TIFFANEWS.CO.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik) Provinsi Papua Selatan menyebut ajang Minat dan Bakat Siswa (MBS) menjadi wadah untuk menggali, mengembangkan, dan menampilkan potensi terbaik para pelajar.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Akademik Komunitas Disdik Papua Selatan, Oliva Koneng, selaku Ketua Panitia Pelaksana MBS, saat menyampaikan laporan pada pembukaan kegiatan di Taman Mandala Merauke, Kamis (28/5/2026).
Menurut Oliva, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pencapaian juara, tetapi juga menjadi sarana membangun rasa percaya diri, kreativitas, persaudaraan, sportivitas, dan semangat kerja keras para siswa.
“Melalui kegiatan ini diharapkan lahir generasi muda Papua Selatan yang berprestasi, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.
Oliva menjelaskan, ajang talenta minat dan bakat siswa tingkat Provinsi Papua Selatan Tahun 2026 dilaksanakan secara luring dan daring.

Untuk pelaksanaan secara luring, Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) jenjang pendidikan menengah dengan 16 cabang lomba dijadwalkan berlangsung pada 28 Mei hingga 1 Juni 2026.
Peserta FLS3N terdiri dari 60 siswa dari empat kabupaten di Papua Selatan, yakni Kabupaten Asmat, Mappi, Boven Digoel, dan Merauke. Selain itu, peserta dari Sekolah Luar Biasa (SLB) sebanyak 48 orang.
Sementara itu, Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) akan mempertandingkan cabang atletik, renang, bulu tangkis, dan pencak silat pada 8-12 Juni 2026.
Untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), jumlah peserta O2SN tercatat sebanyak 1.110 siswa dari empat kabupaten. Sedangkan peserta jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 121 siswa, dan jenjang SMA/SMK sebanyak 88 siswa.
“Selain itu, Gala Siswa Indonesia (GSI) cabang sepak bola tingkat SMP akan dilaksanakan pada 1 Agustus hingga 15 September 2026,” kata Oliva.
Sedangkan pelaksanaan secara daring meliputi Olimpiade Sains Nasional (OSN) jenjang SD yang diikuti tiga siswa dan akan berlangsung pada 6 Juli 2026.
Untuk jenjang SMP, OSN juga diikuti tiga siswa dan dijadwalkan pada 9 Juli 2026. Sementara jenjang SMA diikuti sembilan siswa dan akan berlangsung pada 27 Juli 2026.
Selain itu, Lomba Debat Indonesia (LDI) jenjang SMA/SMK dijadwalkan berlangsung pada 5-15 Juli 2026.
“Peserta debat bahasa Indonesia sebanyak tiga orang dan debat bahasa Inggris juga tiga orang,” tambahnya. (***)




