo Bertemu Pj Gubernur Papua Selatan Bahas Keterwakilan DPRP dan DPRK

Namun meskipun transmigrasi ditolak, arus migrasi tetap terjadi secara masif dan tidak terkendali. Arus keluar-masuk penduduk melalui jalur udara maupun laut masih sulit dipetakan secara sistematis. Oleh karena itu, Damianus menilai pentingnya peran Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) dalam menyusun regulasi yang bisa mengontrol pergerakan penduduk baru.

“Salah satu strategi yang bisa diterapkan melalui Dukcapil misalnya jika ada orang yang baru yang datang ke sini, belum sampai satu tahun, belum boleh dulu bekerja ! Prioritasnya tetap kepada Orang Asli Papua (OAP) dan non-OAP yang sudah lama tinggal di sini,” jelasnya.

Selain itu, dirinya juga menyoroti pentingnya pengawasan dalam penerbitan Kartu Tanda Penduduk (KTP) bagi pendatang baru. Dalam rekrutmen CPNS, misalnya, Majelis Rakyat Papua (MRP) meminta agar kuota bagi non-Papua diperuntukkan bagi mereka yang lahir dan besar di Papua Selatan, bukan bagi orang yang baru datang.

Trending Now:  Pemprov Papua Selatan Imbau Masyarakat Dukung dan Gunakan Hak Pilih di Pemilu 2024

“Hal-hal seperti ini harus kita proteksi, terutama akses terhadap lapangan pekerjaan dan hak-hak masyarakat lokal,” tegasnya. (JW)

You Might Also Like

Pemda Intan Jaya Bersama Pihak Gereja Letakan Batu Pertama Pembangunan Rumah Pastoran Bilogai

PT BIA Dorong Pemberdayaan Ekonomi, Kesehatan, dan Pendidikan di Delapan Kampung

Pelatihan Katekis Bagi Orang Asli Papua Digelar di Tanah Merah, Puluhan Peserta Ikuti Pembinaan Iman

Freeport Perkuat SDM Papua Melalui Institut Pertambangan Nemangkawi

Tiffa News 14/03/2025
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Korupsi Dana Hibah PAUD 4,6 Miliar: Polisi Klaim Belum Ada Pengembalian, Penyelidikan Terus Berlanjut!
Next Article Ketua MRP Papua Selatan: Sekda dan Kepala OPD Harus OAP
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow US

Find US on Social Medias
Facebook Like
Twitter Follow
Youtube Subscribe
Telegram Follow
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
newsletter featurednewsletter featured

Weekly Newsletter

Kirim Email Anda agar bisa kami infokan berita pilihan terpopuler

Popular News
BERITA

Freeport Apresiasi Generasi Muda dari Suku Amungme dan Kamoro Raih Gelar Dokter

By bungben 3 days ago
Perempuan Papua Selatan Penentu Masa Depan, Gubernur Apolo Dorong Enam Peran Strategis
Kongres Perempuan Asli Papua Selatan: Makna Dan Relevansinya Bagi Gerakan Perempuan Adat Di Papua
Kontraktor Asli Harus Jadi Prioritas, DPR Papua Selatan Kawal FKKPS ke Kementerian PUPR
Gubernur Apolo: Pemprov Dukung Asosiasi Perempuan Asli Papua Selatan

SUARNEWS.COM

about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

  • BERITA
  • PON XX 2021
  • GALERI
  • KAMTIBMAS
  • NUSANTARA
  • PUSTAKA
  • GAYA HIDUP
  • JEJAK
  • SUARNEWS
  • INTAN JAYA
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Find Us on Socials

© TIFFANews Network. RAKA GENDIS.id Company. All Rights Reserved. Suar News

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?