TIFFANEWS.CO.ID – Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, bersama Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Kementerian Pertanian RI, Hermanto, meninjau langsung progres program cetak sawah di Kampung Waninggap Kai, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Jumat (24/4/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Hermanto menyampaikan bahwa pada tahun 2025, cetak sawah di wilayah tersebut telah mencapai luasan kurang lebih 4.400 hektare. Dari total luasan itu, sekitar lebih dari 20 persen telah memasuki tahap penanaman.
“Kita melihat langsung progres cetak sawah di Waninggap Kai. Dari sekitar 4.400 hektare yang dikerjakan pada 2025, sebagian sudah tertanam dan petani terus melanjutkan proses tanam,” ujar Hermanto.
Ia juga menyoroti penerapan teknologi modern di sektor pertanian. Menurutnya, petani setempat mulai memanfaatkan drone untuk proses penanaman tahap kedua, sebagai bagian dari transformasi menuju pertanian yang lebih efisien dan modern.

Selain itu, secara keseluruhan, program cetak sawah di Kabupaten Merauke telah mencapai sekitar 17 ribu hektare. Luasan tersebut kini sebagian besar telah memasuki tahap pengolahan dan penanaman.
Untuk tahun 2026, Kementerian Pertanian berencana memperluas program ini secara signifikan. Target yang dicanangkan mencapai kurang lebih 50 ribu hektare, seiring tingginya antusiasme masyarakat, termasuk dukungan dari masyarakat adat.
“Animo masyarakat sangat tinggi, termasuk dari masyarakat adat yang mengusulkan perluasan lahan. Potensi Merauke memang sangat besar untuk pengembangan pertanian,” kata Hermanto.
Ia menegaskan, program ini tidak hanya berfokus pada perluasan lahan, tetapi juga pada keberlanjutan dan peningkatan kapasitas petani melalui penerapan teknologi modern.
Sementara itu, Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, serta jajaran Kementerian Pertanian atas dukungan terhadap pembangunan sektor pertanian di Papua Selatan.
“Kami berterima kasih kepada Presiden dan Kementerian Pertanian, khususnya Ditjen Lahan dan Irigasi, yang telah membantu masyarakat di Kampung Urum dan Waninggap Kai dalam program cetak sawah seluas kurang lebih 5.000 hektare,” ujar Apolo.
Ia menambahkan, hingga tahun 2026, total luasan sawah yang telah dicetak di Merauke mencapai sekitar 17 ribu hektare dan akan terus dikembangkan ke depan.
Menurutnya, program ini mulai memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani di wilayah tersebut.
“Penanaman yang dilakukan saat ini sudah mulai menunjukkan hasil dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutupnya.




