TIFFANEWS.CO.ID – Baru sekitar empat bulan berdiri, SMA Kartika XXX-1 Merauke telah memulai perjalanan pendidikan dengan 97 siswa yang seluruhnya merupakan peserta didik kelas X. Kehadiran sekolah baru ini menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda Papua Selatan melalui pendidikan akademik, karakter, kedisiplinan dan kebersamaan.
SMA Kartika XXX-1 Merauke lahir dari inisiatif Pangdam XXIV/Mandala Trikora Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia, yang kemudian mendapat dukungan dan kerja sama dengan Angkatan Darat di tingkat pusat.
Kepala SMA Kartika XXX-1 Merauke, Farida Agung Nugraheni, S.Pd., Gr., mengatakan sekolah tersebut baru berjalan sekitar tiga hingga empat bulan. Pada awal pembukaan, pihak sekolah memperkirakan jumlah peserta didik hanya sekitar satu hingga dua kelas.
Namun, antusiasme masyarakat justru melampaui target awal. Hingga saat ini, sekitar 97 siswa telah bergabung dan menjadi bagian dari angkatan pertama SMA Kartika XXX-1 Merauke.
“Awalnya kami menargetkan satu sampai dua kelas, ternyata antusiasme mereka untuk bergabung dengan sekolah ini lebih dari itu. Untuk siswa semuanya masih kelas 10, kurang lebih 97 siswa,” ujar Farida kepada Tiffa News, Sabtu (15/8/2026).
Menariknya, SMA Kartika XXX-1 Merauke juga berupaya membangun lingkungan pendidikan yang menyatukan siswa Orang Asli Papua (OAP) dan Nusantara.
Pihak sekolah mengupayakan komposisi siswa sekitar 50 persen OAP dan 50 persen Nusantara. Namun, Farida menyebut pihak sekolah masih melakukan pendataan sehingga persentase tersebut belum dapat dipastikan secara final.
Konsep pembauran tersebut dilakukan agar seluruh siswa dapat tumbuh bersama tanpa sekat latar belakang.
“Kami campur biar mereka berbaur, jadi kami tidak membedakan mana yang OAP dan mana yang Nusantara,” katanya.
Sebagai sekolah baru, pembangunan sarana dan prasarana SMA Kartika XXX-1 Merauke juga terus dikembangkan. Farida menyebut proses pengerjaan sekolah sejak awal mendapat pengawasan langsung dari Pangdam XXIV/Mandala Trikora.

Menurutnya, pengawasan tersebut dilakukan secara intensif untuk memastikan pembangunan sekolah berjalan sesuai kebutuhan.
“Untuk kendala yang langsung tidak ada, karena untuk pengawasan pengerjaan sekolah dari awal Bapak Pangdam langsung yang mengawasi, terkadang beliau sampai malam mengawasi,” jelasnya.
Ke depan, pengembangan fasilitas sekolah masih menjadi perhatian. Sejumlah bangunan pendukung, termasuk ruang kelas dan laboratorium, diproyeksikan menjadi bagian dari pengembangan SMA Kartika XXX-1 Merauke.
Sebagai sekolah baru, SMA Kartika XXX-1 Merauke mengembangkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pembelajaran di ruang kelas. Konsep semi-taruna menjadi salah satu ciri yang melekat, dengan pembinaan kedisiplinan, jasmani, kebersamaan dan karakter siswa.
Pendidikan tersebut juga berjalan dengan sistem pembelajaran yang mengikuti Kurikulum Merdeka, sehingga pembentukan karakter dan kedisiplinan diharapkan tetap berjalan seiring dengan proses akademik siswa.

Semangat membangun karakter siswa juga terlihat dalam kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (15/8/2026). Dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, SMA Kartika XXX-1 Merauke menggelar sejumlah perlombaan bagi para siswa.
Kepala Kurikulum SMA Kartika XXX-1 Merauke, Robiah Eka Septi, S.Pd., Gr., mengatakan kegiatan tersebut diawali dengan kegiatan jasmani yang memang rutin dilakukan setiap Sabtu pagi dan mendapat pendampingan dari unsur jasmani Kodam.
Untuk perlombaan HUT RI, sekolah menggelar empat jenis lomba, yakni estafet karet, estafet sarung, makan kerupuk dan menyanyi solo.
“Untuk kegiatan hari ini kita sama seperti dengan sekolah-sekolah lain ikut memeriahkan perlombaan HUT ke-81 RI. Ada kurang lebih tujuh lomba yang disiapkan, tetapi untuk hari ini empat lomba saja yang kami adakan, yaitu estafet karet, estafet sarung, makan kerupuk dan menyanyi solo,” kata Robiah.
Khusus lomba menyanyi solo, pihak sekolah memberikan perhatian terhadap pengenalan budaya lokal. Selain lagu wajib, siswa diarahkan memilih lagu-lagu daerah Papua Selatan sebagai lagu pilihan.
Langkah tersebut dilakukan agar siswa tidak hanya mendapatkan pendidikan formal, tetapi juga semakin mengenal dan mencintai budaya daerah tempat mereka tumbuh dan belajar.
Di usia sekolah yang masih sangat muda, SMA Kartika XXX-1 Merauke kini mulai membangun fondasi untuk perjalanan pendidikan ke depan. Sebanyak 97 siswa angkatan pertama menjadi bagian awal dari perjalanan tersebut.
Farida berharap SMA Kartika XXX-1 Merauke dapat terus berkembang, semakin dikenal masyarakat dan mampu memberikan pendidikan yang baik bagi generasi muda di Merauke maupun Papua Selatan.
“Harapan kami untuk sistem pendidikan sendiri, khususnya untuk SMA Kartika karena ini kita baru pertama kali buka, tetap mempromosikan. Semoga ke depannya SMA Kartika lebih baik dan lebih maju lagi dan banyak dikenal oleh masyarakat di Merauke,” ujarnya.
Momentum HUT ke-81 RI juga menjadi pengingat bagi para siswa untuk mengisi kemerdekaan melalui pendidikan, membangun persatuan serta menjaga kebersamaan.
“Anak-anak diharapkan untuk selalu mengisi kemerdekaan dengan cara terus belajar, meningkatkan kebersamaan, persatuan dan semangat kekeluargaan,” Tutup Farida. (Djo)




