TIFFA NEWSTIFFA NEWS
  • HOME
  • BERITA
  • OLAHRAGA
  • KAMTIBMAS
  • POLITIK
  • PPS
  • NUSANTARA
  • GALERI
  • OPINI
  • OTHERS
    • PUSTAKA
    • BUDAYA
    • EKONOMI
    • HANKAM
    • HAM
    • JEJAK
    • GAYA HIDUP
    • INTAN JAYA
    • SOSOK
Search
Reading: Petani, UMKM, dan Rukun yang Tumbuh di Tanah Kurik Merauke
Share
TIFFA NEWSTIFFA NEWS
Search
  • HOME
  • BERITA
  • OLAHRAGA
  • KAMTIBMAS
  • POLITIK
  • PPS
  • NUSANTARA
  • GALERI
  • OPINI
  • OTHERS
    • PUSTAKA
    • BUDAYA
    • EKONOMI
    • HANKAM
    • HAM
    • JEJAK
    • GAYA HIDUP
    • INTAN JAYA
    • SOSOK
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 RAKA for Tiffa Company. All Rights Reserved.
TIFFA NEWS > News > BERITA > Petani, UMKM, dan Rukun yang Tumbuh di Tanah Kurik Merauke
BERITANUSANTARAOPINIPPS

Petani, UMKM, dan Rukun yang Tumbuh di Tanah Kurik Merauke

Last updated: 01/03/2026 - 17:18
By Tiffa News
Share
Dari jalan kampung hingga lapangan warga, Kurik tumbuh dengan kerja keras petani, geliat UMKM, dan kerukunan yang terjaga.
SHARE

Oleh : Ronny Imanuel Rumboy

TIFFANEWS.CO.ID – Bayangkan sebuah pagi di Distrik Kurik, kabut halus masih bergelayut di hamparan tanah Merauke. Di kejauhan, burung-burung bersahutan seolah sedang rapat kecil sambil menunggu kopi panas disuguhkan. Ini bukan sekadar pagi biasa, ini adalah undangan untuk berkenalan lebih dekat dengan tempat yang mungkin belum masuk radar turis, tetapi sudah lama menjadi rumah bagi ribuan jiwa yang murah senyum dan punya cerita.

Distrik Kurik sendiri adalah wilayah administratif yang luas sekali sekitar ± 13.052,34 km² dengan penduduk sekitar 15.536 jiwa (data BPS) yang tersebar di 13 kampung, termasuk Salor Indah dan Harapan Makmur. Jarak dari kota Merauke ke pusat distrik ini sekitar 1–2 jam perjalanan darat, cukup untuk memikirkan makna hidup, atau sekadar dialog batin tentang sarapan berikutnya.

Jalan dari Salor Indah menuju Harapan Makmur dan Kantor Distrik.

Adapun 13 kampung di Distrik Kurik tersebut yakni Kampung Kurik, Kampung Kaliki, Kampung Sumber Mulya, Kampung Jaya Makmur, Kampung Anumbob, Kampung Harapan Makmur, Kampung Ivimahad, Kampung Telaga Sari, Kampung Salor Indah, Kampung Sumber Rejeki, Kampung Wapeko, Kampung Candra Jaya, dan Kampung Wonorejo.

Di balik deretan nama kampung itu, denyut ekonomi masyarakat berjalan dalam irama yang sederhana namun pasti. Mayoritas warga bekerja sebagai petani dan menggantungkan hidup dari hasil pertanian serta usaha mikro kecil menengah yang tumbuh di rumah-rumah warga. Sawah, ladang, kios sembako, hingga usaha olahan pangan menjadi penopang utama kehidupan sehari-hari.

Trending Now:  Seleksi Administrasi Sekda Papua Selatan: 4 Pendaftar Gugur, 8 Lolos ke Tahap Berikutnya

Salor Indah: Ujung Timur yang Berkilau

Jika nama Salor Indah tidak asing lagi bagi Anda yang mengikuti pembangunan provinsi, itu bukan tanpa alasan: kampung ini dirancang sebagai pusat administratif masa depan Provinsi Papua Selatan. Ide “Kota Terpadu Mandiri Salor (KTM)” yang kemudian menjadi “Kawasan Pusat Pemerintahan (KPP)” Provinsi Papua Selatan bukan sekadar jargon melainkan lukisan mimpi besar yang tengah digambar di atas kanvas tanah Papua Selatan.

Begitu Anda melangkahkan kaki di jalan-jalan perkampungan, mungkin yang pertama menyapa adalah deretan pohon, kemudian anak-anak sekolah dengan seragam rapi menuju kelas di SD Inpres Salor 2 yang punya ± 248 siswa dan 13 guru penuh semangat mencerdaskan anak bangsa.

Orang Salor itu ramah, bukan menurut brosur atau slogan wisata, tetapi dari sapaan hangat ibu yang lewat, dan lambaian anak SD yang tak segan bilang “hello” setiap kali Anda ada di trotoar berdebu. Suara mereka adalah bagian dari simfoni kehidupan sosial di kampung ini, yang tak ingin Anda lewatkan begitu saja.

Lomba Voli antar kampung di Distrik Kurik menjadi salah satu media untuk memperkuat rasa persatuan warga.

Salah seorang warga Kurik yang merupakan petani padi dan telah menetap lebih dari dua dekade, menuturkan bahwa sebagian besar masyarakat di wilayah ini hidup dari pertanian.

“Di sini rata-rata orang kerja di sawah. Pagi ke ladang, sore baru kumpul di rumah atau di kios kecil. Selain bertani, ada juga yang usaha sembako, jual hasil kebun, atau bikin usaha kecil-kecilan. Itu yang bikin ekonomi tetap jalan,” ujarnya.

Trending Now:  Tantangan dan Harapan di Pilkada Papua Selatan: Pemimpin yang Komitmen pada Pelayanan Publik

Ia juga menambahkan bahwa kehidupan sosial di Kurik berjalan harmonis. “Kami di sini hidup rukun. Mau beda agama atau suku, tidak jadi soal. Kalau ada hari besar keagamaan, biasa saling bantu dan saling jaga. Toleransi itu sudah jadi kebiasaan, bukan cuma slogan,” katanya.

Harapan Makmur: Di Mana Kata Harapan Benar-Benar Nyata

Siapa yang tak terpana dengan nama Harapan Makmur? Di kampung kecil ini, kata harapan bukan sekedar nama, itu adalah hidup yang dihirup setiap pagi saat warga keluar rumah untuk menanam, berdagang, atau ikut program komunitas.

Baru-baru ini, Harapan Makmur ditetapkan sebagai lokasi pilot project Koperasi Desa Merah-Putih (KDMP), program inovatif yang menyediakan layanan kesehatan, sembako, hingga dukungan hasil lokal seperti beras. Semua itu dilakukan dengan dukungan badan usaha negara seperti BULOG, Pertamina, hingga BRI.

Koperasi Desa Merah-Putih (KDMP), program inovatif yang menyediakan layanan kesehatan, sembako, hingga dukungan hasil lokal seperti beras.

Bayangkan sebuah koperasi desa yang tidak hanya menjual barang kebutuhan, tetapi juga menjadi tempat warga berkumpul karena berhadapan dengan Kantor Distrik Kurik dan Lapangan Distrik. Disini masyarakat saling bertukar cerita, mengatur stok beras, dan tentu saja… bercanda soal siapa yang lebih tajam bakat bercocok taninya. Ini bukan pasar biasa, ini semacam “balai warga” yang riuh rendah penuh tawa.

Kurik bukan sekedar nama di peta; ini adalah kehidupan yang penuh ritme sosial:

Pendidikan tumbuh subur: Beberapa sekolah dasar dan menengah tersebar di kampung; dari SD hingga SMA yang melayani ratusan siswa di Harapan Makmur hingga sejumlah sekolah lain di Salor dan kampung tetangga.

Trending Now:  Kawal Langsung Pembangunan, Ini Agenda Kunjungan Kerja Wapres di Papua

Partisipasi masyarakat aktif: Program seperti Kampung Siaga Aktif di Salor Indah menunjukkan bagaimana warga saling mendukung dalam kesehatan dan penyuluhan, dengan komunikasi yang akrab antar generasi.

Tawa sambil menunggu jalan mulus: Saat masyarakat menyampaikan aspirasi tentang perbaikan jalan saat kegiatan Safari Ramadhan, itu bukan sekadar kritik, itu ajakan bercanda sambil berharap jalan kampung tak lagi berlubang seperti sarang semut.

Warga Kurik punya gaya komunikasi yang sederhana namun menyentuh: sapaan pagi adalah modal sosial, dan berbagi cerita selepas kerja ladang adalah ritual harian yang memperkuat solidaritas.

Kantor dan Lapangan Distrik Kurik.

Keindahan Sosial dan Panorama

Saya pernah berpikir apa sih yang membuat hati bertahan di satu tempat? Apakah indahnya panorama? Atau ramahnya penduduk?

Di Kurik, kedua hal itu bersatu padu. Di Salor, dari kejauhan terlihat hamparan savana yang tersapu cahaya jingga saat senja. Di Harapan Makmur, angin berdansa di antara padi yang siap panen. Terlebih ketika tawa anak-anak sekolah berpadu dengan derap langkah orang dewasa selepas kerja, kurva kebahagiaan di sini naik terus tanpa henti.

Kurik, terutama Salor dan Harapan Makmur, mengajarkan kita bahwa kehidupan sosial yang hangat hadir bukan karena megahnya gedung, tetapi karena hangatnya jiwa yang menunggu untuk dikenali. (Ron)

You Might Also Like

Kementerian HAM Kanwil Papua Barat Gelar Penguatan Kapasitas HAM, Sasar Masyarakat Sanggeng

Per 18 April, Harga BBM Dexlite di Papua Selatan Naik 66,6 Persen, Tembus Rp24.150 per Liter

Empat Kabupaten Ikut Kejurprov ORADO, Domino Kian Kompetitif di Papua Selatan

Pemprov Papua Selatan Gandeng UNS Perkuat Pengembangan Pendidikan

Tiffa News 01/03/2026
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Menakar Reaksi Atas Mundurnya Mgr Paskalis
Next Article Pemprov Papua Selatan Siapkan Sinergi Program 1.000 Sarjana ke Seluruh Kabupaten
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow US

Find US on Social Medias
Facebook Like
Twitter Follow
Youtube Subscribe
Telegram Follow
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
newsletter featurednewsletter featured

Weekly Newsletter

Kirim Email Anda agar bisa kami infokan berita pilihan terpopuler

Popular News
BERITAPPS

Dana Otsus Kembali ke 12,69 T, Gubernur Papua Selatan: Segera Tentukan Alokasinya

By Tiffa News 3 days ago
Wagub Papua Selatan Terima Audiens DPR Boven Digoel, Pelantikan Pejabat Dipersoalkan
PT Sinarmas Multifinance Buka Peluang Karir di Merauke, Ini Posisi dan Syaratnya
Enam Gubernur Tanah Papua Temui Kemenkeu, Tagih Realisasi Kenaikan Dana Otsus dari Presiden
Dari Rp1,7 T ke Rp700 M, Apolo Safanpo Buka Fakta Tekanan Anggaran Papua Selatan

SUARNEWS.COM

about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

  • BERITA
  • PON XX 2021
  • GALERI
  • KAMTIBMAS
  • NUSANTARA
  • PUSTAKA
  • GAYA HIDUP
  • JEJAK
  • SUARNEWS
  • INTAN JAYA
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Find Us on Socials

© TIFFANews Network. RAKA GENDIS.id Company. All Rights Reserved. Suar News

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?