TIFFANEWS.COM – Promevendus Sucahyo Agung Dwi Ariyanto, S.IP., M.Si., CPM., CGRE., CPArb., CGCAE., Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan dan Hukum Provinsi Papua Selatan (PPS) berhasil meraih gelar Doktor pada Program Doktor Ilmu Managemen, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Cenderawasih dengan predikat cum laude ( dengan pujian).
Sucahyo Agung dinyatakan berhasil mempertahankan Disertasinya dengan topik “Pengaruh Kompetensi ASN, Budaya Kerja Dan Sarana Prasarana Terhadap Kinerja Birokrasi Dimoderasi Pengawasan Internal Dan Teknologi Informasi Serta Mediasi Iklim Organisasi Di Pemerintah Provinsi Papua Selatan” dalam Sidang Promosi Doktor yang berlangsung di kampus Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Cenderawasih (Uncen), Jayapura, Selasa (30/6).
Pada kesempatan promosi Doktor Ilmu Manajemen tersebut, Gubernur Papua Selatan, Prof.Dr.Ir.Apolo Safanpo, ST.,MT., IPM tampil sebagai salah satu Penguji Eksternal.

Pada salah satu bab Disertasinya itu, Sucahyo menjelaskan bahwa Provinsi Papua Selatan yang dibentuk berdasarkan UU Nomor 14 Tahun 2022 merupakan implementaai dari UU Nomor 2 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas UU Nomor 21 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua, secara teknis beroperasi dejak 11 November 2022 ditandai dengan pelantikan Penjabat Gubernur Dr. Ir. Apolo Safanpo, ST., MT., IPM.
“Pemerintah Provinsi Papua Selatan merupakan DOB yang pertama kali memperoleh MCP/MCSP KPK level zona kuning atas penilaian tata kelola pemerintahan dan yang pertama memperoleh Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI dari sebelumnya Opini WDP,” kata Sucahyo.
Hasil analisa data rata-rata jawaban responden menunjukkan bahwa kompetensi ASN pada Pemprov Papua Selatan sudah sangat baik, hal tersebut dibuktikan dengan nilai rata-rata sebesar 4,32. Artinya bahwa setiap ASN terutama pejabat manajerial/ fungsional memiliki kompetensi manajerial, kompetensi teknis dan kompetensi sosio kultural yang sudah sesuai dengan kebutuhan jabatan dan pekerjaan.

Lebih lanjut Sucahyo menjelaskan bahwa data juga memperlihatkan bahwa rata-rata persepsi responden tentang variabel budaya kerja sebesar 3,88 atau dapat dikatakan bahwa nilai rerata tersebut berada pada kategori Baik.
“Artinya, responden setuju bahwa budaya kerja yang meliputi nilai dan prinsip, norma dan aturan, komunikasi, gaya kepemimpinan, penghargaan dan pengakuan telah terlaksana dengan baik,” kata Sucahyo.
Terkait interpretasi dan pembahasan hasil setidaknya terdapat 16 hasil penelitian antara lain bahwa kompetensi ASN berpengaruh positif dan signifikan terhadap iklim organisasi. Hal tersebut menunjukkan bahwa membaiknya kompetensi ASN berdampak nyata pada membaiknya iklim organisasi.
Selain itu, budaya kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap iklim organisasi. Hal tersebut menunjukkan bahwa budaya kerja yang semakin baik berdampak nyata pada membaiknya iklim organisasi.
Begitu pula, sarana prasarana berpengaruh positif dan signifikan terhadap iklim organisasi. Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin baik tersedia sarana prasarana berdampak nyata pada iklim organisasi yang semakin baik pula.
Promisi Doktor ilmu Manajemen Sucahyo Agung menampilkan Promotor Prof. Dr. Balthasar Kambuaya., MBA., Co- Promotor I Dr. Ruben Tuhumena., M.Si, Co- Promotor II Dr. Ferdinand Risamasu, SE., M.Sc., Agr. (ron,yoh,jos)




