TIFFANEWS.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes), Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Selatan (PPS) pada awal tahun 2026 menerbitkan Buku perdana “Jalan Menuju Sehat – Dari Papua Selatan untuk Indonesia”. Atas terbitnya buku tersebut, Gubernur Provinsi Papua Selatan, Dr.Ir.Apolo Safanpo,ST.,MT berkenan memberikan “Kata Sambutan buku” sekaligus memberi apresiasi (penghargaan) atas usaha baik yang mencerahkan ini.
Gubernur Apolo mengawali “Kata Sambutan”nya dengan menyapa semua warga masyarakat di wilayah Selatan Tanah Papua yang dipimpinnya selama lima tahun ke depan 2024 hingga tahun 2029 mendatang.
“Salam sejahtera untuk kita semua, khususnya seluruh lapisan masyarakat Provinsi Papua Selatan dimanapun berada,” kata Gubernur Apolo.
Selanjutnya Gubernur Apolo Safanpo mengajak segenap lapisan masyarakat memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas terselenggaranya proses penulisan dan penerbitan buku “Jalan Menuju Sehat: Dari Papua Selatan untuk Indonesia” yang diprakarsai Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Selatan, dr Benedicta C.H.Rahangiar,MARS didukung penuh sebuah Tim Penyusunan buku yang keanggotaannya diambil dari dalam lingkup dinas yang dipimpinnya.
“Atas inisiatif yang baik, kreatif, kritis dan produktif ini, saya atas nama pribadi dan segenap jajaran Pemerintah Provinsi Papua Selatan serta seluruh lapisan masyarakat Papua Selatan memberikan apresiasi yang tinggi sekaligus menyambut hadirnya buku Jalan Menuju Sehat: Dari Papua Selatan untuk Indonesia – sebuah pedoman arah- petunjuk jalan menuju hidup sehat bagi semua warga masyarakat tanpa kecuali.,” kata Gubernur Apolo.
Kesehatan, kata Gubernur Apolo adalah Hak Asasi Manusia! Apabila kita mampu melaksanakan program Kesehatan di Provinsi Papua Selatan melalui jalan yang terdapat di dalam buku ini maka itu berarti kita sudah dengan baik dan benar melaksanakan Hak Asasi Manusia sekaligus mewujudkan nilai-nilai Pancasila khususnya, Sila “Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab”. Kini, kita sedang berjalan di jalan itu!

Buku ini pun menurut gubernur, sekaligus menjadi sebuah tonggak sejarah baru yang menopang kuat pilar-pilar program pembangunan Papua Selatan bidang Kesehatan yang tidak lain merupakan realisasi konkret Visi dan Misi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Selatan untuk membangun manusia Papua Selatan seutuh dan seluruhnya dalam siklus lima tahunan masa bakti kami 2024-2029 .
“Apabila ada yang bertanya, dimana kita dapat mengetahui secara baik dan benar pelaksanaan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Selatan di bidang Kesehatan? Buku ini adalah jawabannya,” tegas Apolo Safanpo, mantan Rektor Universitas Cenderawasih, Jayapura dua periode itu.
Menurut Apolo. buku Jalan Menuju Sehat: Dari Papua Selatan untuk Indonesia yang kini berada di tangan anda secara tidak langsung juga merupakan sebuah bentuk pertanggungjawaban tertulis dari Dinas Kesehatan Papua Selatan kepada segenap warga masyarakat di seluruh wilayah provinsi ini tentang apa yang menjadi program kerja bidang Kesehatan, tentang apa yang akan, sedang dan sudah dikerjakan demi kesejahteraan dan kemakmuran seluruh rakyat.
Program kerja dan realisasi program yang dilakukan setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemerintah Provinsi Papua Selatan tidak boleh disembunyikan, ditutup-tutupi atau dirahasiakan kepada masyarakat. Keterbukaan informasi kepada rakyat (publik) sudah merupakan sebuah keniscayaan. Rakyat memiliki hak atas informasi.
Dengan mengetahui program kerja dan realisasinya, maka masyarakat pun merasa ikut memiliki, ikut mengawasi dan ikut memberikan sumbangsih saran dan pendapat sebagai bagian dari partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Merasa ikut memiliki, lanjut gubernur, akan mendorong masyarakat untuk ikut serta menjaga, merawat dan mengamankan hasil-hasil pembangunan itu.
Dengan demikian, kegiatan penulisan dan penerbitan buku ini tidak lain dan tidak bukan merupakan sebuah langkah strategis demi transparasi dan akuntabilitas Dinas Ksehetan Provinsi Papua Selatan. Contoh baik ini sepatutnya disusul oleh semua dinas, lembaga dan instansi terkait di lingkup Pemerintah Provinsi Papua Selatan.
“Pada banyak kesempatan dan tempat, saya sering menegaskan bahwa pembangunan bidang Kesehatan di Provinsi Papua Selatan harus tetap berpijak di atas fondasi amanat Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus) bagi Papua yang menempatkan empat bidang utama yakni Kesehatan, Pendidikan, Infrastruktur, dan Pemberdayaan ekonomi rakyat. Perhatian khusus pada pelayaan kesehatan diberikan kepada masyarakat Orang Asli Papua (OAP) dan itu merupakan perintah UU Otsus Papua yang wajib dilaksanakan di Provinsi Papua Selatan,” katanya.
Dalam UU Otsus Papua Nomor 21 Tahun 2001 yang diubah menjadi UU No.2 Tahun 2021 (Perubahan Kedua), bidang Kesehatan adalah prioritas yang mencakup antara lain Peningkatan SDM Kesehatan; Aksesibilitas dan Keterjangkauan pelayanan kesehatan; Kesehatan Ibu dan Anak; Jaminan Kesehatan dan Penanggulangan Penyakit (seperti HIV/AIDS dan TBC yang menjadi masalah signifikan). Semua ini diharapkan dapat segera mengatasi kesenjangan akses dan kualitas pelayanan Kesehatan di provinsi ini.
“Untuk menggapai apa yang diamanatkan UU Otsus Papua tersebut, tidak henti-hentinya saya meminta para tenaga kesehatan di mana saja kalian bertugas agar tetap bekerja berdasarkan data yang valid dan akuntabel seperti data pasien, data kesehatan masyarakat dan epidemiologi, data operasional dan adminsitratif. Jika datanya benar, analisisnya benar, maka informasinya pun benar – dan pada gilirannya kebijakan yang dihasilkan pun pasti tepat,” kata Gubernur Apolo.
Menurut Apolo, penerbitan buku “Jalan Menuju Sehat: Dari Papua Selatan untuk Indonesia” – merupakan sebuah tonggak sejarah baru lahirnya transparansi dan akuntabilitas sekaligus sebuah pedoman arah bagi pembangunan Bidang Kesehatan menuju Papua Selatan yang sehat, cerdas, mandiri dan sejahtera dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Mengakhiri Kata Sambutannya itu, Gubernur Apolo Safanpo berkata: ”Selamat dan Sukses! Dari Papua Selatan untuk Indonesia – sebuah persembahan yang monumental!” (ben/ron/yoh)




