TIFFA NEWSTIFFA NEWS
  • HOME
  • BERITA
  • OLAHRAGA
  • KAMTIBMAS
  • POLITIK
  • PPS
  • NUSANTARA
  • GALERI
  • OPINI
  • OTHERS
    • PUSTAKA
    • BUDAYA
    • EKONOMI
    • HANKAM
    • HAM
    • JEJAK
    • GAYA HIDUP
    • INTAN JAYA
    • SOSOK
Search
Reading: Koperasi Inggyash Ghuzi Mulai Bangun Kebun Sawit Plasma Berbasis Masyarakat Adat Secara Mandiri
Share
TIFFA NEWSTIFFA NEWS
Search
  • HOME
  • BERITA
  • OLAHRAGA
  • KAMTIBMAS
  • POLITIK
  • PPS
  • NUSANTARA
  • GALERI
  • OPINI
  • OTHERS
    • PUSTAKA
    • BUDAYA
    • EKONOMI
    • HANKAM
    • HAM
    • JEJAK
    • GAYA HIDUP
    • INTAN JAYA
    • SOSOK
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 RAKA for Tiffa Company. All Rights Reserved.
TIFFA NEWS > News > BERITA > Koperasi Inggyash Ghuzi Mulai Bangun Kebun Sawit Plasma Berbasis Masyarakat Adat Secara Mandiri
BERITAEKONOMI

Koperasi Inggyash Ghuzi Mulai Bangun Kebun Sawit Plasma Berbasis Masyarakat Adat Secara Mandiri

Last updated: 26/06/2026 - 14:34
By Tiffa News
Share
Kadis Perkebunan & Holtikultura, Direktur Manajer TSE GROUP, Ketua-ketua 9 Marga, Direktur PT BPL.
SHARE

TIFFANEWS.CO.ID – Koperasi Serba Usaha (KSU) Inggyash Ghuzi resmi memulai tahapan pembangunan kebun kelapa sawit kemitraan berbasis masyarakat adat di Distrik Ulilin, Kabupaten Merauke. Pembangunan kebun tersebut melibatkan sembilan marga pemilik hak ulayat yang tergabung dalam koperasi dan menjadi bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan usaha secara mandiri.

Ketua Koperasi Inggyash Ghuzi, Richard Nosai Koula, mengatakan pembangunan kebun sawit ini merupakan cita-cita yang telah direncanakan sejak koperasi didirikan pada 2016. Dari total areal Hak Guna Usaha (HGU) seluas 4.607,2 hektare, sekitar 3.755 hektare dialokasikan untuk kebun plasma masyarakat, sedangkan 852 hektare digunakan sebagai Nilai Konservasi Tinggi (NKT).

“Pembangunan kebun kemitraan atau plasma ini sudah lama ditunggu masyarakat. Kami bersyukur akhirnya dapat diwujudkan dan menjadi peluang peningkatan ekonomi bagi sembilan marga,” ujar Richard dalam acara adat yang digelar di Kampung Selil, Distrik Ulilin, Kamis (25/6/2026).

Trending Now:  Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan MPR RI Bersama GAMKI Papua Selatan, Frits Wakasu : Pemuda Harus Optimis !

Sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai adat, pembangunan kebun diawali dengan upacara adat yang dihadiri para ketua marga, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, dan pihak pendamping. Menurut Richard, upacara tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus penanda dimulainya pembangunan kebun secara resmi.

Untuk mendukung pelaksanaan program, Koperasi Inggyash Ghuzi menggandeng PT Bangun Papua Luhur Karya (BPL) sebagai pendamping teknis. Perusahaan tersebut akan membantu penerapan praktik budidaya pertanian yang baik atau Good Agricultural Practices (GAP) serta manajemen perkebunan yang ramah lingkungan.

Direktur PT BPL, Maria Andini, menjelaskan bahwa proses pembangunan kebun telah melalui berbagai tahapan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat adat, pencarian mitra pendamping, hingga pengurusan perizinan dan persiapan pembukaan lahan.

“Setelah mendapat persetujuan dari pengurus koperasi dan sembilan marga, PT BPL ditunjuk sebagai pendamping pembangunan kebun plasma. Selanjutnya dilakukan penandatanganan kerja sama dan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua Selatan,” jelasnya.

Trending Now:  Tahbisan Uskup Terpilih Keuskupan Jayapura 2 Februari 2023

Ia menambahkan, pembangunan fisik kebun dapat segera dimulai setelah areal yang direncanakan memperoleh Hak Guna Usaha (HGU) dari Kementerian ATR/BPN melalui Kantor Pertanahan Kabupaten Merauke.

Richard menargetkan pada tahun pertama akan dilakukan pembukaan dan penanaman kebun seluas 500 hektare. Luasan tersebut akan terus ditingkatkan pada tahun kedua dan ketiga hingga mencapai sekitar 3.700 hektare sesuai rencana pengembangan koperasi.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari Pemerintah Kabupaten Merauke.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Merauke, Yosef J. Rumaseu, menilai model pembangunan kebun sawit berbasis masyarakat adat yang dijalankan Koperasi Inggyash Ghuzi dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Papua Selatan.

Menurutnya, keberhasilan program sangat bergantung pada peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan perkebunan, mulai dari pemahaman agronomi hingga manajemen usaha, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat tetapi juga pelaku utama pembangunan ekonomi.

Trending Now:  Pemprov PPS dan Pemkab Merauke Pulangkan Kapten Kapal Asal Merauke dari PNG

Senada dengan itu, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Merauke menilai pola pembangunan yang dijalankan koperasi merupakan model kemandirian ekonomi masyarakat adat. Dalam skema tersebut, koperasi terlibat sejak tahap perencanaan, pembangunan hingga pengelolaan kebun, berbeda dengan pola konvensional yang menempatkan masyarakat hanya sebagai penerima hasil.

Tokoh masyarakat dan para ketua marga yang hadir menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan kebun plasma tersebut. Mereka berharap program ini dapat membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta membawa manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Dengan dimulainya pembangunan kebun kemitraan ini, Koperasi Inggyash Ghuzi menargetkan terwujudnya pengelolaan perkebunan sawit yang mandiri, berkelanjutan, dan berbasis hak-hak masyarakat adat di Papua Selatan. (Djo)

You Might Also Like

Ketua Koperasi Sebut Kebun Plasma Tingkatkan Kesejahteraan

Kebun Plasma 3.700 Hektar di Ulilin Siap Dikelola Mandiri, Kim In Lae Tekankan Kerja Keras

Guritno Sampaikan Arahan Gubernur Apolo Safanpo Perkuat Imunisasi, Pengendalian Malaria, dan Kesehatan Ibu-Anak

225 Warga Papua Selatan Terdiagnosis Malaria Setiap Hari, Asmat Tertinggi

Tiffa News 26/06/2026
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Guritno Sampaikan Arahan Gubernur Apolo Safanpo Perkuat Imunisasi, Pengendalian Malaria, dan Kesehatan Ibu-Anak
Next Article Kebun Plasma 3.700 Hektar di Ulilin Siap Dikelola Mandiri, Kim In Lae Tekankan Kerja Keras
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow US

Find US on Social Medias
Facebook Like
Twitter Follow
Youtube Subscribe
Telegram Follow
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
newsletter featurednewsletter featured

Weekly Newsletter

Kirim Email Anda agar bisa kami infokan berita pilihan terpopuler

Popular News
BERITAPPS

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka Tiba di Kabupaten Asmat

By Tiffa News 5 days ago
Frits Tobo Wakasu Klarifikasi Polemik Video yang Beredar di Media Sosial
Papua Selatan Raih Penghargaan Terbaik I Pengendalian Inflasi Regional Papua 2026
MRP Papua Selatan Dorong Perdasus OAP untuk Perkuat Proteksi Hak Orang Asli
Malaria Masih Ancam Nyawa Ibu Hamil dan Balita di Papua Selatan

SUARNEWS.COM

about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

  • BERITA
  • PON XX 2021
  • GALERI
  • KAMTIBMAS
  • NUSANTARA
  • PUSTAKA
  • GAYA HIDUP
  • JEJAK
  • SUARNEWS
  • INTAN JAYA
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Find Us on Socials

© TIFFANews Network. RAKA GENDIS.id Company. All Rights Reserved. Suar News

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?