TIFFANEWS.CO.ID – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Selatan memasang target eliminasi malaria di Kabupaten Merauke pada 2028.
Target tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mempercepat pengendalian penyakit menular di Papua Selatan, di tengah tren penurunan kasus malaria dalam beberapa tahun terakhir.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Selatan, dr. Benedicta Herlina Rahanggiar, MARS, mengatakan Annual Parasite Incidence (API) malaria di Papua Selatan dalam tiga tahun terakhir mengalami penurunan.
“Kami sekarang menuju eliminasi malaria di Kabupaten Merauke. Kami berharap eliminasi malaria akan terjadi di tahun 2028 di Kabupaten Merauke dan akan disusul oleh tiga kabupaten lainnya,” ujar Herlina.
Untuk mencapai target tersebut, Dinas Kesehatan terus memperkuat berbagai langkah pencegahan dan pengendalian malaria, termasuk melalui promosi kesehatan kepada masyarakat.
Herlina menekankan bahwa keberhasilan pengendalian malaria tidak hanya bergantung pada pelayanan kesehatan, tetapi juga pada kesadaran masyarakat dalam melakukan pencegahan.
Masyarakat di Papua Selatan diimbau menggunakan kelambu sebagai salah satu langkah perlindungan dari gigitan nyamuk malaria. Selain itu, masyarakat diminta tidak menunda pemeriksaan apabila mengalami demam.
“Begitu ada demam langsung segera ke fasilitas kesehatan terdekat yang ada,” tegasnya.
Menurut Herlina, pemeriksaan secara cepat menjadi penting agar masyarakat yang mengalami gejala dapat segera diketahui penyebabnya dan memperoleh penanganan yang tepat.
Selain malaria, Dinas Kesehatan Papua Selatan juga terus memperkuat pengendalian sejumlah penyakit menular lainnya, di antaranya tuberkulosis (TBC), HIV/AIDS, kusta, penyakit infeksi menular lainnya hingga kecacingan.
Penguatan dilakukan melalui evaluasi program, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, peningkatan kualitas pelayanan serta promosi kesehatan di empat kabupaten yang berada di wilayah Papua Selatan.
Herlina mengakui masih terdapat berbagai kekurangan dalam pelaksanaan pelayanan dan pengendalian penyakit di lapangan. Namun, evaluasi dan perbaikan terus dilakukan secara bertahap.
“Dari waktu ke waktu terus kami tingkatkan pelayanan-pelayanan terhadap penyakit-penyakit menular,” ujarnya.
Dinkes Papua Selatan berharap tren penurunan API dapat terus dipertahankan dan diperkuat melalui keterlibatan seluruh pihak, sehingga target eliminasi malaria di Kabupaten Merauke pada 2028 dapat diwujudkan. (Djo)




