TIFFANEWS.CO.ID – Suasana berbeda terasa di Kampung Kaiburse, Kabupaten Merauke, saat semangat kemerdekaan bergema di tengah masyarakat. Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia, Ketua KNPI Kabupaten Merauke David B. Kainakaimu bersama aparat kampung dan tokoh adat menggelar berbagai perlombaan yang melibatkan warga dari berbagai kalangan, Senin (17/08/2026).
Sejak kegiatan dimulai, suasana kampung dipenuhi semangat dan keceriaan. Suara sorakan warga, riuh peserta lomba, hingga tawa anak-anak membuat perayaan kemerdekaan terasa lebih hidup.
“Ayo…ayo… Tarik terus”
teriak anak kecil menggunakan pitah merah putih dikepala mendukung timnya saat lomba tarik tambang berlangsung.
Berbagai perlombaan disiapkan untuk menyemarakkan momentum tersebut. Mulai dari tarik tambang putra dan putri, bola voli putra dan putri, lomba mewarnai noken Merah Putih, lomba mewarnai gambar bagi anak-anak sekolah dasar, hingga lomba membaca teks Proklamasi.
Menariknya, kemeriahan tidak hanya dirasakan oleh kalangan pemuda dan orang dewasa. Anak-anak pun mendapat ruang untuk menunjukkan kreativitas dan keberanian mereka. Dengan penuh antusias, mereka mengikuti lomba mewarnai dan membaca teks Proklamasi, menjadikan perayaan kemerdekaan semakin berwarna.
Ketua KNPI Kabupaten Merauke, David B. Kainakaimu, S.Kom, mengatakan perayaan kemerdekaan di Kampung Kaiburse bukan sekadar perlombaan, tetapi menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antarwarga.
“Kami ingin momentum kemerdekaan ini menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan masyarakat, terutama pemuda dan anak-anak. Semoga kegiatan seperti ini terus dilakukan setiap tahun,” ujar David.
Kehadiran tokoh adat, aparat kampung, pemuda dan masyarakat dalam satu kegiatan juga memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong di Kampung Kaiburse. Perbedaan usia dan latar belakang seakan melebur dalam suasana perayaan yang penuh kekeluargaan.
Di tengah keseruan perlombaan, ada pesan yang jauh lebih besar yang ingin ditanamkan, yakni bahwa kemerdekaan dapat diisi dengan hal-hal sederhana namun bermakna. Olahraga mengajarkan sportivitas, perlombaan anak-anak menumbuhkan kreativitas, sementara kebersamaan menjadi pengikat seluruh masyarakat.
Di tengah sorak dan tawa, kemerdekaan dirayakan sebagai milik bersama sebuah momentum untuk terus menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan, dan menatap masa depan kampung dengan semangat gotong royong. (Djo)




